Home > rubrik > besokkenalan > Dua Kartini Majalengka Ikuti Kejuaraan Paralayang Se-Asia Pasifik
Perwakilan Indonesia di 1st Asian FAI via @dishafajar
Perwakilan Indonesia di 1st Asian FAI via @dishafajar

Dua Kartini Majalengka Ikuti Kejuaraan Paralayang Se-Asia Pasifik

besoksenin.co – Sebagai kota yang terkenal dengan kota angin, di tanah Majalengka lahir sosok-sosok yang teruji kebolehannya di bidang paralayang. Salah duanya adalah dua kartini Majalengka yang begitu piawai memainkan paralayang. Keduanya dipercaya untuk membawa nama Indonesia dalam kejuaraan paralayang Se-Asia Pasifik di Thailand beberapa waktu yang lalu. Dua kartini tersebut ialah Disha Fajar Praharini dan Gita Rezky Yuanita Guntari.

Perwakilan Indonesia di 1st  FAI Asian via @dishafajar
Perwakilan Indonesia di 1st FAI Asian via @dishafajar

“Kejuaraan Paralayang 1st FAI Asian – Oceanic Paragliding Accuracy Championship Se-Asia Pasific yang diselenggarakan di Pasak Jolasid Dam, Sharaburi Thailand pada tanggal 3-12 April 2018 ini diikuti oleh 12 negara di kawasan Asia Pasifik. Kejuaraan ini masuk kategori cat 1 yang tidak sembarang orang bisa mengikutinya karena orang-orang yang mengikuti kejuaraan ini harus memiliki SK dan ditunjuk oleh negaranya. Setiap negara mengirimkan 5 perwakilan yang terdiri atas 3 orang putera dan 2 orang puteri. Alhamdulillah 2 perwakilan puteri dari Indonesia berasal dari Majalengka semua. ” Tutur Disha pada pihak redaksi besoksenin.co

Kejuaraan Paralayang 1st FAI Asian ini merupakan kejuaraan internasional perdana yang diikuti dua kartini Majalengka. Sebuah pengalaman yang begitu berharga untuk Disha dan Gita dapat mewakili Indonesia di kejuaraan internasional.

Persiapan mendarat via @dishafajar
Persiapan mendarat via @dishafajar

Menurut penuturan Disha, kejuaraan paralayang 1st FAI ASIAN ini telah mengajarkannya banyak hal seperti berada di arena roller coaster. Di ronde-ronde awal, Disha sempat mengalami berada di fase terendah. Ia pesimis dengan nilainya yang sempat ada di peringkat terakhir. Hingga pada akhirnya, Ia mulai bangkit dan merangkak maju untuk menyusul nilai para peserta lain dan mendapat posisi ke lima di akhir pertandingan. Begitupun dengan Gita yang menempati posisi ke empat di akhir pertandingan.

Baca Juga: Kiprah Atlet Paralayang Majalengka pada Event Trip of Indonesia di Manado. Hasilnya Mencengangkan

Posisinya yang sempat berada di posisi bawah disebabkan oleh perbedaan-perbedaan yang terjadi dengan kejuaraan di Indonesia, mulai dari tekanannya hingga hal-hal teknis lainnya. Misalnya saja jika di Indonesia take off dilakukan dari bukit, saat 1st FAI Asian itu take off ditarik menggunakan mesin towing.

Sekalipun belum berhasil membawa pulang medali, perjuangan Disha dan Gita membawa nama baik Indonesia, khususnya Majalengka adalah sebuah kebanggan tersendiri untuk Majalengka. Terus berprestasi dan tetap menginspirasi Disha, Gita, juga kartini-kartini Majalengka lainnya. Keep Inspiring, Sob!

Baca juga: Disha Fajar Praharini dan Kisahnya Tentang Paralayang, Prestasi, dan Majalengka

Facebook Comments

About Fitri Kinasih Husnul Khotimah

Aku adalah sepenggal diksi yang siap kau jadikan puisi.

Check Also

Gerhana Bulan Total 28 Juli 2018 Terlama Abad Ini, Selama 103 Menit!

besoksenin.co – Gerhana Bulan adalah sebuah fenomena alam ketika Bumi menghalangi cahaya Matahari, sehingga gak semuanya …