Pergi ke 10 Destinasi Wisata di Sindangwangi Ini, Bisa Bikin Kepalamu Jernih Lagi

Meski berada di ujung perbatasan, tetapi Sindangwangi masih selalu punya daya tarik bagi masyarakat Majalengka dan sekitarnya. Primadona Pariwisata Majalengka, dan tetap dikenal sebagai sebuah tempat untuk mem-piknik-an diri dari generasi ke generasi. Seperti sebuah potongan surga yang terjatuh ke nusantara, dengan segala potensi alamnya.

1. Kebun Durian

Generasi muda Majalengka pasti banyak yang nggak mengira kalau ternyata ada kebun durian di Sindangwangi! Sensasi makan durian langsung di tempat nggak usah jauh ke luar kota! Lokasi : Desa Ujungberung (Foto: Dede Sulaiman/Kec. Sindangwangi)

Berada di Desa Ujungberung, kamu hanya tinggal mematok  RM Neung Euis sekitar dibawah 100 meter ke arah barat di kiri jalan. Biaya masuknya masih gratis, guys. Mungkin di Majalengka banyak penjual durian, tetapi di sini kita bisa makan durian langsung dari pohonnya, dan tentu saja sambil menikmati view hijau bebukitan seluas 15 hektar di sekelilingnya. Kamu bisa langsung memakan durian khas Sinapeul di tempat dengan harga yang masih terjangkau. Selain itu, di bukitnya kita juga bisa hiking, climbing, dan saking masih alaminya di sini sering dijumpai kera. Tidak heran, di tempat ini sering kedapatan pengunjung dari Cirebon. Tuh, masa kamu sebagai orang Majalengkanya sendiri belum pernah datang?

2. Tirta Indah

Sebentar lagi lebaran. Datangi Tirta Indah sekarang, karena Tirta Indah selalu penuh setiap lebaran, sampai susah masuk. (Foto: Amri)

Mayoritas masyarakat Majalengka pasti sudah tahu dengan Tirta Indah. Kolam renang modern ini memang sudah tersohor, dan setiap weekend sudah pasti padat. Fasilitas yang ditawarkan  memang tergolong lengkap, di sini ada kebun binatang mini, arena ATV, dibelakangnya juga ada gunung Jajar sebagai pemandangan yang tak bisa dibayar. Pengunjung juga datang dari Cirebon, Indramayu, dan Kuningan.

3. Talaga Herang

Ini yang jadi primadona di zaman 2000-an. Dedek-dedek nggak bakal tahu kayaknya. (Foto: Dede Sulaiman, kec. Sindangwangi)

Di Sindangwangi ada yang disebut sebagai kawasan tujuh Talaga, dan Talaga Herang ini yang akan pertama kita bahas. Terletak diantara desa Jerukleuet, Lengkong Kulon, dan Padaherang. Salah satu objek wisata pertama di Sindangwangi yang ramai dikunjungi sekitar sebelum 1990an, pernah menjadi primadona Majalengka sampai tahun 2000. Tarif masuknya hanya 5000 rupiah, dan akses dari jalan raya sekitar 2km saja, selebihnya tersedia jalan aspal yang mulus hingga ke lokasi.  Di Talaga Herang kamu bisa berenang dengan ikan dengan air yang super jernih. Tersedia pula rumah makan, makanan khasnya ya ikan. Airnya tidak pernah surut, hingga dimanfaatkan oleh 5 desa untuk sawah. Awalnya tempat ini pemancingan, karena ada peluang untuk dijadikan objek wisata, masyarakat berkomitmen dan membuat kesepakatan bersama untuk menaman ikan, lalu jika sampai ada yang kedapatan memancing, dia harus mengganti 15 kg ikan dimasukan ke Talaga Herang.

3. Talaga Nila

Ibu muda yang cantik ini aja terlihat menyatu dengan keindahan Talaga Nila ini. Satu-satunya yang gak indah, dia sudah punya suami. Lokasi Desa Padaherang (Foto: Dara Andryani)

Talaga Nila ini memang yang paling banyak digunjingkan dan dielukan di Majalengka selama dua tahun terakhir. Hingga My Trip My Adventure, Para Petualang Cantik pun tak mau melewatkan, mengambil objek ini dan menyisihkan objek lain di Majalengka. Sebetulnya Talaga Nila dari dulu juga sudah ada, cuma baru booming beberapa tahun terakhir, masyarakat sekitar sudah hapal dan pribumi menyebutnya “Talaga Nila,” namun karena airnya yang biru; para pengunjung kerap juga menyebut Telaga Biru, atau Telaga Tosca. Di sini kamu diperbolehkan berenang, tapi khusus untuk yang bisa berenang saja, karena kedalamannya mencapai 7 meter. Keunikannya, kalau pertengahan musim kemarau sampai awal musim penghujan surut terus berubah warna hijau. Dan biasanya kalau sudah kering, ditanami jagung. Kemarau kering, mulai penuh lagi pertengahan musim penghujan, saat debit air full baru kelihatan biru. Hanya 2-3 bulan biru. Kalau mau dapat birunya. Pembiasan cahaya, di bawahnya batu semua, atau dari ganggang. Saking dalamnya telaga, airnya jernih, dasar batu. Sumber airnya dari Telaga Beunteur, nyambung, aliran sungai khusus untuk tiga telaga, telaga biru, telaga loa (kondisinya hampir sama). Bayar parkir dan kebersihan, 5000. Ramai banget, waktu lebaran juga, malah banyak dari luar kota, hapal dari MTMA. Ramai dibicarakan dunia maya.

4. Buper Talaga Pancar

Tempat ini yang paling direkomendasikan, jika kamu sudah lama tidak datang, kamu pasti terkejut. Loksi : Desa Lengkong Kulon (Foto: Khiqmah)

Talaga Pancar ini memang buper, biasanya anak SD atau SMP yang nge-camp di sini: karena segi lokasi, lebih strategis, dekat dari pemukiman penduduk, jadi tidak khawatir kalau terjadi apa-apa. Talaga Pancar juga merupakan hutan pinus. Di sini, ada pohon yang tumbuh di atas batu. Talaga Pancar yang dulu bukanlah yang sekarang, jika kamu sudah lama tidak ke sini, pasti akan sedikit terkejut;  berkat tangan dingin Pak Haryono camat Sindangwangi baru, tempat ini berubah menjadi destinasi kekinian.

5. Buper/Curug Leles

Jika main ke sini niscaya kamu masih bisa menemukan sisi alami Majalengka yang mulai hiruk pikuk.Lokasi: Desa Padaherang (Foto: Muhammad Triantoni)

Buper leles, berada di kawasan TNGC. Biasanya yang kemah anak-anak SMA. Sekitar 100m dari buper, ada curug Leles. Terdapat aliran sungai juga dipinggirnya, di sana enaknya masih banyak burung-burung berkicau, sudah pasti, akan ada burung-burung berkicau. Buper ini juga merupakan hutan pinus. Kamar mandi, mushola, kantin ada. Akses dari jalan raya, sekitar 3km. Pas keluar. Kalau belok kanan. Curugnya sekitar 4-5 meter. Hanya dikenakan tarif parkir. Agak jauh dari pemukiman penduduk. 1kman.

6. Curug Baligo

Curug Baligo. Sudah titik. Nggak ada “Mutiara dari timur” Lokasi: Desa Padaherang (Foto: Adi Ryan ANS)

Curug baligo terdapat di aliran sungai Ciguntur. Mengapa namanya baligo? Lokasinya ada di blok Baligo. Gak salah kalau menyebut curug Ciguntur juga. Sungai itu pembatas antara kabupaten Majalengka dan kabupaten Kuningan. Majalengka desa Padaherang, kuningan Desa Padabeunghar. Ketinggian curug sekitar 60 meter, juga terdapat curug-curug kecil di bawahnya. Terus di awal masuk kita melewati turunan, pesawahan, terus ke sungai, dari parkiran sekitar 300m. Kadang-kadang suka ada kera dari gunung, sawahnya kadang-kadang sering dirusak oleh kera. Ada saung di atas pohon. Buat yang nungguin.

7. Situ Cikuda

Situ Cikuda yang Mempesona. Lokasi : Desa Padaherang. (Foto: Alkha Nurkhasanah)

Dari balai desa Padaherang hanya 50 meter saja, dengan luas situ 5 hektar dan bendungan. Di atas, masih banyak pohon–pohon besar yang usianya sudah ratusan tahun. Kalau ke timur, pesawahan dan kebun raya kuningan juga terlihat dari sana. Sebetulnya dekat, situ Cikuda dan Padabeunghar Kuningan. Tinggal bikin jembatan, maka kita akan sampai di Kabupaten tetangga itu.

8. Curug Cipeuteuy

Popularitas Curug Cipeuteuy semakin ke sini semakin tinggi, tempat yang semakin rapih, hingga pernah dikunjungi beberapa turis mancanegara. Lokasi: Desa Bantaragung (Foto: Dede Sulaiman?kec. Sindangwangi)

Hari lebaran raya atau libur nasional, Cipeuteuy sudah pasti super padat. Sekitar 3000 motor, pas musim lebaran. Merupakan destinasi unggulan Sindangwangi, dan yang paling ramai dikunjungi di Sindawangi, tiap weekend juga selalu penuh. Tiket hanya 12, 500, dan kamu akan mendapat banyak fasilitas.  Curug cipeuteuy, hutan pinus, gazebo-gazebo, fasilitas lengkap wc mushola, ganti baju, boleh renang dan mandi. Pengunjung Cirebon Indramayu, dan tempat budidaya anggrek. Merupakan kawasan TNGC (Taman Nasional Gunung Ciremai) administrasi, kemarin dapat penghargaan dari Presiden. Jadi benar-benar murni masyarakat yang mengelola. Pak Marta Atmaja. TNGC konservasi, tidak boleh adanya bangunan buatan. MPGC (Mitra Gunung Ciremai) dari MPGC untuk izin mengelola wisata. Diberdayakan oleh TNGC, sebagai mitra. Penataan, modal dari masyarakat. Makanya dapat penghargaan. Saat masih perhutani masih bisa ditanam, TNGC sudah tidak boleh.

Ada dua curug, satunya Cuma belum dibuka, karena masih rawan. Tracknya rawan loingsor. Fleksibel, keluarga, muda-mudi. Lesehan Bupati, kumpulan pemerintahan. Bisa pesan liwet, makan di sana. Di warung juga harga normal, kan biasanya di yang lain.

9. Buper Awilega

Tempat yang pas untuk melarikan diri dari kerasnya suasana kota, dan yang merindukan kesunyian. Lokasi: Desa Bantaragung. (Foto: MTMA Cirebon)

Jadi ada Sindangwangi mempunyai tiga buper, untuk Awilega ini biasanya yang memilih camping di sini adalah orang pecinta alam dewasa, sempat tempat ini juga dijadikan music camp oleh salah satu komunitas di Majalengka. Tempatnya memang asik banget; nyaman, sejuk dan bersih. Jika kamu ingin sekalian, akses ke sini tinggal jalan kaki dari curug Cipeuteuy sekitar 15 menit jalan kaki dari Cipeuteuy. 100 meter dari lokasi ada Batu Asahan, dan Cibulakan. Situs napak tilas, yang memiliki sejarah.

10. Terassering Ciboer

Bule dari Prancis aja sudah pernah datang ke Ciboer, masa kamu nggak? Lokasi Desa Bantaragung. (Foto: Tommi Pringadi)

Bantaragung, Desa Payung. Perbatasan sungai. Lembah, dikelilingi terasering. Padi semua.

Jika Majalengka memiliki Panyaweuyan sengkedan Bawang, maka Sindawangi adalah jenis sengkedan sawah. Yang tidak kalah dari Ubud Bali, malah mah pernah ada wisatawan dari Bali. Ciboer juga digunakan oleh Para Petualang Cantik sebagai salah satu lokasi. Di Ciboer kita juga masih bisa melihat kebo. Masuk dari desa Bantaragung ke barat sekitar 50 meter, tinggal belok kanan. Kadang-kadang ada yang sengaja untuk memburu sunset. Jika kamu tur wisata di sini, kendaraanmu akan berada di antara sengkedan sawah yang maha indah.

Jika kepalamu sudah terasa berat, mungkin sudah waktunya kamu untuk mendatangi Sindangwangi. Bagaimana?

Facebook Comments

Post Author: Tommi Pringadi

Seorang jomblo profesional yang bercita-cita bikin sunatan massal. I am not player, i am the game. :))

3 thoughts on “Pergi ke 10 Destinasi Wisata di Sindangwangi Ini, Bisa Bikin Kepalamu Jernih Lagi

    arjuna irenk88

    (10 Oktober 2017 - 21:06)

    Mantap sindangwangi teaa…

    No name

    (11 Oktober 2017 - 14:07)

    Sawah meren

    No name

    (11 Oktober 2017 - 14:07)

    Sawah nangklak meren lain terasering

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.