Home > rubrik > besokkenalan > Disha Fajar Praharini dan Kisahnya Tentang Paralayang, Prestasi, dan Majalengka

Disha Fajar Praharini dan Kisahnya Tentang Paralayang, Prestasi, dan Majalengka

Kalau ngomongin tentang ketinggian, pasti pikirannya ada yang terpesona, menyenangkan, mengharukan, bahkan ketakutan. Termasuk diberi janji manis dan harapan tinggi-tinggi. Kalau udah nyaman ya dilepasin gitu aja, ya kan? Fix itu menyakitkan. Terlalu jahat 😀

Foto: Aries Rahmat. Bisa liat rumah mantan dari atas ini mah 😀

Tapi, hal ini gak berlaku buat cewek yang namanya Disha Fajar Praharini. Cewek kelahiran Majalengka ini menganggap ketinggian adalah sebuah anugerah. Loh? Kenapa? Yap, dia memanfaatkan ketinggian buat belajar paralayang sekalian ikut seleksi atlet paralayang Majalengka kira-kira sejak dia kelas X SMA! gils gils 😀

Bersama kawan-kawan lainnya yang tergabung dalam komunitas Sang Aero Activities (SAA), dia pernah menoreh beberapa prestasi. Di antaranya, juara IV Paragliding Trip of Indonesia (TROI) Seri I Kemuning – Jateng 2016, Juara IV Paragliding Trip of Indonesia Seri II Manado – Sulut 2016, Juara IV Paragliding Trip of Indonesia Seri III Mantar – NTB 2016, Juara III Paragliding Trip of Indonesia Seri V Painan – Sumbar 2016, Juara III Porda Jabar 2014, dan Juara IV Jogja Air Show 2016.

Foto: Disha Fajar Praharini. Sendirian aja neng, butuh pendamping nih kayaknya *uhuk 😀

Menurutnya, dia bersyukur tinggal di Majalengka. Selain bisa ketemu admin bsco, juga merasakan kalau tempat paralayang di Majalengka adalah tempat paralayang terbaik dan memiliki banyak keunggulan.

“Paralayang di sini punya keunggulan misalnya tempat take off-nya udah ada dan bagus. Eh, kebetulan juga buat landing ada lapangan sepakbola Cibatu di bawah. Anginnya juga bagus. Kalau musim hujan pun masih bisa terbang dan arah anginnya pas.” Kata Cewek 20 tahun ini yang masih jomblo

Foto: Disha Fajar Praharini. Fix seru bangeeeett 😀

Hal ini juga diakui oleh Ayah Aris -begitu sapaan akrabnya-. Beliau adalah atlet paralayang Jabar, instruktur paralayang Indonesia, dan orang pertama yang nemuin tempat paralayang di Majalengka kekira tahun 2011. Beliau bilang kalau tempat ini sangat ideal untuk dijadikan tempat olahraga paralayang.

Jadi, manfaatkan kesempatan menjadi warga Majalengka yang sesungguhnya karena gak jarang orang luar negeri pun hadir menikmati kepuasan terbang di Majalengka. Salah satunya belajar Paralayang biar bisa terbang lalu memantau gebetan sedang apa dan di mana. Soalnya, kata Disha sih baru mau buka sekolah paralayang di sana. Coba aja duluu 😀

Foto: Pangeran Dirgantara. Nah itu ada sirkuit balap yang bisa keliatan dari atas, coy 😀
Foto: Net Media

Disha punya pesan agar teman-teman lainnya bisa terus berkarya dan memberi kontribusi untuk Majalengka,

“Jadilah anak-anak yang terus berkarya, kreatif, dan percaya pada diri sendiri jangan mudah dipengaruhi sama orang lain” Pesannya

Oiyaaa, buat kalian yang mau nyoba paralayang bisa datang ke sana sambil bawa uang Rp 350.000 sekali terbang. Ini pasti ditemenin kok sama instrukturnya. Yakali kalau sendirian kan ntar bisa-bisa landing-nya di sawah bahkan nyangkut di pohon orang, kayak Disha waktu dulu pertama belajar 😀

“Iyaa, dulu landing pernah nyangkut di pohon orang. Pernah juga di sawah basah…” Kata pemilik akun Instagram @dishafajar

Padahal gak apa-apa nyangkut di pohon orang daripada di hati orang yang salah. eaaak

 

Fakhrul Azharie

 

Facebook Comments

About Fakhrul Azharie

ke sana ke mari membasmi kejahatan

Check Also

Waspada Terhadap Permainan Momo Challenge

besoksenin.co – Momo Challenge. Seantero jaga media kemarin dihebohkan dengan beredarnya Kiki Challenge yang dimana …

Tinggalkan Balasan