Dampak Dibangunnya Bandar Udara Internasional Jawa Barat Bagi Masyarakat Majalengka, Positif atau Negatif?

Pembangunan Bandar Udara Internasional Jawa Barat (BIJB) adalah hal yang paling disorot dari sekian banyak pembangunan yang sedang terjadi di Majalengka. Selain diharapkan mampu mengurangi beban Bandara Soekarno-hatta, Tangerang, Bandara yang digadang-gadang akan menjadi salah satu yang terbesar di Indonesia ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat Majalengka. Akan tetapi, benarkah yang terjadi sesuai dengan harapan?

Bandar Udara Internasional Jawa Barat

Perlu sobat bsco tahu, lahan yang saat ini sedang dilakukan pembangunan, awalnya adalah sawah milik warga sekitar yang mayoritas berprofesi sebagai petani. Otomatis, mereka harus mencari lahan untuk bertani baru, atau beralih profesi.

Dalam hal ini, Pemerintah jangan kayak teman yang mau minjem duit, awalnya baik, tapi ketika sudah mendapatkan apa yang diinginkan, kabur begitu saja. Pemerintah harus ikut memberikan solusi. Seperti memberi pelatihan ketenagakerjaan kepada warga yang bersangkutan. Karena, tidak mudah apabila warga sekitar yang notabene adalah petani harus beralih profesi tanpa ada pembekalan terlebih dahulu.

Pemerintah jangan kayak teman yang mau minjem duit, awalnya baik, tapi ketika sudah mendapatkan apa yang diinginkan, kabur begitu saja

Pembangunan BIJB juga akan berdampak pada budaya dan moralitas masyarakat Majalengka. Ini perlu diwaspadai. Jangan sampai budaya sopan santun, ramah, ataupun gotong royong, tergeser oleh budaya hedonisme.

Tindakan pencegahan tentu harus dilakukan, tidak terkecuali oleh pemerintah. Mengadakan Seminar tentang kebudayaan, penanaman nilai keagamaan kepada anak sekolah, mahasiswa dan masyarakat adalah beberapa contohnya.

mengadakan pelatihan ketenagakerjaan via pexels

Terlepas dari dua hal yang terkesan menimbulkan kekhawatiran tadi, kita tetap harus menyambut positif pembangunan bandara tersebut.  Seorang profesor di University of North Carolinas Kenan-Flagler Business School , dan Direktur dari the Kenon Institute of Private Enterprise, John D. Kasarda, telah melakukan penelitian pada tahun 1993 dan menemukan bukti bahwa kawasan sekitar bandara diperkirakan mampu meningkatkan lowongan pekerjaan 2 sampai 5 kali lipat dari sebelumnya.

kawasan sekitar bandara  diperkirakan mampu meningkatkan lowongan pekerjaan 2 sampai 5 kali lipat dari sebelumnya.

Ini terbukti, banyak investor mulai menyalurkan modalnya untuk membuat pabrik di wilayah Majalengka. Tentunya ini menjadi kabar baik bagi masyarakat Majalengka, dengan banyak berdirinya pabrik, lapangan pekerjaan akan terbuka lebar.

Indahnya BIJB malam hari

Namun, perlu diingat bahwa persaingan kerja akan semakin ketat. Karena pelamar akan datang dari seluruh Indonesia, bukan Majalengka saja. Jika tidak mempersiapkan diri mulai dari sekarang, bersiaplah tertikung oleh orang luar.

Menurut saya, pembangunan BIJB ibarat keping koin, memiliki sisi positif dan negatif. Tergantung cara kita menyikapinya. Menurutmu bagaimana?.

Riza D. Januar

Ditulis oleh Riza D. Januar

Cowok yang pernah nolak cewek dengan alasan, "maaf aku terlalu ganteng buat kamu".

Lihat profil lengkap