Home > opini > Alasan Mahasiswa UNMA Kurang Kritis

Alasan Mahasiswa UNMA Kurang Kritis

UNMA va @youtmanual
Universitas Majalengka via @youthmanual

besoksenin.co – Mahasiswa Universitas Majalengka saat ini sedang menjadi sorotan. Hal ini karena tiga hari yang lalu ada ajakan untuk menolak aksi demo dan memilih selfie, kongkow, fokus mencari nilai bagus, dan bersifat apatis. Luar biasa anda! Hehe

Bagi yang belum tahu, ajakan itu muncul di akun Instagram @unmahits_ yang dikelola oleh salah satu mahasiswa UNMA. Bagi yang belum tahu, sebelum dihapus, postingan tersebut dihiasi 300 komentar, kebanyakan isinya bentuk protes dan kekecewaan dari banyak orang, termasuk dosen, alumni, hingga mahasiswa UNMA yang lain. Bagi yang belum tahu, selain menghapus postingan tersebut, admin juga membuat surat pernyataan permintaan maaf terkait postingannya yang membuat gaduh dan merugikan beberapa pihak. Dia mengakui bahwa postingan tersebut murni dari dirinya sendiri, tidak ada intervensi dari siapapun.

Pola pikir admin dari @unmahits_ memang tidak bisa di-generalisir menjadi pola pikir seluruh mahasiswa UNMA. Ada beberapa mahasiswa yang masih berjiwa kritis, mereka ikut aksi di beberapa daerah seperti Cirebon, Bandung, Jakarta. Bahkan ada isu hari Senin, 30 September 2019 nanti, mahasiswa UNMA akan ikut aksi menuntut agar DPRD Kabupaten Majalengka mendorong DPR RI untuk membatalkan RKUHP dan menolak UU KPK di depan gedung DPR Majalengka.

Meski demikian, menurut saya mahasiswa UNMA memang kurang kritis. Meskipun tidak ekstrim seperti pemikiran admin @unmahits_, mahasiswa UNMA seolah terlalu nyaman dengan kehidupannya sehingga matanya tertutup dengan masalah sosial.

baca juga : Saya Ingin Menggampar Mahasiswa

Salah satunya tercermin dari sikap Badan Eksekutif Mahasiswa UNMA. Coba tengok akun instagram @bem_unma yang masih santuy. Tidak ada tanggapan ataupun sikap kritis yang diambil oleh mereka terhadap masalah yang sedang terjadi di Negeri ini.

Feed instagram mereka, tidak ada postingan yang sifatnya mengkritisi masalah sosial. Hanya berisi informasi kegiatan dan ucapan jika ada hari-hari penting.

Sifat kurang kritis mahasiswa UNMA ini bisa timbul karena faktor lingkungan. Mayoritas mahasiswa adalah orang Majalengka, sehingga keresahan yang dirasakan dan cara memandang masalah tidak terlalu banyak perbedaan.

Berbeda dengan kampus lain yang mahasiswanya datang dari berbagai daerah di Indonesia. Perbedaan kultur membuat keresahan dan cara pandang mereka tidak sama. Semakin banyak sudut pandang dan pendapat, berbanding lurus dengan kompleksitas sebuah diskusi. Hal ini akan merangsang otak mereka untuk berpikir kritis menghadapi masalah yang ada.

Disamping itu, karena di rumah sendiri mahasiswa UNMA merasa nyaman. Dekat dengan keluarga, teman di mana-mana, kurang enak apalagi coba?

baca juga : Gelanggah Olahraga kok jadi Serbaguna?

Dengan keadaan begini, mahasiswa terbagi menjadi dua. Ada yang ingin hidup senang-senang, memanfaatkan waktu kosongnya untuk bermain-main, ada juga yang memiliki mindset ingin lulus cepat, dapat nilai tinggi, lalu bekerja, tanpa memikirkan pengalaman lain yang bisa didapatkan saat kuliah untuk melatih cara berpikir kritisnya.

Sebagai agent of change, mahasiswa tidak hanya bisa diam. Pepatah “Diam itu emas” tidak pas jika diterapkan sekarang. Ditengah banyaknya masalah yang terjadi di negara kita tercinta, sudah saatnya mahasiswa bersuara.

Eh tapi ini pendapat saya. Mungkin mahasiswa UNMA masih menerapkan pepatah “diam itu emas”. Makannya sekarang masih diem-diem bae.

Facebook Comments

About Riza D. Januar

Cowok yang berwajah susah | Susah dilupain

Check Also

Tanggapan untuk Penulis “Alasan Mahasiswa UNMA Kurang Kritis” yang Sok Tahu

Mahasiswa via Tribatapolresmajalengka besoksenin.co – Ketika poster artikel “Alasan Mahasiswa UNMA Kurang Kritis” di posting …