Bodo Hurang, Masakan Fermentasi Andalan Urang Sunda

besoksenin.co – Temen-temen pasti tahu kimchi kan? Itu lho, sayuran yang suka dimakan sama oppa-oppa ganteng di drama Korea. Yap! Kimchi merupakan makanan hasil fermentasi yang paling popular di negeri ginseng, bahkan di dunia. Bukan hanya kimchi, tapi masih banyak makanan hasil fermentasi yang tersebar di seluruh penjuru dunia.

Di daerah tataran Sunda juga punya masakan andalan yang merupakan hasil dari fermentasi lho guys, yaitu “Bodo Hurang”. Sobat bsco yang budiman pasti belum pada tahu kan, tentang kelezatan makanan yang satu ini? Mangkanya, simak artikel ini sampai habis ya.

Bodo hurang via @djui_kurniawan

Dilihat dari segi bahasanya, bodo hurang bukan berarti makanan yang membuat kita bodoh ya guys. “Bodo Hurang” berarti “Botok Udang” dalam Bahasa Indonesia. Bodo hurang merupakan makanan tradisional masyarakat Sunda yang dibuat dari hasil fermentasi nasi, udang, dan rempah-rempah. Dengan cita rasanya yang cukup unik dan gurih, bodo hurang ini sangat cocok untuk menjadi pendamping nasi putih hangat di meja makan. Tekstur dari makanan ini hampir mirip seperti bubur dengan udang-udang kecil di dalamnya, karena hasil dari proses fermentasi, aromanya pun begitu khas dan kuat. Mungkin sebagian dari kalian kurang suka dengan aromanya, tapi sebagian besar dijamin pasti suka dengan cita rasanya.

Bodo Hurang” berarti “Botok Udang” dalam Bahasa Indonesia

Udang merah menggoda via Pexels

Daripada terus menebak-nebak soal rasanya seperti apa, mending kamu coba masak sendiri di rumah. Cara membuatnya cukup mudah kok. Pertama, cuci udang sampai bersih. Kemudian haluskan bawang merah dan bawang putih. Setelah itu campurkan udang, bawang yang sudah dihaluskan, dan nasi pada sebuah wadah. Remas-remas sampai tercampur rata, kemudian diamkan adonan tersebut selama satu hari atau lebih untuk proses fermentasi. Setelah difermentasi selama sehari, pasti kamu akan rada kaget dengan bentuknya yang seperti nasi basi, tapi setelah dimasak tampilannya tidak akan menjadi masalah karena rasanya yang menggugah selera. Setelah proses fermentasi selesai, tumis hasil fermentasi tersebut beberapa saat, kemudian masukan sereh dan daun salam secukupnya. Tuangkan air secukupnya dan masak hingga air tersebut sedikit berkurang dan adonan menjadi kesat. Angkat dan hidangkan ke dalam mangkuk cantik yang kamu punya. Mudah kan, cara bikinnya? Mangkanya, kamu harus coba di rumah terus suruh doi buat cobain hasil masakan kamu. Siapa tahu dia suka, terus jadi makin lengket deh sama kamu.

Nah! Sekarang sudah tahu kan salah satu makanan fermentasi dari tataran Sunda. Kamu juga wajib mencobanya di rumah, kemudian share kelezatan masakan ini ke teman-teman kamu. Karena dengan mengeksplor berbagai makanan nusantara, otomatis kita juga ikut berpartisipasi dalam pelestarian budaya yang ada.

Editor: Riksa Buanadewi

Facebook Comments

Post Author: Wawan Gunawan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.