Home > Fitri Kinasih Husnul Khotimah (page 8)

Fitri Kinasih Husnul Khotimah

Aku adalah sepenggal diksi yang siap kau jadikan puisi.

Aku Menunggumu di Kota Angin (lagi)

Hai, Angin. Bawalah ia kembali ke kotamu. Ada satu jejak yang ia tinggalkan disini setelah ia pergi dari kotamu. Angin, tolong sampaikan padanya jejak itu tlah mengganggu fikiranku dan membuat hatiku selalu tertuju padanya. Berulang kali aku mencoba untuk menepisnya, tapi apa daya ku tak bisa melawan gravitasi hati yang …

Read More »

Canting Diujung Genteng

  Usang! Tak bertuan Terlantar di pelataran Tergeletak tak diletakkan Ujung runcing lama tak bergoyang Ditengah maraknya globalisasi bertahan Menunggu belas kasih ditengah terpaan gelombang Punah! Tak dipelihara Hanya Si keriput mencintanya Tak ada peran generasi muda cinta budaya Dimana letak nurani anak bangsa ? Kembalikan Canting berlenggok ria diatas …

Read More »

Majalengka, Sampai Jumpa di H-Lebaran

Hai Majalengka! Kau baik-baik saja kan? Sebelum aku berjuang dengan soal-soal UAS dari berbagai mata kuliah, izinkan aku menyapamu lewat tulisan ini. Oiya, terimakasih atas waktumu yang telah menemaniku dalam beberapa hari di awal ramadhan tahun ini. Sejujurnya aku tak ingin pergi lagi dari kotamu. Aku ingin ramadanku genap bersamamu. …

Read More »

Majalengka, Aku Ingin Ramadhanku Bersamamu

Hai, Lenka! Bagaimana kabarmu disana? Masih ingat kan tentang panggilan sayangku untukmu, Lenka? Ya, Lenka panggilan kesayanganku untukmu tanah kelahiranku yang senantiasa di hatiku. Tlah lama aku tak menyapamu lewat tulisan-tulisanku. Maafkan aku yang akhir-akhir ini terlalu sibuk dengan setumpuk tugas-tugas yang dikejar deadline. Terlalu sibuk dengan kuis-kuis yang diberikan …

Read More »

Majalengka, Izinkan Aku Pergi Untuk Sementara

Hai Lenka,.. Ya, Lenka. Panggilan sayangku untuk Majalengka ku tercinta.Terimakasih tlah mendekap aku dalam keindahan alammu. Dengan berat hati aku harus mengucapkan ini padamu. Mengucapkan kata yang tak pernah ingin ku ucapkan padamu karena aku begitu mencintaimu. Kata yang terlalu sulit untuk ku lontarkan lewat suaraku. Kamu terlalu berharga. Kamulah …

Read More »

Majalengka, Tanah Agropolitan

  Ku goreskan pena pada selembar suci Tinggalkan jejak tinta dalam serangkai harapan Asa bergelayut dalam setiap gelembung mimpi Tertulis cita tinggi tuk Majalengka agropolitan   Ku amati wajah tanahku berevolusi Si pencakar langit satu per satu lahir disini Wajahnya kusam ternodai asap industri Pemuda desa migrasi tinggalkan ladang pertiwi …

Read More »

Majalengka di Ruang Nostalgia

Hujan bulan April mendesah di tepian beranda Gemerencik mutiara langit mengecup tanah Hujan kembali pulang ke kotanya Aroma ketenangan nyalakan resonansi pada ingatan   Fikiranku terbang mengawang dibawa angin ke kotanya Bertamasya pada setiap sudut di tanah kelahiranku Satu per satu menyapa ruang nostalgiaku   Si hitam manis berbahan kedelai …

Read More »

Untukmu Senja di Kota Angin, Dari Aku di Kota Hujan

Gradasi jingga di langit senja selalu hadir istimewa di mataku. Semburat sinar mentari saat senja yang singgah di pelupuk mataku merupakan moment yang selalu aku nantikan. Terlebih lagi jika senja itu hadir di langit Majalengka. Di langit yang sama seperti ketika aku dilahirkan Mamaku 19 tahun silam. Langit Senja Majalengka …

Read More »

Salam Rindu dari Kepulauan Seribu

Dokumen pribadi penulis Hai, Majalengka! Bagaimana kabarmu disana? Ku harap kau baik-baik disana menungguku sampai aku pulang ya. Aku ingin bercerita tentangku yang sempat menginjakkan kakiku di pulau orang minggu ini. Kamu mau kan mendengarkan aku bercerita? Majalengka, Saat ragaku jauh dari dekap alammu, aku rindu dekapan itu. Padahal alam …

Read More »
WhatsApp chat