Home > rubrik > besokbaper > Cerita Tentang Lagu
Muak via pexels

Cerita Tentang Lagu

besoksenin.co – Tak sengaja lagu itu kembali berputar-putar di otak, membuat hati ini kembali meraung-raung. Lagu lama yang sudah lama terpendam dan selalu ku hindari untuk memutarnya. Entah karena terlalu fokus pada tugas-tugas yang menumpuk di long weekend ini, playlist laptopku tiba-tiba memutar lagu itu. Hancur sudah mood baik yang sedari tadi kujaga demi tugas sialan itu.

Musik itu via pexels

“Sialan” umpatku, namun tak ada niat untuk mematikan lagunya.

Mungkin itu tandanya agar aku istirahat untuk mengerjakan tugas itu, tapi sungguh luka  yang sedang dalam proses mengering seperti tersiram air jeruk, terasa perih kembali.

aku kembali mengingat betapa bodohnya diriku. Naif sekali bagi diriku yang baru mengenal kata  cinta, dimana aku tak mendengar kata orang lain, aku hanya percaya pada kata bulshit yang sering di ucapkannya seperti obat, tiga kali sehari tanpa ku muntahkan lagi.

Muak via pexels

Teramat menjijikan untuk mengingatnya. Betapa tidak ? Aku yang rela mengucapkan selamat pagi, malam, siang, sore, bahkan selamat makan tanpa balasan. Bahkan tetap melakukannya, seperti mendapat gaji saja. Aku rasa aku tolol saat melakukannya, aku hilang kendali atas diriku. Mataku buta atas kata-kata cinta yang menggelayut seperti kantung mata, tepat dibawah mata tak hendak kemana-mana.

“aku sibuk, sorry ya”

Baca juga: Tolong Pergi Dan Jangan Menoleh Lagi, Kecuali Kamu Sudah Siap

Dengan balasan sesingkat itu, kamu hanya tersenyum, dan berkata pada diri sendiri. Betapa bahagianya aku, diantara sibuknya dia, aku masih dipikirkan.

Bodoh! itu bukan karena diikirkan, aku rasa karena pesanku terlalu sering masuk dan ia begitu risi dengan segala tingkah konyol yang ku lakukan. sedangkan disisi lain ada hati yang bahagia, aku. Aku bahagia dengan kata tak berperasaan seperti itu. Betapa tak berharganya diri ini.

Akhirnya, aku tersandung dan otaku kembali pada posisinya.

Aku bahkan tak mengenalmu lagi, tak mengenalmu sebagai orang yang pernah ku puja-puji dan menempel dimana-mana setiap hariku.Bahkan aku sanggup membenci, jika hanya mendengar namamu saja.

Biarkan saja kau merengek-rengek, menarik-narik ujung kainku. Aku sungguh tak peduli. Hanya lagu ini akan mengingatkan terus betapa bodohnya diri ini, betapa pedihnya tentang memuji seseorang, karena Pujian kita hanya untuk-Nya.

(Kuntum MU)

Facebook Comments

About Kuntum Mutia Umami

Full of dream!- Candu merasa

Check Also

Waspada Terhadap Permainan Momo Challenge

besoksenin.co – Momo Challenge. Seantero jaga media kemarin dihebohkan dengan beredarnya Kiki Challenge yang dimana …

One comment

  1. Sale Zentel cialis 5mg Where To Buy Levitra Without Prescription Viagra Gel

Tinggalkan Balasan