Home > spesial > besokpuasa > 10 Hal yang Hanya Dapat Dirasakan oleh Penumpang Bus Widia. Siapa yang Mudik Pakai Ini? 
10 hal ini hanya dapat dirasakan oleh Penumpang Widia via didi_koesmajadi

10 Hal yang Hanya Dapat Dirasakan oleh Penumpang Bus Widia. Siapa yang Mudik Pakai Ini? 

besoksenin.co – Memasuki musim mudik, ada salah satu yang bakal berjasa mengantarkan teman-teman kita dari Bekasi, itulah Widia. Dan inilah 10 hal yang hanya dapat dirasakan oleh Penumpang Bus Widia.

Sebenarnya tulisan ini juga berlaku untuk armada lainnya juga, seperti Bintang Sanepa atau Berkah Jaya. Namun karena Widia yang paling populer, jadi kami memilihnya.

Penumpang Widia
10 hal ini hanya dapat dirasakan oleh Penumpang Widia via didi_koesmajadi

1. Atmosfer Majalengka

Jika naik bus, kita sudah terlalu terbiasa dengan atmosfer di dalam bus yang bermacam-macam, dari penumpang yang beraneka ragam, yang menggunakan bahasa atau logat berbeda. Namun, jika kamu naik Widia. Paling yang duduk sebelah kamu itu orang Rajagaluh, di bangku depan orang Cikijing. Ya, saat di pemberhentian di Kadipaten, bus selalu penuh, artinya nyaris di tiap keberangkatan isinya orang Majalengka semua. Jadi bukan hal yang aneh jika atmosfer Majalengka terbangun sendirinya, rasanya seperti piknik keluarga!

2. Lagu Pantura

Walaupun beratmosfer Majalengka, tapi karena jalur Widia juga melewati beberapa kawasan di Indramayu, maka sering ada pengamen yang menyanyikan lagu Panturaan di jalan. Biasanya, dua orang Ibu-ibu, yang satu menggendong speaker besar yang diletakkan di bagian depan tubuh, dan satunya lagi berdiri berdekatan, memegang mikrofon.

3. Penuh sesak

Seperti disinggung poin pertama, Widia selalu penuh, kadang penumpang tetap dimasukan meskipun di dalam sudah terlalu penuh. Meskipun begitu, kamu tidak akan merasa seperti naik Widia jika suasana di dalam tidak sesak.

4. Berdiri

Saking penuhnya, kamu bahkan bisa berdiri dari Kadipaten hingga Cikampek, atau dari terminal Bekasi hingga Cikampek.

5. Pegel

Dapat tempat duduk mungkin sedikit lebih baik, tapi karena Widia ini bus 3/4, maka jangan bayangkan kalian berada di bus besar. Kursinya relatif lebih kecil, dan jarak ke penumpang di samping juga lebih rapat. Apalagi, di tambah kontur jalan yang lumayan rusak di beberapa titik. Meskipun begitu, itu bukan suatu masalah bagi yang sudah terbiasa, dan yang ingin membahagiakan keluarga di rumah.

Widia bus berukuran 3/4 via imgnbusI

6. Cikampek

Dari poin 3, sobsco mungkin bertanya ada apa dengan Pintu tol Cikampek? Memang, ini adalah satu titik yang penting untuk Widia. Jika berangkat dari Terminal Bekasi, maka penumpang yang menuju Cirebon, Kuningan, dan lainnya akan turun di sini. Widia juga kerap bekerja sama dengan armada lain(yang menuju daerah lain untuk mentransfer penumpangnya), Luragung misalnya. Jika berangkat dari Majalengka, maka teman-teman yang bekerja di Karawang juga bakal turun di sini.

7. Cipali

Berbicara tentang tol Cikampek, sekalian kita bahas saja tentang Cipali. Jarang sekali Widia masuk ke tol Cipali, apalagi di musim mudik, mereka menghindari kemacetan dari Jakarta. Namun itu bisa terjadi jika Supir dan kondektur ingin masuk ke tol, biasanya ini dikarenakan penumpang yang sudah penuh, dan semuanya turun di kadipaten misalnya.

8. Rest Area Subang

Jika kamu ke Bandung, kamu bakal terus hingga sampai di tujuan. Namun, karena perjalanan ke Bekasi bisa dikategorikan perjalanan jauh, maka baik Widia maupun Bintang Sanepa berhenti sekitar 20 menit. Ini bisa digunakan supir untuk mengisi energi, makan dan lainnya. Begitu pun juga dengan penumpang. Untuk Widia rest area mereka di Subang, dan terletak di sebelah kiri jalan (jika berangkat dari Majalengka). Tempat istirahat Bintang Sanepa juga di dekatnya, namun agak di depan, dan terletak di sebelah kanan jalan.

Widia ketika sedang beristirahat via iamiwan_n

9. Macet

Sebelum musim mudik, Widia nyaris tak pernah bertemu macet, kecuali di beberapa titik. Yang menarik, bukan hanya di perkotaan seperti di dekat pintu masuk tol, atau ketika baru keluar tol di Bekasi, Cikarang: tetapi juga di kawasan pedesaan, ya karena perbaikan jalan. Itu sering sekali terjadi, mungkin karena jalan yang kecil, tapi digunakan oleh mobil-mobil besar. Saat itu terjadi, hanya 1 jalur jalan yang digunakan, dan kita harus menunggu terlebih dahulu.

10. Love you, Widia

Terlepas dari beberapa kekurangan yang disebutkan di atas, Widia sudah mengantarkan ratusan kepala keluarga Majalengka yang bekerja di Bekasi, dan bisa jadi sekarang anaknya sudah Sarjana. Widia sudah menyambungkan silaturahmi antara dua sanak saudara yang terpisah di Bekasi dan di Majalengka. Ribuan kenangan sudah tercipta di Bus Widia, tentang harapan membahagiakab maupun kerinduan kepada keluarga. Love you, Widia.

 

Editor: Fakhrul Azharie

Facebook Comments

About Tommi Pringadi

Making history

Check Also

Rampak Genteng Jatiwangi Meriah, Begini Cerita Menakjubkan di Baliknya

besoksenin.co – Rampak Genteng Jatiwangi 2018 berlangsung meriah. Para warga dari penjuru Majalengka memadati lapangan …