7 Prestasi Membanggakan Anak Muda Majalengka pada Tahun 2017

besoksenin.co – Tahun 2017 sudah penghujung hari. Dalam kurun satu tahun (2017) berbagai prestasi membanggakan berhasil ditorehkan oleh orang-orang asal Majalengka baik di tingkat nasional maupun internasional. Kira-kira siapa aja yaa?

1. Edi Hidayat

Edi Hidayat adalah pemuda jomblo  kreatif asal Desa Padarek, Kecamatan Lemahsugih, Kabupaten Majalengka. Namanya dikenal karena bisa melihat karung goni dengan sudut pandang yang lain. Barang yang dianggap limbah tersebut, mampu disulap oleh pria yang juga akrab dipanggil Edi Bedog ini menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat.

Dengan tangan dinginnya, Edi mengolah limbah karung goni menjadi sepatu dan tas yang dia beri label prungg. Sobat bsco tahu gak arti kata prungg? kalau gak tahu, berarti kalian suka madol pas pelajaran bahasa sunda. Prungg ini memiliki arti laksanakan, hayu, kuy, atau gas lah. Lebih luas, prungg berarti mengajak orang-orang di seluruh dunia untuk segera bertindak nyata, bukan hanya sebatas wacana dalam hal menyelamatkan lingkungan.

“Kita hidup di Bumi bukan sekedar hidup, sebagai manusia yang merasakan ada yang ‘salah’ dengan lingkungan dan kerusakan bumi, disitu kita gak hanya berdiam diri, ini merupakan salah satu seruan dan aksi nyata untuk turut serta menumbuhkan kesadaran ramah lingkungan, mungkin kecil dampaknya, namun ya sedikit demi sedikit lama-lama banyak toh? Hehe” ujar Edi kepada tim redaksi bsco.

Kreativitas Edi ini membuat salah satu stasiun tv tertarik untuk menjadikannya narasumber dalam sebuah program Bumiku Satu. Program televisi ini merupakan program mengenai pendidikan lingkungan seperti kelestarian bumi, cocok batt dengan visi prungg. Selengkapnya di http://besoksenin.co/lagi-salah-satu-karya-anak-majalengka-ini-siap-nongol-di-televisi/

Edi Hidayat
Edi Hidayat via @enjoykeras

Memang kerenlah, lingkungan aja diperhatiin, apalagi…. pasti tau lah titik-titik ini maksudnya apa.

Buat sobat bsco yang ingin baca berita selengkapnya tentang Edi Hidayat, tinggal klik link http://besoksenin.co/edi-hidayat-pemuda-kreatif-majalengka-olah-limbah-jadi-berkah/, gak boros kuota kok.

2. Disha Fajar Praharini

Disha Fajar
Foto Disha Fajar Praharini

Muda, energik, dan berprestasi. Tiga kata tersebut menggambarkan atlet paralayang berbakat asal Majalengka, Disha Fajar Praharini. Dengan umur masih 20 tahunan, dia sudah kenyang dengan berbagai prestasi di bidang yang dia geluti. Diantaranya adalah (TROI) Seri I Kemuning – Jateng 2016, Juara IV Paragliding Trip of Indonesia Seri II Manado – Sulut 2016, Juara IV Paragliding Trip of Indonesia Seri III Mantar – NTB 2016, Juara III Paragliding Trip of Indonesia Seri V Painan – Sumbar 2016, Juara III Porda Jabar 2014, dan Juara IV Jogja Air Show 2016.

Pada April tahun 2017, Disha menorehkan prestasi terbaiknya saat berlaga di rumah sendiri. Dia menjadi juara 1 Trip Of Indonesia (TROI) seri ke-1 di Gunung Panten, Majalengka. Saadeesst! Selain prestasi tersebut, di tahun 2017 Disha juga menjadi juara IV Kasau CUP II, Juara IV Troi Seri 2 Maninjau, Juara 3 TROI Special event Manado, Juara 2 TROI seri V Bondowoso, dan Juara 2 Babak Kualifikasi Porda Jabar Kategori Race to Goal Putri.

Pada April tahun 2017, Disha menorehkan prestasi terbaiknya saat berlaga di rumah sendiri. Dia menjadi juara 1 Trip Of Indonesia (TROI) seri ke-1 di Gunung Panten, Majalengka.

Setelah diselisik, ternyata Disha mulai mengikuti kegiatan paralayang sejak kelas X SMA, gilss. Kalau aku dulu umur segitu masih sibuk main ke warnet, dia udah latihan paralayang aja.

baca juga Disha Fajar Praharini.

3. Zenzen Zaenudhin

Zenzen Zainudin
Foto Zenzen Zainudhin

Tumbuh di daerah yang jauh dari kota, tepatnya Banjaransari, Cikijing, tidak serta merta membuat Zenzen menjadi pemuda yang ketinggalan pendidikan. Malah, pemuda yang lahir pada 11 Desember ini memiliki ketertarikan khusus dengan dunia pertanian. Ketertarikan ini membuat dia terus belajar, sehingga tidak heran ketika bersekolah di SMKN 1 Maja dia menjadi bagian dari OISCA (sebuah lembaga pertanian Jepang yang bekerjasama dengan Indonesia), bahkan nyaris dikirim ke Jepang sebagai pertukaran pelajar pertanian, hanya saja orang tuanya tidak mengizinkan.

Pada 2014, Zenzen mulai kenal dengan dunia bloging. Dia pun memutuskan ingin berkarya juga, tapi sesuai topik yang dikuasai; pertanian. Kombinasi dua hal itu lah, yang membuat website Agrotani lahir.” Website Agrotani hadir untuk solusi para jomblo memberikan pengatahuan untuk para petani dan para pelaku utama dunia pertanian. Memang didesain demi meningkatkan SDM Pertanian kita,” tukasnya.

Puncaknya, Zenzen diundang ke Departemen Pertanian dalam acara bertajuk “Agrinext Expo,” bersama dengan AgriMax, “AgriMax lebih ke ekspo, dia mendorong petani untuk mau berkarya dan memamerkan karyanya, sedangkan Agrotani milik saya untuk memberi pengetahuan kepada para petani,” dia menjelaskan. Bahkan, di sana Zenzen ditetapkan sebagai salah satu pengisi seminar. Membanggakan sekali, mengetahui generasi muda Majalengka sudah mampu seperti itu. Dengan kata lain, Zenzen sudah diakui hingga tingkat nasional.

Bahkan, di sana Zenzen ditetapkan sebagai salah satu pengisi seminar. Membanggakan sekali, mengetahui generasi muda Majalengka sudah mampu seperti itu. Dengan kata lain, Zenzen sudah diakui hingga tingkat nasional.

Buat sobat bsco yang ingin mengetahui berita selengkapnya, silahkan buka link http://besoksenin.co/mengenal-zenzen-bloger-asal-majalengka-yang-sudah-diakui-kementrian-pertanian-indonesia/ yaa.

4. Dekat Toha

Deka Toha
Foto Deka Toha

Disaat anak berumur 17 tahunan sibuk bermain mobel lejen, Deka Toha lebih memilih sibuk bermain bola. Kesibukan sekaligus hobinya ini membuat dirinya naik daun pada tahun 2017. Secara mengejutkan, namanya masuk kedalam 32 besar seleksi timnas Indonesia U-19. Selengkapnya di http://besoksenin.co/bangga-ada-nama-anak-majalengka-dalam-daftar-tc-timnas-u19/

Deka berkesempatan merumput bersama Egy “kelok 9” yang dijuluki Lionel Messi asal Indonesia. Kala itu, Deka dan pemain seleksi lainnya mengadakan latih tanding melawan Patriot Candrabahaga FC, selengkapnya di http://besoksenin.co/deka-toha-diturunkan-timnas-u-19-berhasil-menang/

Meskipun gagal menembus tim utama U-19, prestasi Deka ini patut diberi apresiasi dan dijadikan motivasi buat dedek-dedek yang masih sekolah untuk kedepannya bisa mengharumkan nama Majalengka dan Indonesia di kancah Nasional maupun Internasional.

Meskipun gagal menembus tim utama U-19, prestasi Deka patut diberi apresiasi dan dijadikan motivasi buat dedek-dedek yang masih sekolah untuk kedepannya bisa mengharumkan nama Majalengka dan Indonesia di kancah Nasional maupun Internasional.

5. Eman Sulaeman

Eman Sulaeman
Eman Sulaeman via Liputan 6

Terlahir dengan kaki kanan hanya sebatas pergelangan dan kaki kiri hanya sebatas lutut tidak membuat Eman Sulaeman tumbuh menjadi sosok yang lemah. Pemuda yang terkenal tangguh dibawah mistar gawang futsal ini menunjukan pada dunia bahwa disabilitas bukanlah batas dan alasan untuk menyerah. Eman turut mewakili Indonesia di ajang street soccer Homeless World Cup 2016, dan bertanding melawan atlet-atlet bertubuh normal.

Pada tahun 2017, Eman Sulaeman mendapatkan penghargaan dari Liputan 6 SCTV awards 2017. Itu adalah sebuah penghargaan yang ditujukan untuk barisan para mantan pejuang kemanusiaan maupun lingkungan yang ada di Indonesia. Hal tersebut merupakan sebuah apresiasi dan kebanggaan terhadap mereka yang mampu menginspirasi banyak orang. Keren parah, Fix! Selengkapnya di http://besoksenin.co/membanggakan-kiper-asal-majalengka-ini-raih-penghargaan-liputan-6-awards-2017/

Pada tahun 2017, Eman Sulaeman mendapatkan penghargaan dari Liputan 6 SCTV awards 2017. Itu adalah sebuah penghargaan yang ditujukan untuk barisan para mantan pejuang kemanusiaan maupun lingkungan yang ada di Indonesia.

6. Lala Diah Pitaloka

Lala Diah Pitaloka
Foto Lala Diah Pitaloka

Layaknya cabe rawit, meskipun kecil tapi “menggigit”. Seperti itulah Lala Diah Pitaloka, meskipun masih kecil, tapi dia memiliki segudang prestasi di bidang olahraga Karate. Pada umur 10 tahun saja, Lala pernah menjadi juara di Berlin. Lah, aku aja dulu masih sibuk main kaleci dan adu bandring, Lala udah mengharumkan nama Indonesia aja, keren! Untung deh, dulu gak punya teman SD kayak Lala, soalnya kalau diganggu sedikit bisa bahaya, nanti dia keluarin jurus karatenya bahaya. Selain itu, dedek yang sempat mengenyam bangku sekolah dasar di SDN 1 Weragati ini diberi kehormatan sebagai orang yang menyulut obor PON JABAR 2016. Buat kalian yang penasaran, buka link ini yaa http://besoksenin.co/lala-karateka-cilik-asal-majalengka-peraih-emas-di-kejuaraan-internasional/

Pada umur 10 tahun saja, Lala pernah menjadi juara di Berlin. Lah, aku aja dulu masih sibuk main kaleci dan adu bandring, Lala udah mengharumkan nama Indonesia aja, keren!

Pada tahun 2017, Lala di dapuk menjadi atlet pramuka berprestasi Jawa Barat, hebat emang! Sukes terus yaa, dek Lala. Berita selengkapnya di http://besoksenin.co/lala-berhasil-meraih-scout-award-kategori-atlet-berprestasi-dari-kwarda-jabar/

7. Riska Putri Hermawan

Riska Putri Hermawan
Riska Putri Hermawan via @komanqrapto

Banyak orang belum tahu, bahwa pada gelaran SEA GAMES tahun ini di Malaysia, ada salah satu atlet asal Majalengka yang berhasil menyumbangkan medali, dialah Riska Putri Hermawan. Gadis asal sal Kecamatan Palasah, Kabupaten Majalengka ini turun dalam kategori silat artistik, berpasangan dengan Ririn Rinasih. Mereka berhasil medali perunggu. Selengkapnya http://besoksenin.co/dari-majalengka-atlet-ini-sabel-medali-pada-sea-games-malaysia/

Selain cantik, Riska juga berprestasi, pasangan-able banget.

 

 

Facebook Comments

Post Author: Riza D. Januar

Cowok yang pernah nolak cewek dengan alasan, "maaf aku terlalu ganteng buat kamu".

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.