Home > rubrik > besokbaper > Aku Selalu Siap Berada Disampingmu, Sekalipun Kau Terpuruk

Aku Selalu Siap Berada Disampingmu, Sekalipun Kau Terpuruk

besoksenin.co – Aku selalu berharap ada di sekelilingmu, bernafas disekitarmu , berkehidupan yang layak bersamamu. Entah mengapa hal itu selalu terpikirkan sedangkan aku tahu sendiri, kau tak pernah menyapa perempuan kecil lusuh yang selalu memandangmu-aku-

Aku via pexels

Aku selalu berharap bahwa di setiap peluhmu, kamu mengingat setitik aku. Entah itu senyumku atau mungkin hanya kibasan bayangku. Aku tau, semua tak mungkin.

Hujan bersamamu via Pexels

Aku yang selalu memandangmu dari celah kecil, melirikkan kuat-kuat bola mata saat kau berada di ujung penglihatanku, aku yang selalu berlari-lari kecil hanya untuk memandang punggungmmu, sungguh aku yang rela meninggalkan payungku agar dapat berteduh bersamamu, meski tak hanya berdua. Aku cukup senang dapat menghabiskan hujan di sampingmu. Sungguh itu aku, aku yang tak pernah terlihat olehmu.

Sakit hati via Pexels

Kemarin badai datang dan memporak-porandakan bentengmu, usahamu, dan doamu selama ini. Lahar api keluar meletup-letup membakar pengharapanmu. Aku tau rintikkan air matamu jatuh deras sampai kau menutupi wajahmu dengan topi, menutupi matamu dengan kaca mata hitammu. Aku tau air matamu bahkan untuknya yang pergi bersama orang lain. Tapi apakah kita tak bisa berbagi beban? Tak hanya kau yang merasakan perih ini.

Baca juga: Sungguh, Aku Tak Perlu Ucapan dan Janjimu. Aku Butuh Pembuktianmu

Aku sadar tentang strata dan batasan yang kau buat, bahkan untuk berbagi sapa. Namun, apakah salah jika aku menyukai senyum indahmu? Apakah aku tak boleh mendapatkannya barang sekali, tuan? Aku tak ingin kehilangan senyumanmu itu. Tak apa tak tersenyum padaku, cukuplah aku mencuri pandang pada setiap senyum yang kau tebar pada orang lain.

Kamu perlu mengerti, Aku selalu siap disampingmu, bahkan bersamamu dengan kesusahanmu. Tapi apakah aku sangatlah transparan sehingga kau tak dapat beralih pandang padaku?

Aku via pexels

Aku hanya mengingatmu, aku harap kau tak ada dalam pusaran itu. Namun, Kau hanya perlu tau, bahwa disetiap debaran jantungku aku mengingatmu. Disetiap penatku aku hanya perlu membayangkan senyummu untuk menghapus peluh.

Aku hanyalah gadis kecil, berada di sudut fatamorgana, melayang-layang seperti debu yang terbawa angin. Kecil, transparan, tak nampak. Aku hanyalah gadis yang menyukai senyummu, dan rela menggantikan jiwa untukmu.

Facebook Comments

About Kuntum Mutia Umami

Full of dream!- Candu merasa

Check Also

Waspada Terhadap Permainan Momo Challenge

besoksenin.co – Momo Challenge. Seantero jaga media kemarin dihebohkan dengan beredarnya Kiki Challenge yang dimana …

Tinggalkan Balasan