Home > rubrik > besokbaper > Kita adalah Dua Orang Berbeda yang Memiliki Komitmen untuk Hidup Bersama
Semua orang punya skenarionya sendiri untuk bertemu dengan jodohnya, via pexels.com

Kita adalah Dua Orang Berbeda yang Memiliki Komitmen untuk Hidup Bersama

besoksenin.co – Bahkan yang pacaran bertahun-tahun bisa putus di tengah jalan (misal Raisa). Bahkan yang sudah bertunangan bisa saja digagalkan (misal Laudya Cynthia Bella). Bahkan janur kuning sudah melengkung pun bisa dibatalkan saat hari pernikahan (ini mah sinetron Indonesia). Maka, sebelum terdengar kata ‘sah’ di momen serah terima pertanggungjawaban, antara ayahmu dan calon pasanganmu, dia yang bersamamu sekarang belum tentu menjadi jodohmu.

Semua orang punya skenarionya sendiri untuk bertemu dengan jodohnya, via pexels.com

Mereka yang akan melangsungkan pernikahan, sejatinya adalah 2 orang berbeda yang memiliki komitmen untuk hidup bersama. Entah itu berbeda kepribadian, kebiasaan, keinginan, lingkungan, latar belakang, sudut pandang, hingga berbeda soal pemahaman.

Perbedaan ketika hidup bersama

Tapi ketika kita menyadari bahwa perbedaan itu ada karena kita memang terlahir dari orang tua yang berbeda, tumbuh dengan pola asuh dan lingkungan yang berbeda pula. Bahkan kakak-adik yang lahir dari ibu yang sama dan tumbuh dari keluarga yang sama pun, banyak sekali perbedaannya. Selagi semua itu bisa ditoleransi, maka jalani saja. Karena kita tidak akan pernah menemukan seseorang yang benar-benar sempurna.

Nikah itu bukan soal perlombaan tapi soal kesiapan, via pexels.com

Lalu bagaimana jika pada akhirnya kita tidak bisa bertoleransi? Karena ternyata jodoh itu bukan hanya baik atau tidak baik, tapi cocok atau tidak cocok. “Dia orangnya baik sih, tapi kok gak cocok ya?” Ibarat pakaian, jika kita memiliki atasan dan bawahan yang sama-sama mahal dan memiliki kualitas yang baik, namun jika dipasangkan ternyata tidak cocok karena mungkin warnanya yang tidak sesuai, maka kita bisa apa? Tidak mungkin kita memaksakan salah satunya untuk merubah warna agar bisa cocok kan? Jadi, tidak cocok bukan berarti ia tidak memiliki kualitas yang baik.

Karena ternyata jodoh itu bukan hanya baik atau tidak baik, tapi cocok atau tidak cocok. Jadi tidak cocok, bukan berarti ia tidak baik.

Jika memang tidak cocok, tidak perlu dipaksakan. Meski rasanya sedih, berat, dilema, akan campur aduk menjadi satu. Bagi yang mematahkan hati orang lain maupun yang hatinya dipatahkan oleh orang lain, pada dasarnya memiliki luka yang sama. Tidak ada yang bahagia di atas rasa sakit orang lain. Namun hidup adalah soal perjalanan, dan menemukan jodoh yang tepat (cocok) adalah soal pencarian. Kalau memang berjodoh, Allah yang akan memudahkan jalannya.

Percayalah, semua akan menikah pada waktunya
Kalau memang sudah waktunya, jodoh akan datang dengan sendirinya
Kalau dia jodohmu, Allah yang akan mempermudah jalannya

 

Editor: Fakhrul Azharie

Facebook Comments

About Riksa Buanadewi

Check Also

lomba menghias gapura

Sambut HUT RI dan Asian Games, Kominfo Selenggarakan Lomba Sarat Makna

besoksenin.co – Tahun 1962, Indonesia terpilih menjadi tuan rumah Asian Games untuk kali pertama. Waktu …