Home > rubrik > besokeling > Inilah 8 Moment Membanggakan Majalengka selama 2016, hingga Kancah Dunia
bolabob

Inilah 8 Moment Membanggakan Majalengka selama 2016, hingga Kancah Dunia

Sebuah tempat yang beberapa tahun lalu tidak banyak orang tahu, sebuah Kabupaten yang kalah populer dari kabupaten lainnya di Jawa Barat yang dominan, sehingga kadang-kadang orang tidak tahu bahwa ada Majalengka di Tatar Pasundan. Segenap warga kota Angin seakan berbenah menyambut hadirnya Bandara Internasional di tempat kelahiran 2018 mendatang.

Inilah 9 moment membanggakan Majalengka.

1. Kiper Terbaik Homeless World Cup 2016 – Eman Sulaeman

bolabob
bolabob

Jika tahun lalu Majalengka menjadi juara bidang olahraga tingkat dunia melalui Karate yang dibawa oleh Lala Diah Pitaloka di Berlin, Jerman. Tahun ini, tepatnya Juli lalu: Majalengka memiliki Eman Sulaeman, pemuda asal Desa Tegalsari, Kecamatan Maja menyabet gelar kiper terbaik seantero Bumi versi piala dunia Tunawisma tersebut, meski timnas garuda gagal menjadi kampiun. Memang, menurut keterangan: pemuda yang akrab disapa Sule ini menjadi pusat perhatian dan mendapat banyak simpati dari para penduduk Glasgow, ia menjadi bintang di ibu kota Skotlandia itu. Pun ketika pulang ke tanah air, berbagai media cetak maupun daring, antri mewawancarainya, viral, dan menjadi kebanggaan para penggemar dunia sepak bola negeri ini, hingga diundang ke Talkshow acara televisi nasional.

 

2. Handy Kara

handy-kara4

Nama Handy Kara sudah meluas di Majalengka sejak agustus tahun lagu; ketika ia tiba-tiba memberikan surprise karena poster buatannya berhasil masuk 5 besar terbaik dunia untuk Design Alt Poster, prestasinya tersebut sekaligus memberikannya tiket masuk ke Posterspy: sebuah wadah untuk para pembuat poster terbaik dunia. Handy Kara yang juga sebagai Penyiar Stara Radio, bulan agustus 2016 ini juga membuatkan poster untuk film OUIJA garapan Universal Picture, poster buatannya sudah terpampang megang di Los Angeles, AS. Keren bukan?

3. Partisipan One Beat – Tedi En (Vokalis Hanyaterra)

tedi-swiss

Berbicara tentang kancah dunia, sepertinya kita tidak bisa lepas dari anak-anak Jatiwangi. Agustus 2016, Tedi En sang Vokalis Hanyaterra tembus ke 1beat. 1beat sendiri adalah program exchage musik yang berbasis kehidupan sosial khusus untuk musisi-musisi inovatif dari seluruh penjuru dunia, membuat project kolaboratif yang dirancang untuk memberi dampak positif pada masyarakat lokal dan global. 1beat diinisiasi langsung oleh Departemen Luar Negeri Pendidikan Budaya Amerika Serikat, dan diproduksi oleh Found Sound Nation. Hebatnya, 1beat ini terbatas untuk 25 terbaik dari dunia, dan Tedi dari Jatiwangi, Majalengka, Indonesia adalah satu-satunya musisi dari dan mewakili Asia Tenggara.

 

4. Grup Band diundang Denmark – Hanyaterra

Alma Noxa
Alma Noxa

Kopenhagen – Denmark; dari Amerika kita kembali ke Eropa. Sebelum berangkat ke 1beat Tedi juga ikut rombongan Hanyaterra yang berada di Denmark pertengahan Agustus – pertengahan September. Kali ini bukan hanya sang Vokalis, turut juga personil Hanyaterra yang lain: Ahmad Thian, Agung Andzar Fauzan. Personil additional: Kiki Permana. Manager: Ismal Muntaha, dan Dokumenter: Alma Noxa. Ke 6 orang ini di Kopenhagen dalam rangka memenuhi undangan Images Biennale 2016, yang merupakan salah satu perhelatan seni terbesar di negara-negara Nordik, lalu turut mengundang pula seniman dari Asia, Eropa, Timur Tengah, Afrika dan seluruh penjuru dunia. Hanyaterra akan mengikuti sebuah program bertajuk ArtLab, di mana mereka akan membuat karya musik selama satu bulan untuk kemudian dipresentasikan dalam acara Alt_Cph 2016. Yang lebih membanggakan, Hanyaterra juga berkolaborasi dengan Rasmus, salah satu personil Efterklang, band ternama Denmark. Ternyata ini bukan kali pertama Hanyaterra menginvasi Eropa, 2 tahun sebelumnya Hanyaterra menggelar konser di Polandia.

 

5. Asian Kultural Centre Festival – Loranita Theo dan Yopie Nugraha

Foto Yopie Nugraha
Foto Yopie Nugraha

Masih dari Jatiwangi art Factroy, di penghujung agustus 2016, kita mengirimkan dua perwakilan untuk memenuhi undangan  Asian Cultural Centre Festival yang pelaksanaannya juga bertepatan dengan Korea Biannale. Loranita Theo yang menjabat sebagai Direktur JaF tahun ini ditemani oleh Yopie Nugraha. Keduanya berada seminggu di Kota Gwangju (sekitar tiga jam dari Seoul). Ini adalah sebuah event penting yang tidak sembarang seniman bisa mengikuti, untuk Indonesia, Asian Cultural Festival hanya mengundang Loranita dan Yopie.

 

6. Penyulut Api PON Jabar – Lala Diah Pitaloka

Lala Diah Pitaloka via Brilio
Lala Diah Pitaloka via Brilio

Prestasi Lala yang mentereng sebagai juara dunia karate tingkat junior tahun kemarin di Jerman, membawanya menjadi penyulut api PON Jabar 2016, september kemarin. Jika Jokowi tidak kelelahan, Lala akan menerima apinya langsung dari Presiden RI ke-6 tersebut. Setelah menjadi tuan rumah PON tahun ini—karena jumlah provinsi di Indonesia berjumlah 34, maka mungkin butuh belasan tahun lagi Jawa Barat kembali menjadi tuan rumah, dan tahun ini; penyulut api PON-nya adalah anak ajaib dari Desa Weragati, Palasah, Majalengka.

 

7. Final Musabaqah Kitab Kuning Nasional – Mohammad Aminullah

Kitab kuning via nu.or.id
Kitab kuning via nu.or.id

Kali ini datang dari dunia Santri. Mengutip NU online, prestasi membanggakan ditorehkan santri asal Majalengka, Mohammad Aminullah. Santri Pondok Pesantren Al-Khudlari Cigasong asuhan KH Ahmad Umar ini berhasil meraih juara pertama babak Penyisihan Musabaqoh Kitab Kuning Tingkat Nasional yang digelar di PP. Assalafie Babakan, Ciwaringin, Cirebon pada April lalu.  Aminullah dipastikan lolos ke babak final, dan bersaing dengan 123 finalis lain dari berbagai pesantren di seluruh Indonesia.

 

8. Majalengka menerima Halal Award

Foto Miraj
Foto Miraj

Oktober 2016, Kabupaten Majalengka menerima penghargaan Halal Awards dari Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI) karena dianggap memiliki komitmen khusus terhadap pengembangan, edukasi, informasi dan sosialisasi halal kepada masyarakat serta kalangan industri makanan. Ini tentu saja sangat baik bagi Majalengka yang sedang menghadapi BIJB, dan diharapkan bisa menjadi stimulus dan pecutan untuk industri di Majalengka, terutam industri makanan.

Itu tadi, semoga Majalengka bisa terus lepas landas dan semakin mengangkasa! (Tommi)

Facebook Comments

About Tommi Pringadi

Making history

Check Also

Youbi Crispy, Sensasi dan Inovasi Menikmati Ubi dengan Cara Baru!

besoksenin.co – Kita sebagai orang Majalengka, generasi zaman now atau old, pasti akrab dengan ubi. …

Tinggalkan Balasan