Home > berita > Cerita dibalik Tiga Hari Penyelenggaraan Kano Slalom di Bendungan Rentang
Atlet yang sedang bertanding via Reyna Afifah
Atlet yang berta

Cerita dibalik Tiga Hari Penyelenggaraan Kano Slalom di Bendungan Rentang

besoksenin.co – Ada cerita menarik dari tiga hari penyelenggaraan kano slalom di bendungan rentang, Jatitujuh. Mulai dari tiket yang tidak ada kejelasan hingga H-1 pertandingan, animo masyarakat yang awalnya diragukan karena belum familiarnya cabang olahraga kano slalom, hingga banyaknya bule yang datang ke Jatitujuh. Tahu bule kan, sob? bule itu jet daratya Majalengka jurusan Cikijing – Bandung. Itu buhe, skip.

Awalnya tiket masuk untuk menonton kano slalom dijual seharga 100 ribu di website penjualan khusus tiket asian games. Namun entah apa alasannya, tiket tidak bisa dibeli. Bukan karena gak ada kuota ataupun pulsa, tapi ketika hendak mengklik tombol “beli” di website selalu gagal.

Setelah dipertimbangkan secara matang, sehari sebelum pertandingan diputuskan tiket diberi secara cuma-cuma alias gratis untuk para penonton. Setiap harinya, ada 200 tiket gratis untuk penonton yang datang ke bendungan rentang, Jatitujuh.

Atlet yang sedang bertanding via Reyna Afifah
Atlet yang sedang mengeluarkan skill terbaiknya via Reyna Afifah

Animo masyarakat yang awalnya diragukan ternyata keliru. Alih-alih banyak tempat kosong, yang terjadi malah tidak sedikit penonton yang datang harus gigit jari karena tidak bisa masuk dan harus menonton dari luar akibat kehabisan tiket. Saking tingginya animo penonton, pada hari kedua perlombaan yang bertepatan dengan hari raya idul adha, penonton sudah mengantre sejak pukul 07.30, setengah jam sebelum pintu masuk dibuka! Mereka rela berpanas-panasan untuk bisa masuk ke dalam area pertandingan.

Animo tinggi masyarakat
Animo tinggi masyarakat untuk menonton via Reyna Afifah

Alih-alih banyak tempat kosong, yang terjadi malah tidak sedikit penonton yang datang harus gigit jari karena tidak bisa masuk dan harus menonton dari luar akibat kehabisan tiket.

Selain itu, penonton yang datang ternyata bukan hanya warga lokal Jatitujuh. Ada yang datang dari Majalengka kota, Maja, bahkan ada penonton dari luar negeri. Hal ini diungkapkan oleh salah satu panitia, Reyna Afifah.

“Selain animo warga Majalengka yang tinggi, ternyata ada juga penonton dari luar negeri seperti Chinese Taipei, Malaysia, dan negara lainnya.” Ujar gadis pemilik akun instagram @reynaafifah ini.

Foto sama buhe. Eh, bule maksudnya
Foto sama buhe. Eh, bule maksudnya via Reyna Afifah

Selain datang untuk mendukung atlet Indonesia, banyak penonton yang datang untuk melihat sekaligus foto bareng bule. Momen sebelum  dan sesudahbertandingya dimanfaatkan oleh penonton untuk minta foto bareng atlet-atlet dari luar negeri.  Lumayan, ibarat pepatah sekali mendayung 3-4 pulau terlampaui.  Kapan lagi banyak bule datang ke Majalengka, kan?

 

Narasumber : Reyna Afifah

 

Facebook Comments

About Riza D. Januar

Cowok yang berwajah susah | Susah dilupain

Check Also

lomba menghias gapura

Sambut HUT RI dan Asian Games, Kominfo Selenggarakan Lomba Sarat Makna

besoksenin.co – Tahun 1962, Indonesia terpilih menjadi tuan rumah Asian Games untuk kali pertama. Waktu …