Home > rubrik > besokbaper > Tolong Pergi Dan Jangan Menoleh Lagi, Kecuali Kamu Sudah Siap
Menatap ke depan via pexels

Tolong Pergi Dan Jangan Menoleh Lagi, Kecuali Kamu Sudah Siap

besoksenin.co – Aku membuka catatan lamaku yang tergeletak begitu saja, menyatu dengan buku pelajaran sekolah yang sudah lama tak terjamah. Seharusnya aku tak perlu membukanya lagi. Membukanya sama saja dengan meneteskan air jeruk di atas luka. Perih. Tapi mau bagaimana lagi? sudah seminggu ini kamu menyapaku dengan intens lewat media sosialmu.  Aku tak kuasa mengabaikannya.

Diary via pexels

Aku harus meyakinkan diriku agar tak terjerumus lagi dalam jalan yang sama. Aku tak ingin lagi berjalan di kegelapan meskipun itu denganmu. Maka tak ada jalan lain selain mengingat sakit yang pernah tercipta karenamu, sakit karena telah menggantungkan kebahagiaan terhadap sesama manusia.

Ku baca satu persatu halaman yang penuh dengan coretan. Ada banyak gambar hati disana. Tulisan polos tentang harapan-harapan semu gadis yang baru beranjak gede. Pengharapan-pengharapan yang jauh sekali dari kata nyata. Aku mendadak ingin muntah membacanya.

Baca juga: Memang Benar Obat Rindu Adalah Bertemu. Tidak Masalah Saat Bertemu Kamunya Lagi Makan, Tidur, ataupun Lagi Ngupil. Aku Tetap Rindu

Aku segera menutup buku itu, ku alihkan pandanganku pada sekumpulan kertas yang tergulung dengan menggunakan pita cantik. Ash, ini tak kalah memuakkan bagiku. Surat- surat yang saling kita tuliskan dulu. Aku membuka salah satunya, berisi puisi indah yang kau tulis untukku pertama kali. Kau memang ahli berpuisi, berkata-kata hingga aku terbuai, dahulu kala. Kembali ku gulung kertas itu.

Foto-foto kenangan via pexels

Ada lagi yang menyita perhatianku. Sebuah album foto yang terselip di antara gulungan-gulungan kertas tesebut. “Lumayan rajin” desisku, sambil memegang album foto dan bersiap membukanya. Banyak kebahagiaan yang tergambar, banyak momen indah terlewati bersama. Ish aku semakin kesal saat melihat pose foto dengan kostum pengantin, sepertinya ini diambil saat perpisahan sekolah kita. Rasanya aku benar-benar ingin hilang ingatan saja saat melihatnya.

Ingin rasanya membakar semua ini. Namun ku rasa ini akan percuma karena sekalipun semuanya sudah  dibakar, tapi kenangan dalam ingatan akan  terus mengabadi.

Handphoneku berdering, seperti biasa suplemen pagi darimu masuk. Aku hanya memandangnya. Tak berniat sama sekali untuk mengangkatnya. Aku tak mau kau seperti ini, aku tak mau mengulang kesalahan yang sama. Aku tak mau berharap pada manusia lagi. aku tak ingin menjadi manusia berpenyakit hati.

Menatap ke depan via pexels

Biarlah kau pergi saja, ini adalah keputusan yang sangat tepat.

Sekarang, Aku hanya meminta kau untuk pergi.

Berjalanlah lurus ke depan seperti dulu.

Pejamkan matamu jika ini memang sulit.

Tolong pergi dan jangan pernah menoleh lagi.

 

Aku tak suka bermain-main lagi.

Aku bukanlah gadis dengan seragam putih abu-abumu lagi.

Tolong, pergilah

Tolong, pergi dan jangan pernah menoleh lagi hingga semuanya tepat.

Tolong, pergi dan jangan sungkan kembali saat kita saling siap.

Facebook Comments

About Kuntum Mutia Umami

Full of dream!- Candu merasa

Check Also

Waspada Terhadap Permainan Momo Challenge

besoksenin.co – Momo Challenge. Seantero jaga media kemarin dihebohkan dengan beredarnya Kiki Challenge yang dimana …