5 Hal Ini Membuktikan Jika Kecanduan Teknologi Komunikasi Memang Tidak Baik, Yuk Baca!

besoksenin.co– Perkembangan teknologi dan kemajuan zaman harusnya membuat segala kegiatan manusia mejadi mudah. Apalagi di dalam dunia komunikasi. Orang-orang terdahulu harus rela membayar mahal untuk mengirim beberapa kata saja melalui telegram. Beda dengan sekarang, mengirim pesan dengan ribuan kata dan diakhiri 50 emot cium aja bisa gratis.

Sadar atau tidak, dengan kecanduan teknologi banyak hal yang sering kita abaikan. Terlalu menikmati dunia maya, sampai lupa dunia nyata. Yuk kita baca 5 hal jika kecanduan teknologi itu tidak terlalu baik.

1. Mengobrol menggunakan teknologi komunikasi memang lebih mudah, akan tetapi rawan terjadi salah tafsir

typo membunuhmu via pixabay

Kemajuan teknologi di dunia komunikasi memang bisa dibilang yang paling pesat. Orang-orang tak perlu lagi untuk menempuh jarak yang jauh untuk bersilaturahmi. Tak perlu lagi kebingungan ketika ada obrolan yang harus dibicarakan saat itu juga. Kapan dan di mana saja, sekarang dengan mudahnya bisa mengirim maupun menerima pesan. Tapi yang harus kita sadari, ketika berbicara menggunakan pesan teks itu lebih rawan salah penafsiran. Karena typo ataupun salah tanda baca.

“kamu lagi apa?”
“lagi makan, eh kayanya gue suka lo deh”
“gue juga sama ko :)”
“eh maaf typo, maksudnya suka sayur lodeh”

Nah, ini salah satu contoh typo yang bikin baper.

2. Kehadiran media sosial dan instant messaging memudahkan kita untuk berkomunikasi, tapi membuat malas keluar rumah untuk berinteraksi

malas keluar rumah via pexels

Dengan adanya media sosial, membuat semua interaksi menjadi sangat mudah. Tidak perlu kebingungan lagi untuk menuntaskan rindu kepada mantan, cukup stalking media sosialnya kita sudah bisa tahu kegiatan sehari-harinya.

Bahkan dengan adanya dengan media sosial kita bisa menambah teman yang belum pernah bertemu sebelumnya. Mendekatkan yang jauh, menjauhkan yang dekat. Pepatah yang cocok buat kalian yang lebih memilih chatting-an daripada berinteraksi dengan orang-orang sekitar.

Mendekatkan yang jauh, menjauhkan yang dekat. Pepatah yang cocok buat kalian yang lebih memilih chatting-an daripada berinteraksi dengan orang-orang sekitar.

3. Teknologi membuat kita tidak terlalu memikirkan privasi, padahal itu bisa membahayakan diri sendiri

privasi via pexels

Sebagai pengguna media sosial pasti kita selalu ingin mengunggah informasi baik berupa foto maupun teks. Bahkan kita tidak terlalu memikirkan apa yang kita unggah itu membahayakan atau tidak.

Mengunggah tiket kepergian ke media sosial berarti adalah salah satu contoh jika kalian telah menyebarkan privasi data kalian secara tidak sadar. Karena semua data diri dan kepergian kalian tercantum disana semua dan tiket juga biasanya memuat frequent flyer number. Jika data ini jatuh ke tangan yang salah, pencuri online bisa saja memanfaatkan data Anda untuk melakukan penipuan.

4. Media sosial akhir-akhir ini memudahkan untuk seruan aksi, tapi rawan bully

Bullying via pixabay

Dengan kemajuan teknologi, memudahkan kita untuk mengetahui berita yang telah terjadi bahkan yang sedang terjadi saat itu juga. Bahkan kita bisa menjadi jurnalis masyarakat atau citizen journalism hanya dengan menyebarkan berita yang ada disekitar kita.

Ketika ada kesalahan seseorang tersebar di media sosial, pasti banyak orang-orang yang menghakiminnya melalui kolom komentar. Karena bullying kini tak lagi dilakukan dengan tindakan kekerasan fisik, tapi dari jari-jari sadis yang pandai mengetik.

5. Teknologi juga bisa menghambat kamu menemukan jodoh. Sebab kamu lebih memilih memainkan HP ditempat umum daripada mengobrol dengan orang sebelah

Menghambat jodoh via pexels

Menunggu bus di halte, ataupun menggunakan kendaraan umum memang aktivitas yang membosankan. Tapi saat ini untuk menghabiskan waktu saat menunggu, atau membunuh waktu di perjalanan, seringkali kita lebih memilih memainkan HP. Padahal jika kita mengajak berbicara orang sekitar bisa mendekatkan kepada jodoh. Bahkan kalian bisa menemukan jodohnya langsung. Kaya judul FTV “jodohku dipertemukan diangkot leuwikidang”.

Walau begitu tidak bisa pungkiri jika teknologi saat ini tidak bisa hindari. Hanya saja, gunakan teknologi secara efektif dan efesien. Jangan sampai teknologi yang diciptakan manusia, malah memperbudak manusianya sendiri.

 

Editor : Riza D. Januar

Aryanda Rega

Ditulis oleh Aryanda Rega

Pria yang lebih memilih ditinggal lagi sayang-sayangnya, daripada ngilangin taperwer si mamah.

Lihat profil lengkap