17 Fakta Ajip Rosidi, Calon Suami Nani Wijaya yang Berasal dari Majalengka

Artis senior, Nani Wijaya akan melepas status jandanya dengan dinikahi sastrawan Ajip Rosidi yang berasal dari Majalengka. Kabar gembira tersebut menyedot perhatian publik. Dengan usia yang tidak lagi muda, wajar banyak netizen yang kaget dengan kabar tersebut.

Nani dan Ajip Via Jawapos

Nani dan Ajip Via Jawapos

Masalah popularitas, nama Nani Wijaya tidak perlu diragukan lagi. Sebagai artis senior, Nani sudah  khatam memerankan berbagai peran dalam sinetron yang dia bintangi. Salah satu yang terkenal adalah saat dia memerankan “emak” di sinetron Bajaj Badjuri.

Berbeda dengan calon suaminya. Nama Ajip Rosidi hanya terkenal di kalangan sastrawan saja. Wajar, karena dia jarang muncul di televisi. Namun, jangan salah. Ajip Rosidi memiliki segudang prestasi. Salah satunya adalah pernah meraih hadiah Sasta Nasional BMKN (Badan Musyawarah Kebudayaan Nasional) untuk karyanya yang berjudul Sebuah Rumah Buat Hari Tua tahun 1957.

Untuk menambah pengetahuan sobat bsco. Berikut 17 fakta keren tentang Ajip Rosidi :

witnetnews

Ajip Rosidi via witnetnews

1. Ajip Rosidi lahir di Jatiwangi, Majalengka. Pada tanggal 31 Januari 1938

Ketika berumur dua tahun, Ajip sudah merasakan pahitnya hidup. Orangtuanya berpisah, sehingga dia diasuh oleh nenek (dari pihak ibu).

2. Tulisan Pertamanya Dimuat Saat Dia Masih Berstatus Kelas 6 di SD Sekolah Rakyat, Jatiwangi

Sejak kecil, selain membaca isi hati wanita buku, Ajip juga hobi menulis. Saat dia kelas 6 SD, tulisannya dimuat oleh surat kabar Indonesia Raya.

3. Pindah Ikut Pamannya (Dari Ayah) ke Jakarta Saat Berusia 14 Tahun

Pindah ke Jakarta membuat bakat menulis Ajip semakin terasah. Terbukti saat berumur 14 tahun tulisannya dimuat banyak majalah seperti Mimbar Indonesia, Siasat, Keboedjajaan Indonesia, Gelanggang, dll.

4. Memilih Untuk Tidak Lulus SMA

Bukan karena merasa tidak bisa mengikuti pelajaran, Ajip memilih untuk tidak mengikuti ujian sekolah karena dia ingin membuktikan bahwa dia bisa sukses walaupun tidak memiliki ijazah. Keren!!

5. Sudah Merasakan Menjadi Redaktur, Kontributor, dan Pengasuh di berbagai Majalah Ketika Berumur 17 Tahun

Bukan hanya omong kosong, Ajip membuktikan perkataanya dengan kerja keras. Karir Ajip dalam dunia sastra terus melejit. Pada usia 15 tahun dia didaulat menjadi pengasuh di majalah Soeloleh Peladja. Tidak berhenti disana, ketika menginjak 17 tahun dia didapuk menjadi redaktur majalah prosa.

6. Pada Umur yang Sama Dia Menerbitkan Bukunya yang Pertama

Buku pertama Ajip terbit ketika umurnya masih 17 tahun! Buku itu berjudul “Tahun-Tahun Kematian yang” berisi kumpulan cerpen.

7. Berani Menikah Walaupun Usianya Masih Muda

Umur 17 tahun tampaknya spesial bagi Ajip. Selain point 5 dan 6 yang dia alami saat berusia 17 tahun, di usia yang sama pula dia memutuskan untuk menikah dengan Fatimah Wirjadibrata. Dari hasil pernikahannya, mereka dikarunia enam orang anak, Nunun Nuki Aminten, Titi Surti Nastiti, Uga Perceka, Nundang Rundagi, Rangin Sembadi, dan Titis Nitiswari

8. Mendirikan Penerbit Kiwari di Bandung

Bersama dengan K.H Obon Harris dan Tatang Suryaatmadja, Ajip Rosidi mendirikan Kiwari di Bandung. Kiwari banyak menerbitkan karya sastra dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Sunda.

9. Mendirikan Penerbit Tjupumanik di Jatiwangi

Ajip sempat kembali ke Jatiwangi selama kurang lebih lima tahun, dan mendirikan penerbit tjupumanik disana. Tjupumanik kebanyakan menerbitkan buku berbahasa sunda.

10. Menjadi Pengarang Sajak dan Cerita Pendek yang Paling Produktif Sampai Dengan Tahun 1983

Menurut penelitian Dr. Ulrich Kartz, sampai dengan tahun 1983 Ajip adalah pengarang sajak dan cerita pendek paling produktif. Karyanya mencapai 326 judul dan dimuat dalam 22 majalah.

11. Mendirikan Majalah

Tidak puas hanya sebagai penulis dan mengirimkannya ke Majalah. Ajip Rosidi lalu mendirikan Majalah Redaksi mingguan Sunda dan Redaksi bulanan Budjaja Djaja.

12. Selain Aktif Menulis, Ajip Juga Aktif di Organisasi

Beberapa organisasi yang diikuti Ajip sebagai anggota pengurus adalah BMKN (Badan Musyawarah Kebudayaan Nasional), LBSS (Lembaga Basa Jeung Sastra Sunda), DKJ (Dewan Kesenian Jakarta), dll. Dia juga pernah menjabat sebagai ketua di beberapa organisasi, PP-SS (Paguyuban Pengarang Sastra Sunda), IKAPI (Ikatan Penerbit Indonesia), dan DKJ.

13. Tidak Memiliki Ijazah, Tapi Sering Memberikan Kuliah Umum di Beberapa Universitas

Walaupun tidak memiliki ijazah, pengetahuan Ajip tentang sastra tidak perlu diragukan lagi. Hal ini membuat beberapa universitas mengundangnya untuk memberikan kuliah umum. Beberapa universitas itu diantaranya adalah, ITB (Institut Teknologi Bandung), Undip (Universitas Diponegoro) Semarang, Unsyiah (Universitas Syah Kuala Aceh), dll.

14. Bahkan Dia Diangkat Menjadi Dosen Luar Biasa di Universitas Padjajaran di Bandung

Pada tahun 1960-1962 Ajip Rosidi diangkat sebagai dosen luar biasa pada Fakultas sastra Universitas Padjajaran di Bandung. Tidak tamat SMA, tapi mengajar di universitas, Salut!

15. Bukan Hanya di Indonesia, Prestasi Ajip Menginjak Level Dunia

Karena karya dan prestasinya, Ajip Rosidi beberapa kali diundang di berbagai event dengan level internasional. Diantaranya adalah undangan untuk mengadakan kunjungan kebudayaan ke Rusia, India, dll.

16. Mendapat Jabatan Sebagai Dewan Kehormatan

Ucapan Ajip tentang membuktikan dirinya akan sukses tanpa ijazah benar-benar dia buktikan. Pada tahun 1978-1980 dia diangkat menjadi Staf Ahli Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. Jabatan yang belum tentu bisa didapatkan oleh sarjana sastra sekalipun.

17. Kecintaannya Terhadap Buku Tidak Luntur Dimakan Usia 

Saat ini dia tinggal di Magelang. Di dekat rumahnya, ada bangunan yang cukup besar. Bangunan itu adalah perpustakaan pribadi miliknya yang dipenuhi buku dengan berbagai macam bahasa. Kebanyakan bertema sastra, agama dan kebudayaan sesuai dengan minat Ajip. (Riza)

Facebook Comments

1 tanggapan pada “17 Fakta Ajip Rosidi, Calon Suami Nani Wijaya yang Berasal dari Majalengka

  • There are different ways to fry tomatoes, but each of them will require the hostess to spend several hours in the kitchen, so this dish is usually better correct do on weekends or for special occasions. When tomatoes are roasted, they get a deep taste and are combined with seafood, antipasto and other roasted vegetables. Moreover, they are ideally suitable for use in the baking industry, in making bread or cake with custard.
    canned stewed tomatoes recipe

Tinggalkan Balasan