Home > rubrik > besokeling > Gelanggang Olahraga kok jadi Serbaguna?
GGM
GGM

Gelanggang Olahraga kok jadi Serbaguna?

Gelanggang Olahraga kok Jadi Serbaguna?

besoksenin.co – Orang Indonesia biasanya senang menyulap sesuatu menjadi hal yang bersifat multifungsi atau serbaguna. Contohnya waktu kecil, sendal jepit yang fungsi utamanya sebagai alas kaki bisa disulap menjadi gawang sepakbola atau rem sepeda.

Hal ini terjadi karena kurang modal. Yah, namanya juga anak kecil, uang jajan masih minta dari orangtua, mau gak mau harus muter otak supaya uang cukup buat segalanya; main PS, jajan frutang beku, jajan ciki taro, termasuk punya rem sepeda.

“Ketimbang beli rem baru buat sepeda, mending uangnya dipake buat rental PS atau beli Frutang Beku.” begitu pikir saya dulu.

Beberapa hari kemudian, karena dipakai tidak sesuai fungsinya sendal saya cepat rusak. Alasnya tipis seperti dompet yang gak ada isinya.

Seiring berjalannya waktu, ternyata kebiasaan menyulap sesuatu menjadi serbaguna ini terbawa sampai dewasa. Salah satunya adalah pemanfaatan gedung Gelanggang Olahraga atau lebih dikenal dengan nama GGM (Gara-gara Mantan Gelanggang Gelora Muda) Majalengka.

Dari namanya saja jelas, GELANGGANG OLAHRAGA. Udah pasti kan gedung ini memang diperuntukan untuk olahraga seperti Volly, Badminton, Bola basket, Tinju, MMA, silat, dsb.

baca juga : Generasi Idiot Majalengka

Namun dalam kenyataannya gedung ini disulap menjadi gedung serbaguna. Pernah digunakan KPU untuk menyimpan kotak suara pemilu, acara pramuka, dan acara lainnya. Dampaknya adalah lantai gedung menjadi banyak debu, licin, bahkan rusak. Lebih wadawnya lagi, lantai yang rusak ini ditambal menggunakan semen ataupun di solatip agar keramik yang rusak bisa menempel lagi. Kreatif!

Lebih wadawnya lagi, lantai yang rusak ini ditambal menggunakan semen ataupun di solatip agar keramik yang rusak bisa menempel lagi. Kreatif!

Kayak hati kamu pas tahu mantan mau nikah, Retak dan hancur

Kalau sudah begini yang dikorbankan adalah atlet yang berlatih di sana. Latihan tidak akan maksimal dan atlet jadi rawan cedera, karena meskipun sudah dipel berkali-kali tetap saja lantai licin karena debu yang sudah menempel dengan lantai.

Jika mau berpikir positif, mungkin saja pihak yang berkaitan sengaja membuat lapangan rusak. Tujuannya adalah menambah porsi latihan atlet. Dalam sudut pandang mereka, mungkin atlet perlu diberi tempat latihan yang berdebu, licin, dan rusak, sehingga jika nanti bermain di lapangan yang lebih baik, kemampuan terbaik mereka akan keluar. Logikanya, kalau bisa mengeluarkan kemampuan terbaik di lapangan yang jelek, apalagi bertanding di lapangan yang lebih baik. Mungkin.

Dulu, waktu saya menggunakan sendal sebagai rem sepeda alasannya karena tidak ada uang. Jadi, mau tidak mau saya harus mengorbankan sendal cepat rusak. Apakah penggunaan Gelanggang Olahraga untuk kegiatan selain olahraga juga memiliki alasan yang sama? Karena tidak ada pilihan lain? atau fasilitas bagi atlet memang masih dipandang sebelah mata di Majalengka?

Facebook Comments

About Riza D. Januar

Cowok yang berwajah susah | Susah dilupain

Check Also

Program City Branding, Majalengka Gandeng New York

Majalengka Gandeng New York? via pixabay Program City Branding, Majalengka Gandeng New York besoksenin.co – …