Home > berita > Benarkah Ada Kasus Seperti First Travel di Majalengka? Ini yang Sebenarnya Terjadi!

Benarkah Ada Kasus Seperti First Travel di Majalengka? Ini yang Sebenarnya Terjadi!

Benarkah ada kasus seperti First Travel di Majalengka? Foto Jemaah Bunda Wisata saat melakukan City Tour.

besoksenin.co – Kejadian ini berawal pada akhir Desember 2017 lalu, puluhan jema’ah asal Majalengka gagal berangkat umrah, publik kita pun langsung berasumsi bahwa ini kasus penipuan, layaknya peristiwa First Travel, asumsi-asumsi itu terus berkembang, bahkan hingga sekarang. Penasaran dengan apa yang sebenarnya terjadi, tim bsco menyambangi Bunda Wisata sebagai biro yang dituduh publik, yang beralamat di Desa Andir, Jatiwangi. Kami diterima dengan hangat oleh Pak Asep Bona. Lalu, apa yang sebenarnya terjadi?

Bunda Wisata didirikan tahun 2007, Bunda Wisata pada waktu itu hanya melayani wisata domestik. Semakin berkembang, mereka mulai mengisi di wisata religi, seperti ziarah, atau mengunjungi masjid-masjid. Dan sekitar 3 tahun lalu, biro yang didirikan oleh Bunda Hj. Nunung Nurbayanti ini merambah melayani umrah juga. Dengan total 14 karyawan, Bunda Wisata pernah dipercaya oleh instansi-instansi di Majalengka, beberapa Universitas, bahkan Pabrik-Pabrik di Majalengka, dalam rangka piknik mereka. Bunda Wisata memang sudah cukup matang dan besar, tetapi khusus untuk memberangkatkan jemaah ke luar negeri, mereka harus bermitra dengan pihak lainnya.

Dalam kasus ini, Bunda Wisata bekerja-sama dengan Solusi Balad Lumampah (SBL). Hanya beberapa hari sebelum jadwal keberangkatan, SBL memberikan informasi bahwa puluhan jemaah yang dikoordinatori Bunda Wisata, kemungkinan ditunda keberangkatannya. Banyak faktor yang membuat SBL harus menunda, salah satunya adalah  missed-komunikasi dengan provider visa. Karena Desember, dan kebetulan banyak orang bisa menikmati libur akhir tahun, maka itu dijadikan momentum untuk melaksanakan ibadah umrah. Jemaah yang daftar di SBL biasanya hanya 3000-an saja per bulan, membludak hingga 5x lipat.

Persiapan keberangkatan jemaah Bunda Wisata di salah satu hotel Jakarta

Singkat cerita, puluhan jemaah dari Majalengka yang mempercayakan pada Bunda Wisata gagal berangkat. Mulai dari sana, rumor berkembang, mereka disebut melakukan tindak penipuan, hingga uang yang tidak disetorkan ke pusat (SBL).

“Kesalahan tidak bisa semuanya ditumpahkan pada kami, di sini kami hanya berperan sebagai koordinator,” tutur Asep. Ia mengaku bahwa pihaknya sebenarnya turut dirugikan, materi dari pembayaran bis yang hangus. Juga moral, karena tuduhan-tudahan negatif ke Perusahaan yang ia besarkan.

Memang sejak 3 tahun lalu, lebih dari seratus jemaah sudah berhasil diberangkatkan Bunda Wisata, tanpa pernah menemui kendala apa pun. Wajar saja, jika Asep Bona sempat kalut untuk kasus yang pertama kali dihadapinya ini. Ia melakukan segala cara untuk memastikan jemaah yang tertunda itu bisa segera berangkat, termasuk bolak-bolik ke Bandung, demi memantau perkembangan, “Di sana saya sudah tidak memikirkan keuntungan lagi, yang paling penting adalah bagaimana caranya agar jemaah bisa cepat berangkat.”

Jemaah Bunda Wisata ketika melakukan City Tour di Madinah

Di Bandung, Asep bertemu dengan banyak sekali pengusaha yang sama, dan mereka sama-sama panik sedang memperjuangkan jemaahnya. Jadi guys, bukan di Majalengka saja, re-schedule sebenarnya punya kemungkinan yang tinggi di Indonesia, mengingat negara kita adalah negara dengan populasi muslim tertinggi. Dan bisa jadi ini ujian untuk niat luhur jemaah yang ingin mengunjungi Baitulllah.

Menurut  Asep, Bunda Wisata bisa menerima rasa kecewa dan marah dari jemaah. Bagaimana pun, mereka sudah bersiap-siap, lalu tiba-tiba dibatalkan, pasti memancing rasa kecewa. Mewakili Bunda Wisata, Asep meminta maaf kepada seluruh pihak yang merasa dirugikan. “Kami hanya sebagai koordinator (yang bisa bekerja sama dengan pihak lain), jadi tidak banyak yang bisa kami lakukan,” selanjutnya ia meminta kesabaran dan do’a agar masalah ini cepat selesai. Selebihnya, ia berjanji bahwa semuanya akan dan pasti diberangkatkan. “Sebenarnya jemaah tidak gagal berangkat, hanya re-schedule,” tuturnya.

Hari ini Bunda Wisata sudah memberangkatkan sebagian besar jemaah, dan hanya tinggal 2 jemaah lagi yang tersisa. “Insyaalah, akhir Januari atau awal Februari semuanya sudah berangkat,” jawab Asep. Nah guys, jadi itulah yang sebenarnya terjadi.

Tommi Pringadi

Facebook Comments

About Tommi Pringadi

Making history

Tinggalkan Balasan