Home > rubrik > besokkenalan > Edi Hidayat, Pemuda Kreatif Asal Majalengka yang Mengolah Limbah Jadi Berkah
via fokus jabar

Edi Hidayat, Pemuda Kreatif Asal Majalengka yang Mengolah Limbah Jadi Berkah

44253
dokumentasi pribadi

Besok Inspirasi kali ini datang dari seorang pemuda dari pelosok Majalengka. Siapa sangka, Edi Hidayat warga Desa Padarek, Kecamatan Lemahsugih, Kabupaten Majalengka ini telah berhasil mengubah limbah karung goni menjadi rupiah dan membawa berkah untuk lingkungan. Bagaimana tidak? Edi dan teman-temannya memanfaatkan limbah karung goni sebagai bahan dasar tas dan sepatu yang ia beri merk “prungg”. Penggunaan kata prungg pada merk produknya sangat mengindikasikan bahwa Ia kelahiran USA (Urang Sunda Asli). Bangga euy jadi urang sunda, komo deui urang Majalengka wkwk

Ide kreatifnya ini muncul ketika Edi Hidayat dan Andi Aris melakukan eksplorasi Margasophana ke Ujung Genteng, yang mempertemukan mereka dengan Abah Iwan Sang pengolah limbah karung goni. Dari situ, Ia semakin yakin bahwa limbah karung goni dapat dijadikan produk yang memiliki nilai jual.

Sebagai usaha yang bergerak dalam ekonomi kreatif dan berbasis lingkungan, prungg memiliki slogan “Response and change”. Saat ini banyak sekali permasalahan lingkungan di sekitar kita, namun apa daya tak sedikit dari kita hanya bisa berdiam diri padahal sejatinya kita harus memiliki empati, simpati serta reaksi terhadap permasalahan lingkungan dengan aksi nyata yang tak hanya sebatas wacana. Hal ini telah dibuktikan Edi hidayat dengan karya nyatanya, Ia mencoba untuk membuat produk dengan tampilan yang berbeda melalui pendekatan Eco-friendly.

“Kita hidup di Bumi gak sekedar hidup, sebagai manusia yang merasakan ada yang ‘salah’ dengan lingkungan dan kerusakan bumi, disitu kita ga hanya berdiam diri, ini meupakan salah satu seruan dan aksi nyata untuk turut serta menumbuhkan kesadaran ramah lingkungan, mungkin kecil dampaknya, namun ya sedikit demi sedikit lama-lama banyak toh? Hehe” ujar Edi kepada tim redaksi bsco.

Soal kualitas tak perlu diragukan, tas berbahan karung goni yang baru rilis awal 2017 ini berani diadu dengan produk distro. Saat ini pengolahan limbah karung goni hanya bertempat di kosan Edi, ke depannya ia berharap dapat mengembangkan usahanya ini di tanah tercinta, Majalengka.

Bagaimana sobat bsco? Sangat menginspirasi bukan? Semoga ada Edi-Edi yang lain yang tergerak hatinya untuk melakukan aksi peduli lingkungan yaa. Ingat, bisnis sustainable masa kini tak hanya yang berorientasi profit, namun juga harus peduli people dan planet. Let’s action!

Facebook Comments

About Fitri Kinasih Husnul Khotimah

Aku adalah sepenggal diksi yang siap kau jadikan puisi.

Check Also

Della Dwi Rahmadanti, Model Majalengka yang Serius Menekuni Dunia Musik EDM

Besoksenin.co – Kali ini sobsco akan berkenalan dengan gadis bernama Della Dwi Ramadhanti kelahiran 6 Januari …

Tinggalkan Balasan