Home > berita > Dirgahayu Majalengka: Kota Manisku Akan, Tetap dan Selalu Manis Meski Usianya Menginjak 529 Tahun
Salah Satu Bentuk Kreativitas Masyarakat
Salah Satu Bentuk Kreativitas Masyarakat

Dirgahayu Majalengka: Kota Manisku Akan, Tetap dan Selalu Manis Meski Usianya Menginjak 529 Tahun

besoksenin.co – Setiap hari ketujuh belas bulan enam, kota kelahiranku bertambah satu angka pada usianya. Namun menurutku, hal itu justru mengurangi usianya. Bertambah angka, atau mengurangi usia bukanlah hal yang penting yang akan kuceritakan kali ini. Selain masih bertanya-tanya untuk apa aku harus mengucapkan selamat pada sesuatu yang berkurang usianya, sampai hari ini aku juga bertanya: “Kenapa aku masih belum bisa melupakan kemeriahan acara kemarin?” Tolong anggukan kepalamu dan berkata “Ya, aku juga.” agar aku tak merasa sendiri. Lalu, aku akan menceritakan apa yang membuat aku tidak bisa lupa perihal hari lalu padamu.

Salah Satu Bentuk Kreativitas Masyarakat
Salah Satu Bentuk Kreativitas Masyarakat

Seperti anak bayi di bawah lima tahun, kota manisku ini dimanjakan dengan rangkaian acara yang sangat meriah untuk memperingati harinya itu. Tetapi kota manisku tidak lagi muda. Bukan lagi berusia di bawah lima tahun, atau berusia tujuh belas tahun. Mungkin saat itu—sekitar lima abad yang lalu, kota manisku masih sangat misterius. Masih ditumbuhi pepohonan rindang, dialiri sungai-sungai bersih, dan hal-hal indah lainnya. Bahkan, anak-anak pada masa dulu masih bisa menikmati kesenian, budaya, juga permainan tradisional.

Di usianya yang tak lagi muda, kota manisku semakin berkembang. Di sisi tumbuh kembangnya yang baik, kota manisku kehilangan semangat orang-orang yang melestarikan kesenian dan budaya yang dimiliki oleh kota manisku, Majalengka. Majalengka-ku bersedih. Kesedihan itu sampai terdengar ke telinga Bapak Karna Sobahi selaku Bupati yang saat ini menjabat. Pak Karna tidak ingin Majalengka-nya bersedih. Ia dan beberapa tokoh daerah tak kenal letih untuk berdiskusi, memikirkan apa yang bisa beliau-beliau lakukan untuk mengembalikan kebahagiaan Majalengka pada hari jadinya.

baca juga : Masuk 4 Besar Kota/Kabupaten Kreatif, Majalengka Buat Kejutan

Mulai dari Sidang Paripurna DPRD Kab. Majalengka, Festival Kaulinan Lembur, Pameran Ekonomi Kreatif sampai dengan acara kemarin (22/06), Helaran Festival Budaya. Sebanyak 10 Kabupaten/Kota juga turut hadir untuk menghibur Majalengka yang sedang bersedih. Mereka menampilkan kesenian dan budaya dari daerahnya masing-masing. 26 Kecamatan yang adapun tidak mau kalah. Mereka menunjukkan kreativitas daerahnya masing-masing.

Kota manisku menjadi senang, begitupun dengan manusia-manusia yang ada di dalamnya, salah satunya adalah Syifa (21). Meski ia tidak datang dengan kekasih hatinya karena memang tidak ada, ia merasa senang dan terhibur. Menurutnya, peringatan hari jadi kali ini benar-benar berbeda karena datangnya kabupaten/kota lainnya. Selain menikmati pertunjukan, manusia-manusia yang ada pada saat itu juga bisa sekaligus belajar seperti apa yang dikatakan oleh Pak Karna bahwa Helaran Festival Budaya adalah refleksi untuk meningkatkan kembali kearifan lokal.

Penampilan dari Kabupaten Lain
Penampilan dari Kabupaten Lain

Tapi, manusia tetaplah manusia. Manusia adalah tempatnya salah. Salah buang sampah juga termasuk. Manusia-manusia yang ada di sana “lupa” akan pentingnya kebersihan. Mereka tidak membuang sampah makanan atau minuman yang mereka konsumsi. Sampah berserakan di mana-mana. Padahal, membawa tempat kosong tidak seberat membawa beban hidup. Tidak seberat gunung, tidak seberat ditinggalkan seseorang saat sedang sayang-sayangnya.

Terlepas dari itu semua, Majalengka kini sedang tersenyum. Majalengka-ku, kota manisku sedang bahagia karena manusia didalamnya masih mau mengingat hari jadinya, keseniannya, juga budayanya. Semoga Majalengka menjadi lebih baik lagi, lebih bahagia lagi, lebih tabah lagi. Semoga tetap menjadi hal yang dibanggakan, juga tetap menjadi hal yang paling dirindukan. Semoga pula, ada yang bisa mencintai dan menerima pembaca tulisanku ini dengan apa adanya. Serta untuk semoga-semoga lain yang tak bisa kutuliskan satu persatu di sini yang segera disemogakan. Mari persembahkan doa terbaik dan amin yang paling serius yang kita miliki untuk Majalengka.

Majalengka Sugih Mukti, Majalengka Bagja Raharja.

 

Beli ketan, sama kamu.

Dirgahayu ke-529, Kota Manisku!

 

Editor : Riza D. Januar

Facebook Comments

About Nadila D.

Aku adalah puisi; silakan tafsirkan sendiri.

Check Also

Resepsi Hari Jadi Majalengka, Acaranya Bikin Geleng-geleng Kepala

besoksenin.co – Peringatan Hari jadi Majalengka hakikatnya bertepatan pada tanggal 7 Juni, walaupun kebenarannya belum dapat …