Bahagia Itu Sederhana. Mengintip Feed Instagrammu Misalnya

Bahagia itu sederhana, mengintip feed instagrammu misalnya via Pixabay

Kevin Systrom dan Mike Krieger patut mendapatkan terima kasih saya, karena sudah menciptakan instagram. Sehingga saya tidak harus bertemu, untuk memastikan senyuman tetap ada di wajahmu. Tidak perlu menanyakan kabar, demi mengetahui kamu baik-baik saja. Tidak perlu menyapa, agar dapat mendengar suara yang kamu punya.

Saya suka membayangkan menjadi kamera ponselmu, mengetahui objek apa yang ingin kamu abadikan, dan benda yang tidak cukup baik menarik perhatianmu.

Saya bersyukur karena Zuckerberg memasukan fitur instagram stories, sebab kamu menjadi mudah berbagi apa pun hal yang sedang kamu kerjakan. Tak ada satu pun hal yang membuat saya bisa cepat tersenyum di suatu hari, selain mengetahui kamu ada di daftar pengikut yang mengintip stories saya. Tahukah kamu? Saya ingin lebih dari itu, saya ingin kamu menjadi pemeran utama dalam setiap stories yang aku bagikan. Memberi tahu dunia, bahwa saya pria yang begitu beruntung, karena memiliki banyak kesempatan dekat-dekat denganmu; manusia dengan darah campuran bidadari.

Barangkali, kamu tidak mengetahui, setiap ada fotomu di feed instagram; mata, jemari, bibir, dan isi kepala saya berhenti bergerak beberapa lama. Mata saya menatap penuh, jemari saya mengusap-usap layar handphone, bibir saya tiba-tiba menyungging, dan isi kepala saya dipenuhi berbagai kemungkinan. Kemungkinan tentang; saya lah yang menceritakanmu lelucon sehingga kamu bisa tersenyum saat difoto.

Nanti, saya ingin sekali bisa memotret wajahmu setiap hari, mengoleksi fotomu dengan berbagai gaya dan sudut pandang, hingga memori saya penuh dengan gambarmu.

Tak sadarkah kamu? Saya ambil bagian dari setiap foto yang menangkapmu, masuk di kehidupanmu, selalu ada di situasi apa pun untukmu. Itu impian.

Tetapi, sebagai seorang pria yang usianya terus meningkat, sudah bukan rahasia saya dituntut menemukan masa depan dengan segera. Meringkas waktu tidur, meninggalkan hal-hal yang dianggap tidak perlu, terus-menerus memeluk tugas dan pekerjaan. Saya tidak bisa dekat-dekat denganmu secara nyata, apalagi kita juga dipisahkan jarak. Jadi, kehadiran aplikasi tersebut begitu membantu, terima kasih instagram! (Tommi Pringadi)

Facebook Comments

Post Author: Tommi Pringadi

Seorang jomblo profesional yang bercita-cita bikin sunatan massal. I am not player, i am the game. :))

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.