Ayu Asmiati, Pewaris Tari Kedempling Tarian Asli Majalengka

besoksenin.co – Hai sobat bsco, kali ini kita akan kenalan dengan seorang penari asli Majalengka yaitu Ayu Asmiati (36), seorang penari asal Kelurahan Simpeureum. Kenapa kita kenalan dengan Ayu? Karena dia adalah seorang penari yang memulai kembali, mengenalkan, melestarikan, sekaligus menunjukkan eksistensi bahwa Majalengka memiliki tarian khas.

Ayu Asmiati penari tari kedempling

Ayu Asmiati sudah mulai menari sejak kelas 6 SD. Sudah banyak pengalamannya dalam bidang menari. Oleh karena itu Ayu mengajak orang-orang di sekitarnya untuk mencoba melestarikan kembali tarian khas Majalengka.

Mungkin banyak juga dari sobat bsco yang belum mengetahui bahwa Majalengka memiliki tarian khas, yaitu tari kedempling. Tarian yang sudah ada semenjak tahun 1930 ini adalah budaya asli majalengka, namun memang keberadaan tarian ini sempat hilang bagaikan si dia yang tak kunjung datang ketika diminta untuk meminang.

Namun Ayu sebagai penari asli Majalengka bertekad untuk mengembalikan eksistensi budaya dengan merevitalisasi tari kedempling pada tahun 2013.

Ia mulai dengan mengajarkan tari kedempling kepada anak didiknya di sanggar Sunda Rancage yang berlokasi di Simpeureum. Usahanya untuk melestarikan kembali tari kedempling mendapatkan respon positif dari para penari dan anak didik di sanggarnya.

Seru nih kalo ikutan latihan nari bareng kamu

Tekad dan usaha Ayu tidak sia-sia, keberadaan tari kedempling sudah mulai diakui. Bahkan tari kedempling sudah sering pentas untuk acara-acara di kabupaten Majalengka.

tari kedempling ketika manggung

Nah sob, mengakui eksistensi tari kedempling adalah salah satu cara bahwa kita peduli terhadap budaya Majalengka. Mari kita jaga budaya kita, budaya asli Majalengka yang dulu pernah hilang kini kembali pulang. (asa siga lirik lagu nu vokalis na sasuke)

Rasa cinta kita ke mantan boleh hilang, tapi rasa cinta ke Majalengka jangan sampai hilang. Cintai tanah kelahiranmu dengan caramu

Editor : Fitri Kinasih Husnul Khotimah

Facebook Comments

Post Author: Erik Ichwana

Sabisa - bisa, Kudu Bisa, Pasti Bisa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.