Home > rubrik > Begini Alasan Mengapa Banyak Bisnis di Majalengka Gulung Tikar

Begini Alasan Mengapa Banyak Bisnis di Majalengka Gulung Tikar

Bisnis bangkrut via pixabay

besoksenin.co – Pernah lihat jajanan di depan gang, kok sekarang sudah nggak ada? atau, Cafe yang biasa kamu kunjungi bersamanya, yang penuh kenangan itu, sudah nggak beroperasi lagi. Masih terlalu banyak contoh-contoh lainnya tentang cerita kegagalan. Apa yang terjadi? apa yang salah?
Pemandangan yang berbeda ada di Saung Eurih. Ketika kami pertama sampai di lokasi saja, sudah kesulitan memarkirkan motor. Di depan sana, mobil berjejer, walaupun tidak bisa menghitung satu-persatu, saya berani bertaruh jumlahnya lebih dari 50. Kurang dari tiga bulan lalu, Saung Eurih baru saja membuka lahan parkir baru, namun tetap saja itu masih belum cukup. Waktu masuk ke dalam, terlihat antrean. Seluruh tim Saung Eurih juga nyaris tak bisa diajak bicara, karena terlalu sibuk. Menariknya, ini semua terjadi di masa pandemi. Kok bisa? Mengapa di saat bisnis lain gulung tikar, yang bertahan pun berdarah-darah mempertahankan, sementara Saung Eurih justru semakin ramai?

Mengapa Saung Eurih berbeda?

“Karena yang kalian bangun adalah dagang, yang kalian bangun bukanlah nilai. Kalau namanya dagang ya pasti ada ramai ada sepinya juga, ya wayahna.” Kang Eman pemilik Saung Eurih, langsung menjawab, to the point.

Menurutnya, kita ini terlalu fokus pada berdagang, yang konsep dasarnya adalah ekonomi: mendapat keuntungan sebesar-besarnya, dengan modal seminim-minimnya. Saat memikirkan itu memang benar, rasanya masuk akal, sebab selama ini kita hanya bergantung soal untung-rugi, sehingga lupa bahwa yang paling penting adalah kepekaan kita memahami apa yang dibutuhkan pelanggan.

“Nilai martabat ini tersemat karena aktivitas-aktivitas memahami orang lain, yang kemudian terapresiasi dengan sendirinya. Di mana saja kita bisa melakukan itu,” tambahnya.

Saat mendengarkan itu, seketika ada analogi singkat. Misalnya, keluarga saya adalah produsen opak, tetangga-tetangga juga memproduksinya. Tentu saja stock opak selalu melimpah di rumah kami. Barangkali, yang pertama adalah saya harus sadar saya ini tukang opak. Maka ketika ada tamu berkunjung ke rumah, saya akan menyuguhi mereka makanan tradisional ini.

“Pertanyaannya, bagaimana ada tamu, kalau kita tidak dianggap penting?” tanya Kang Eman. Make sense, ketika kita menemukan nilai, ia yang akan menjadi magnet dan membuat orang-orang datang, “Ini yang tidak pernah dibaca.”

Membangun nilai

Artinya, menyuguhi dan mebawakan mereka opak, masih lah belum cukup. Barangkali, sesekali saya akan mengajak mereka berkeliling dan melihat-lihat bagaimana caranya memproduksi opak, berusaha menjelaskan semua hal keren dari produk ini.

“Ketika kita sudah bertemu banyak orang. Selanjutnya, adalah tentang bagaimana caranya kita memahami, tau selera dan kebutuhan orang orang lain.”

Saya membayangkan, karena kebanyak tamu saya adalah teman-teman saya yang seumuran. Maka saya harus membuat opak ini sesuai selera anak muda. Barangkali bisa hanya soal packaging, memberi rasa-rasa baru, atau apa pun.

Baca juga: Joe Biden dan Macron Mau buka Bisnis di Majalengka? Eits, Tidak Semudah itu Ferguoso

Menurut Kang Eman, kita hanya perlu memanfaatkan apa yang sudah ada. Selama ini kita terlalu fokus menjadi keren, kita memikirkan untuk menjual Pizza, hanya karena menganggap bahwa itu produk yang keren, dan menjualnya akan menjadi keren. Lupa, kalau kita ini tukang opak. Lalu, mengapa nggak memikirkan bagaimana caranya opak menjadi keren saja?

Kalau banyak bisnis di Majalengka yang gulung tikar. Sederhana, karena nilai dan identitas tidak dibangun. (Tommi Pringadi)

Facebook Comments

About Tommi Pringadi

Making history

Check Also

Peduli Literasi, KALAMI Gelar Literasi Santri di PonPes Al-Mizan

Besoksenin.co – Keluarga Alumni Al-Mizan (KALAMI) berkolaborasi dengan Yayasan Al-Mizan Jatiwangi menginisiasi kegiatan literasi santri …

Joe Biden dan Macron Mau buka Bisnis di Majalengka? Eits, Tidak Semudah itu Ferguoso

Joe Biden buka bisnis di Majalengka? New York Times besoksenin.co – Sekarang, bahkan di tengah …