8 Reaksi Ini Akan Orang Lain Berikan Ketika Berkenalan dengan Orang Majalengka

Lazimnya ketika seseorang berkenalan, mereka akan saling ngobrol, kecuali kamu kenalannya sama Limbad. Obrolan seperti “Nama kamu siapa?” “Kamu dari mana?” akan segera dimulai. Nah, apa respon dari seseorang ketika berkenalan dengan orang Majalengka?

 

1. Dahi mengerut, garuk kepala, lalu bilang, “Majalengka itu di mana ya?”

Majalengka itu di mana ya via pixabay

Walaupun beberapa tahun terakhir Majalengka sudah agak dikenal, tetapi pertanyaan “Majalengka itu di mana?” masih cukup sering terjadi, mungkin ketika mendapati pertanyaan seperti itu, bisa saja kamu langsung berharap seandainya kamu ini Limbad. Yang tidak harus menjawab semua jawaban.

Cobalah jawab dengan “Kamu nggak punya TV ya?” bukan tanpa landasan, karena BIJB ini tengah menjadi sorotan, provinsi sebesar Jawa Barat memiliki project besar seperti itu, tentu banyak menyita perhatian. Presiden kita pun, Joko Widodo sudah pernah singgah di Majalengka demi menengok lokasi BIJB di Kertajati. Sepertinya pertanyaan ini juga menjadi alasan orang Majalengka yang menolak mengakui berasal dari Majalengka, karena tidak ingin ribet menerangkan panjang lebar.

 

2. Bertanya, tapi ngeselin

“Majalengka Jawa Barat Juga? Emang ada kota bernama Majalengka di Jawa Barat?”

Coba tanya balik saja. “Dulu pas SMP, gak pernah ikut pelajaran IPS ya?”

Poin kedua juga cukup sering, pasalnya kebanyakan kabupaten di Jawa Barat memang sudah terkenal di seantero Indonesia, seperti Garut, Bandung, Bogor, Bekasi, bahkan tetangga kiri kanan: Cirebon dan Sumedang. Sedangkan Majalengka masih banyak orang Indonesia yang belum tahu kalau ada Majalengka di Jawa Barat.

 

3. Bertanya dengan polosnya. “Majalengka saudaranya Majapahit?”

Yang bikin orang gak tahu ada Majalengka di Jawa Barat, mungkin karena kemiripan nama ini, mereka menjadi berpikir kalau Majalengka dekat Majapahit dan ada di Jawa.

 

4. “Majalengka sebelah mananya Kadipaten?”

Orang lebih mengenal Kadipaten daripada Majalengka via @cepdolfo

Ini juga gak bisa dipungkiri, kalau ada beberapa kecamatan yang lebih terkenal dari Majalengka-nya sendiri seperti Kadipaten atau Jatiwangi.

 

5. Nyanyi “Borondong garing…” atau bertanya “Majalengka yang dekat Rancaekek ya?”

Kalau mengalami poin ini, artinya kamu sudah mulai masuk bertemu dengan orang yang sok tahu.

“Borondong garing.” Tiba-tiba dia langsung bernyanyi.

“Majalaya eta mah! Kamu udah mah salah, tarik, sambil nyanyi deui!” Iya, marahin aja.

 

6. Mimik meyakinkan, sok punya wawasan luas. “Tau dong, daerah yang sebelum Nagreg kan?”

Tipe orang sok tahu lainnya adalah ini.

“Majalengka daerah sebelum Nagreg kan?

“Eta Cicalengka!”

“Oh berarti Majalengka itu ditengah-tengah Majalaya-Cicalengka ya?”

“Bukan!”

“Oh, Majalengka itu gabungan Majalaya-Cicalengka kan?”

Gelut wae yuk!”

Sabar-sabar! tahan emosi.

 

7. “Daerah bola ya? Ceritain Pabriknya kayak gimana!”

Via Dedy Baguer

Tentu saja, tidak semua orang tidak tahu Majalengka, ada yang tahu juga. Salah satunya pasti mengenai bola. Bola Majalengka ini memang selalu menjadi pembicaraan setiap kali piala dunia, karena selalu ikut andil dalam turnamen 4 tahun sekali itu. Ketika diminta begini, apa yang harus kita jawab? Bahkan kamu tidak tahu pabriknya di mana? Main-main atuh Kadipaten sini, meskipun Pabrik Bola Majalengka bukan rumah gebetan. Apalagi rumah mantan yang mamanya nanyain kita.

 

8. “Majalengka digoyang!”

Poin 8 ini bisa jadi yang paling ngeselin. Bingung sih, ketika mendengar “Majalengka digoyang!” karena mau bergoyang bagaimana, gerakan goyang Majalengka juga sebenarnya tidak ada. Meskipun sebenarnya ini bagus juga sih, bisa jadi masuk mindset orang lain kalau warga Majalengka itu sejahtera, sampai bergoyang terus. Namun “Majalengka digoyang” ini harus segera kita hapus dari kepala orang, karena rasanya tidak punya value apa-apa. Coba kalau yang orang ingat tentang Majalengka adalah curugnya misalnya, itu akan memberikan pengaruh yang lebih baik lagi.

 

Dari ke-8 respon ini rasaya tidak ada sebuah respon yang betul-betul positif, ini adalah tugas kita sebagai generasi muda Majalengka untuk membangun citra kota tercinta ke arah positif. Meskipun kami sangat yakin, sekarang ke-8 respon ini masih sering terjadi, tapi dengan beberapa prestasi dan kemajuan yang Majalengka miliki, semua orang akan tahu Majalengka dalam waktu dekat. Semoga begitu. (Riza Dwi Januar/Tommi Pringadi)

Facebook Comments

Post Author: Tommi Pringadi

Seorang jomblo profesional yang bercita-cita bikin sunatan massal. I am not player, i am the game. :))

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.