5 Hal di SMA N 1 Leuwimunding yang Sulit Dilupakan

besoksenin.co- Masa – masa SMA  atau masa putih abu-abu memang masa yang paling indah. Masa yang paling indah untuk dikenang, dimana ketika itu kita mulai memupuk cita dan cinta untuk masa depan, dimana kala kitu kita belajar menerima dan memberi, dan dimana kita mencari jatidiri siapa kita dan akan menjadi apa kita.

Ada banyak SMA di Majalengka, ada yang negeri maupun swasta. Setiap sekolah memiliki kenangannya masing-masing, setiap sekolah memiliki prestasi,  setiap sekolah memiliki hal unik yang membuat para alumninya susah move on dan merindukan masa-masa SMA.

Ok sobat bsco, kali ini kita akan membahas hal unik di SMA yang saat ini menyandang predikat sekolah sehat di Kabupaten Majalengka. Yups, SMA N 1 Leuwimunding. Sekolah yang berada di timur Majalengka ini memiliki hal-hal unik yang bikin susah move on. Berikut 5 hal unik di SMA N 1 Leuwimunding;

1. Pertemuan 2 kebudayaan

budaya sunda dan cirebon via seputar cirebon

SMAN 1 Leuwimunding yang secara geografis terletak di dekat perbatasan Kabupaten Majalengka dengan Kabupaten Cirebon memang menjadi salah satu sekolah yang memiliki akses termudah dari wilayah timur Majalengka dan Kabupaten Cirebon bagian barat. Sekolah ini terletak di jalur utama Rajagaluh – Cirebon, sehingga banyak orang Cirebon yang memilih melanjutkan pendidikannya ke SMAN 1 Leuwimunding. Dan disinilah keunikan sekolah ini. Sekolah ini mempertemukan dua budaya berbeda, bahasa yang berbeda, dan karakter yang berbeda. Ini adalah bukti bahwa Majalengka sudah menerapkan sikap Bhinneka Tunggal Ika.

2. Pertandingan futsal berakhir jika salah satu tim mencetak 4 gol

Team futsal IPA Leuwimunding via koleksi pribadi

Futsal, olahraga yang sangat populer ini memang sangat digemari oleh para pemuda. Futsal juga adalah salah satu cabang olahraga yang selalu ada di setiap PORKLAS ketika ujian akhir semester usai. Namun ada yang unik dari futsal SMAN 1 Leuwimunding. Disini pertandingan selesai bukan ditentukan oleh waktu, tapi pertandingan akan dinyatakan selesai jika salah satu tim sudah mencetak 4 gol . Entah sejak kapan, entah peraturan dari mana, tapi peraturan ini berlaku dari dulu hingga sekarang. Peraturan ini bisa tidak berlaku jika pertandingan dibubarkan oleh guru yang killer.

3. Mayoritas siswa yang terlambat adalah orang dekat

siswa telatan via kopmpasiana

Kamu pernah telat? Mungkin hampir semua siswa pernah mengalami telat datang ke sekolah dengan berbagai alasan, ada yang telat bangun, ada yang telat dibangunin pacar emak, ada yang kejebak macet, atau mungkin karena jarak yang jauh.

Tapi fenomena telat yang terjadi di SMAN 1 Leuwimunding sungguh mengherankan, karena mayoritas yang telat datang ke sekolah adalah orang-orang yang rumahnya dekat dengan kampus sekolah. Padahal orang yang dari Cirebon saja banyak yang datang tepat waktu, tapi justru orang lokal yang jarak rumahnya dekat, selalu dibangunin emak, dan kondisi Majalengka yang selalu tanpa macet tetap saja datang terlambat ke sekolah.

4. Jajan dari dalam kelas

jajanan sekolah via warta bromo

Anak sekolah memang suka jajan, termasuk anak SMA. Biasanya jajan dilakukan ketika istirahat, terutama siswi-siswi yang langsung menyerbu kantin untuk jajan sekaligus ngegosip sampe bunyi bel masuk kelas berbunyi. Tapi dikarenakan posisi kantin di SMAN 1 Leuwimunding yang berada disamping beberapa deretan kelas, siswa – siswinya jadi agak sedikit bandel.

Jajan dari dalam kelas dan masih dalam kegiatan belajar mengajar menjadi aksi ‘bandel’ yang rutin dilakukan oleh para siswa -siswi  yang kelasnya berada disamping kantin. Dan aksi ini 90% lolos dari pengawasan para guru yang mengajar di kelas tersebut.

5. Upacara adat perpisahan

upacara adat perpisahan SMA1LE tahun 2013 via koleksi pribadi

Upacara adat perpisahan kelas 12 menjadi sebuah acara sakral, upacara adat yang dilakukan sesuai adat sunda ini rutin dilakukan di setiap acara perpisahan kelas 12 sebelum siswa – siswi keluar dan lulus dari sekolah. Yang paling menarik perhatian dari upacara adat ini adalah si lengser, dimana lengser diperankan oleh seorang siswa kelas 10 atau 11 yang didandani dan berperan seperti seorang kakek paruh baya yang sudah bongkok tapi lincah dan kocak.

Itulah hal yang sulit dilupakan dari kenangan di SMAN 1 Leuwimunding. Sebenarnya bukan hanya 5 hal diatas, masih banyak kenangan yang lain, apalagi kenangan bersama gebetan yang gagal jadian dan kenangan bersama mantan yang udah ke pelaminan. Tapi itu nampaknya gak usah dibahas lah yah, nanti gagal move on kan bahaya.

Editor: Kuntum Mutia Umami

Facebook Comments

Post Author: Erik Ichwana

Sabisa - bisa, Kudu Bisa, Pasti Bisa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.