18 Tipe Penumpang Buhe Jaya, Kamu Termasuk yang Mana?

Buhe Jaya dengan reputasi sebagai jet darat via Memet

Besoksenin.co – Popularitas Buhe Jaya di kalangan masyarakat Majalengka memang sangat tinggi, dengan perilaku para supirnya yang sepertinya dituntut untuk terus menghargai waktu, kendaraan jenis minibus yang bisa mengantarkan kamu ke Bandung ini memiliki reputasi sebagai jet darat, dengan kompetitornya RW atau Rukun Wargi. Wuush, wuush.

1. Si agamis yang introvert

Diam-diam akan mengelurkan tasbih via pixabay

Sebagai introvert, jenis penumpang ini akan diam-diam mengeluarkan tasbih, kemudian komat-kamit membaca hafalan surat-surat pendek di dalam hati.

2. Si agamis yang ekstrovert

Berbeda dengan si agamis introvert, tipe penumpang agamis ekstrovert akan lebih leluasa mengekspresikan yang ia ingin ungkapkan. Bisa jadi berteriak “Astagrfirullah, mamang!” “Allahuakbar!” “Gusti nu maha Agung!” bisa jadi bisa didengar, jika saja kita sama-sama di mobil yang sama, dengan tipe penumpang yang seperti ini.

3. Si dramatis

“Turunin aku di sini!” via Pexels

Yang satu ini memang akan pandai memelintir kendaraan menjadi lebih dramatis. Tipe penumpang ini akan menatap mata supir buhe dalam-dalam, bilang “Turunin aku di sini!” lalu bersedekap, dan memalingkan wajah sambil menangis.

“Tapi neng, ini kan masih di Tomo.”

“Jangan banyak alibi! Pokoknya turunin aku di sini!”

“Tapi neng..”

“Kamu jahat! Turunin aku! Turuniiiiiiiin!”

Untungnya, buhe tidak masuk tol Cipali, bagaimana kalau penumpang tipe ini minta turun di tengah jalan tol? Lebih untungnya lagi, buhe bukanlah sebuah nama untuk maskapai penerbangan.

4. Si belum kawin

Paling kasihan yang ini via Pixabay

Penumpang tipe ini akan bilang ke supir, “Urang teh can kawin, Mang, plz Mang. Karunya ka urang Mang,” memang ungkapan belum kawin ini sering digunakan seseorang ketika bercanda tentang nyawanya yang terancam. Tapi, memangnya setelah menikah kamu sudah siap meninggal? Kalau tetap enggak, itu cuma alasan berarti.

5. Si jones

Berpelukan syahdu via Pexels

Jika tipe penumpang jones dan si belum kawin duduk berdampingan, diperkirakan tipe jones akan menanggapi. “Kamu harus lebih bersyukur dalam hidup. Kamu belum kawin, lihat urang, kabogoh aja belum punya,” jones akan bilang ini dengan mata berkaca-kaca, nada nelangsa. Melihat itu, tipe penumpang belum kawin akan tersentuh hatinya, lalu mereka berpelukan.

5. Si gagal move on

Teringat lagi pada mantan yang selalu duduk di sebelah setiap kali naik buhe via Pixabay

Tipe penumpang ini akan menghubungkan semua kejadian sekarang dengan apa yang ia sudah lewati bersama mantannya, dia nggak akan kalah emosional dengan jenis penumpang yang lain, namun ini dikarenakan ia ingat bahwa dahulu pernah ada seseorang di sampingnya setiap kali naik buhe. Ketika menengok ke samping, ternyata di sampingnya bukan seorang yang ia dambakan, melainkan ibu-ibu bawa belanjaan. Ini juga kasihan. Ketika membayar ongkos pun, ia akan membandingkan tangan si kondektur dengan tangan si mantan. Ini sedih.

6. Si baperan

Penumpang ini dan kondektur buhe akan melakukan adegan romantis dalam film via pixabay

Penumpang dengan tipe baperan juga menarik, ketika ia membayar ongkos, kalau uangnya sampai terjatuh, lalu ia meraih kembali uangnya di lantai bersamaan dengan kondektur buhe. Ini seperti adegan dalam film-film. Penumpang ini dan si kondektur akan saling berpegangan tangan tak sengaja, beradu mata untuk sekian lama, lalu penumpang itu jatuh cinta! Sekalian aja kita bikin FTV dengan judul, “Kukebut Cintaku pada Sang Kondektur Buhe,” judul FTV macam apa ini!

7. Si kepo

Kepo atau banyak nanya adalah salah satu jenis penumpang buhe, meskipun kebanyakan sarkas atau pertanyaan dalam bentuk sindiran, “Mamang damang?” “Gaduh otak teu, Mang?” “Mamang, jalmi sanes?” pertanyaan-pertanyaan seperti itulah yang kerap terlontar. Tipe ini bisa jadi juga akan bertanya, “Emam naon keur enjing, Mang?” “Mamang tos emam tacan?” “Mau jadi pacar aku nggak, Mang? anjir ditembak dong supirnya. Keterlaluan nih, tingkat kejombloannya.

8. Si pengingat

Tipe penumpang ini jenis reminder, akan mengingatkan supir buhe mengenai banyak hal. Mulai dari “Sing eling, Mang. Sadar, sadar!” lalu “Istigfar mamang!” hingga “Inget, Mang, kita teh jalmi, sanes hayam.” Ungkapan yang terakhir adalah yang paling fenomenal.

9. Si pemberi saran

Tipe ini akan menyarankan si super buhe agar mau diruqiyah.

10. Si melankolis

Penumpang tipe melankolis akan mencari-cari alasan untuk masuk ke situasi sedih via Pixabay

Mengingat orang tua di rumah, dan cinta yang belum tersampaikan. Itulah yang akan dilakukan tipe penumpang melankolis, berurai air mata, berpikir bahwa ia bisa saja berakhir di sini sebelum membahagiakan kedua orang tua, dan menyatakan cinta ke gebetan.

11. Si pesimistis

Si pesimistis sadar nyawanya sedang terancam, dan tidak bisa melihat kemungkinan bahwa ia akan sampai di Bandung dengan selamat. Penumpang tipe ini akan mulai menulis surat wasiat di handphone.

12. Si tukang komentator bola

Berkebalikan dengan tipe sebelumnya, si tukang komentator bola ini akan sangat bersemangat sekali. “Iya, dan Pak Supir pun melaju sangat cepat! Ia mulai melewati truck di depan! dan sebentar lagi RW akan dilewati! Ahhaay!”

13. Si tukang live di media sosial

Penumpang tipe ini akan ngelive facebook atau instagram via Pixabay

Dia akan live di facebook atau instagram, “Saat ini kita sedang berada di dalam buhe jaya, siapkan jantung anda, kalau nggak kuat lambaikan ke kamera,” ini lagi naik buhe apa lagi uji nyali sih?

14. Si penantang andrenalin

Buhe bisa jadi roller coaster low cost bagi penumpang tipe ini via Pixabay

Penumpang jenis ini bukan naik buhe karena ia harus pergi ke Bandung, ia hanya suka memicu andrenalin, daripada harus ke Dunia Fantasi untuk naik roller coaster atau segala jenis permainan andrenalin lainnya, baginya buhe adalah pengganti yang pas. Setelah sampai di Leuwi Panjang, penumpang ini akan langsung balik lagi ke Cikijing.

15. Si tukang imajinasi

Penumpang tipe 15 ini akan menjadi yang paling kalem diantara yang lain, ia hanya senyum-senyum pada diri sendiri dan mulai menghubungkan keadaan dirinya (yang sedang naik buhe) dengan apa pun. Seperti “Oh jadi gini ya rasanya naik roller coaster,” “Oh jadi gini ya rasanya ditinggalin pas lagi sayang-sayangnya,” ia berusaha mengambil hikmah, dengan imajinasi.

16. Si fans RW

Rivalitas akan selalu ada. Adidas vs Nike, Ronaldo vs Messi, Persib vs Persija, Mantan terindah vs Gebetan terbaru. Pun dengan Buhe Jaya vs Rukun Wargi. Penumpang tipe ini adalah penumpang yang juga fans RW, namun salah masuk ke Buhe. Ia adalah penumpang yang nggak bisa nyaman, merasa bersalah, karena merasa mengkhianati RW kesayangannya. Tapi kok bisa sih dia salah naik?

17. Si Buhe haters

Penumpang tipe ini lebih parah dari tipe sebelumnya, ia tidak akan mau naik buhe, apa pun yang terjadi. Ini lebih ke pengalaman traumatis sih sebenarnya. Saking traumanya ketika kondektur buhe turun, senyum, dan menyapa “Mulai dari nol ya, Bu?” “Ka Bandung, Bu?”

Akan dijawab “Nggak, saya mah mau ke Uruguay!”

18. Si pecinta Buhe

Tentu selain memiliki pembenci, pastilah Buhe Jaya pun memiliki pecinta. Walau bagaimana pun, buhe sudah jadi spesialis, dan menjadi pilihan bagi penumpang yang ingin sampai di tujuan dengan waktu yang lebih ringkas.

Memang, menghargai waktu itu perlu, tapi kepada supir-supir Buhe Jaya yang terhormat tolong keselamatan para penumpang tetap menjadi prioritas utama ya. (Tommi Pringadi)

 

Facebook Comments

Post Author: Tommi Pringadi

Seorang jomblo profesional yang bercita-cita bikin sunatan massal. I am not player, i am the game. :))

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.