Home > rubrik > besokeling > Gapai Kesuksesan Meski Tanpa Angka
Kesuksesan perlu usaha bukan hanya angka via pixabay

Gapai Kesuksesan Meski Tanpa Angka

besoksenin.co – Hampir sebagian besar dari kita akan merasa bangga jika mendapat nilai 100 dalam suatu ujian. Tentunya angka sempurna tersebut menjadi idaman banyak orang, mulai dari anak SD sampai mahasiswa. Mengapa angka tersebut sangat didambakan banyak orang? Mungkin pertanyaan ini terdengar bodoh, tapi apakah kita memang menyadari kelebihan dari angka 100 tersebut.

sempurna
Katanya bagus itu cuma kalo dapat nilai sempurna aja via pixabay

“Kalau nilai 100 kan bisa jadi ranking 1, kalau ranking bagus nanti gampang buat lanjut  sekolah”

“Kalau ujian bisa dapat nilai 100, nanti bisa dongkrak IP, jadi lebih mudah cari kerja setelah lulus”

“Kalau nilai ulangan bagus, bisa buat contoh orang-orang sekitar, syukur syukur bisa ngajarin”

Apakah salah satu dari alasan-alasan tersebut pernah muncul benak kalian? Memang tidak ada yang salah dengan alasan tersebut, tapi terkadang kita melupakan hal yang lebih penting dibanding angka akhir, yaitu proses. Bagaimana cara mendapatkan nilai itu? Lalu, apa artinya?. Dampak apa yang akan muncul di kemudian hari? Apakah jika nilai akhirnya 0 berarti tidak ada kemampuan? Ataukah jika 100 pasti hidupnya sukses, dan kalau 0 pasti gagal? Yakinlah bahwa angka-angka tersebut tidak akan menjamin apapun jika  kita tidak melihat prosesnya.

Taraf kesuksesan

Jika sampai detik ini taraf kesuksesan masih dilihat dari angka, bukankah kakek buyut kita yang paling merana? Pada masanya, belum ada sekolah formal apalagi ujian berbasis komputer. Tapi mereka bisa menjalani hidup hingga menghadirkan kita ke dunia melalui orang tua. Mereka dengan segala kecukupannya bisa menyekolahkan sampai bikin resepsi pernikahan. Apakah semua ini terjadi nilai ujian 100? 90? 60? atau 0? Deretan angka itu tidak bisa kita banggakan karena kesuksesan kakek buyut tercapai melalui proses pembelajaran kehidupan. Tanpa kurikulum atau nilai kelulusan yang baku, namun begitu berharga untuk membentuk generasi penerus bangsa. Bukankah ini kesuksesan yang patut dibanggakan?

usaha
Kesuksesan perlu usaha bukan hanya sekedar angka via pixabay

Kalau hari ini lebih banyak siswa menyontek atau berperilaku tidak sopan kepada guru, mungkin inilah dampak dari angka 100. Boleh jadi karena lingkungan sudah mengistimewakannya mendorong siswa untuk mendapatkannya dengan berbagai cara. Tanpa sadar menggiring mereka untuk menganggap angka 100 sebagai kesuksesan. Tapi kenyataannya, kesuksesan hidup ini bukan sekedar angka bukan?

Facebook Comments

About rekhoni

penikmat langit tak banyak bicara.

Check Also

lomba menghias gapura

Sambut HUT RI dan Asian Games, Kominfo Selenggarakan Lomba Sarat Makna

besoksenin.co – Tahun 1962, Indonesia terpilih menjadi tuan rumah Asian Games untuk kali pertama. Waktu …