Cerita Majalengka Masa Lalu dan yang Akan Datang

Hujan sore ini tiba-tiba membuat diriku tertarik pada memori masa lalu. Sebuah perbincangan yang terjadi lebih dari 20 tahun yang lalu terlintas begitu saja di otakku.

“Dapat penugasan di mana?” tanya salah satu temanku.

“Majalengka euy,” jawabku sambil mengernyitkan dahi.

“Kamu mau pensiun atau mengawali tugas baru? Hahahaha.”

Teman-temanku tertawa begitu lepas mendengar aku mendapat penugasan di Majalengka. Tentu saja aku penasaran, di mana mereka yang tertawa lepas itu ditugaskan.

Aku pun bertanya, “emang kamu dapat penugasan di mana?”

”Bandung, Bogor, Tangerang, Bekasi,” jawab mereka serempak. Dari wajah mereka, tersirat sebuah kebanggaan yang begitu jelas kulihat.

Walau perbincangan itu sudah sangat lampau, tetapi rasanya masih tetap membekas. Sebagai pria gagah perkasa (dulu, hehehe…), yang baru selesai menempuh pendidikan di perguruan tinggi kedinasan, jujur saja saat itu aku bermimpi dapat penugasan di kota besar.

Kenapa? Pengen saja hidup dan bekerja dalam suasana kota. Maklum aku wong ndeso, lahir dan besar di desa. Kata para senior yang suka nabokin juniornya dan lebih dulu ditempatkan di sana, tugas di hinterland Jakarta-lah yang paling “menjanjikan”. Tentu mereka berkata jujur, itu bukanlah info jongklok.

Alasan lain? Tentu saja di sana ceweknya modis dan cantik-cantik wkwkwk. Yang pasti kalau ditugaskan di wilayah Botabek (Bogor, Tangerang, Bekasi), modal untuk menggaet cewek ada, bukan modal dengkul doang.

Namun, aku harus menghapus keinginan itu. Guratan nasiblah yang akhirnya membawaku ke Majalengka.

Walau dengan keterpaksaan, kulangkahkan kaki. Ke mana coba? Ya ke Majalengka atuh, sebuah kabupaten yang tidak pernah kuimpikan dan belum pernah kuinjak sebelumnya.

Begitu tiba, canda rekan seangkatan benar juga. Bayangkan, mau kuliner malam hari hanya ada joneng tonjong dan tutut pasar mambo. Mau nonton, ya ada dipaksain nonton film India jadul di bioskop Istana Bintang. Mau keren sedikit, pindah nontonnya ke Bioskop Galaxy. Kamu bisa bayangin enggak bioskopnya kayak apa? Ngeri deh nyeritainnya kalau kamu biasa nonton di Bioskop XXl.

Pantas saja kalau Bupati Majalengka sekarang, Bapak H. Sutrisno, SE, M.Si, suka menyebut kalau Majalengka masa lalu laksana desa besar atau The Big Village. Jomplang pisan kalau dibandingkan dengan Bandung dan Botabek mah, ibarat bumi dengan isinya, eh ibarat bumi dengan langit maksudnya. Sedih buanget deh.

Tapi itu cerita dulu. Kalau sekarang? Pasti nyesel tuh mereka dan aku yang tertawa begitu lepas dulu. Enggak percaya?  aku kasih tahu informasi Majalengka masa depan nih.

  1. Tempat Wisata Belanja

Walaupun masih rencana, tapi sudah mulai terlihat prospek grage untuk dibangun di Majalengka. Bila segera terealisasi, tempat nongkrong bisa bertambah bukan hanya yogya Majalengka saja. Inget yaaa, tempat nongkrong, buka tempat belanja hasil minta dari orangtua..!

 

Grage

 

wayahna yogya dulu
wayahna yogya dulu
  1. Sarana Olahraga Terpadu

Jika kalian suka olahraga, sarana olahraga terpadu akan dibangun di Desa Baribis dengan luas areal keseluruhan 14,5 Ha. Tahun ini rencananya akan dibangun stadion utama dulu dengan anggaran Rp 52 milyar, sedangkan fasilitas olahraga lainnya dibangun secara bertahap. Harap maklum aja kalau dibangun bertahap, karena total biaya yang dibutuhkan untuk membangun SOR ini lebih dari Rp 300 milyar.

 

Rencana Sarana Olahraga
Rencana Sarana Olahraga
  1. Wisata Terpadu Paraland

Wisata paralayang semakin hari semakin indah.

 

wisata paraland
wisata paraland
  1. Aerocity

Kalau cerita tentang Bandara Internasional Jawa Barat di Kertajati (BIJB) kayaknya sudah sering ya. Sampai dengan 2017, pemerintah pusat sudah menyiapkan anggaran sebesar Rp 2,1 triliun untuk membangun terminal, apron, perpanjangan runway, dan fasilitas pendukung lainnya agar bandara ini bisa beroperasi paling lambat pada 2018.

Catat tuh, Rp 2,1 triliun alias Rp 2.001 milyar alias Rp 201 ribu juta. Coba kamu tukerin uangnya sama uang kertas seribuan, harus nyiapin berapa kontainer untuk ngangkutnya hihihi

Jangan lupa barudak, di Kertajati tidak hanya akan dibangun bandara, tetapi juga akan berdiri kota berbasis bandara di atas tanah seluas 3200 Ha dan dikenal dengan aerocity atau aetroppolis. Di kawasan aetropolis ini akan berdiri kawasan industri, pusat jasa perdagangan, perumahan, dan seabrek utilitas kota modern lainnya. Apa saja peluang kerjanya? Coba simak:

Bagaimana? Tertarik? Ingin kerja di BIJB? di aerocity juga? Tidak ingin jadi penonton di daerah sendiri? Segera atuh siapkan dan tingkatkan kompetensi kamu agar mampu bersaing dengan calon pekerja lainnya. Usahakan juga memiliki kemampuan bahasa Inggris supaya kamu berkelas internasional, bukan hanya kelas nasional atau lokal saja.

Masih enggak percaya? Masih mikirCepetan nanti keduluan orang. Ingat, sukses itu milik semua orang, jangan takut gagal karena gagal itu sesungguhnya tidak ada. Yang ada adalah orang yang berhenti berusaha. Karena itu, teruslah berusaha. Mulailah dari diri sendiri, dari yang terkecil, dan dari sekarang…. semoga sukses!

Sebuah tulisan yang dikirim oleh Bapak Drs. H Yayan Sumantri M.Si, dari Bappeda Majalengka.

Facebook Comments

Post Author: Riza D. Januar

Cowok yang berwajah susah | Susah dilupain

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.