Hadir dengan Musik Nyeleneh, Osaka Siap Menghidupkan Kembali Musik Orkes yang Hampir Hilang Ditelan Waktu

besoksenin.co – Osaka merupakan salah satu grup musik orkes asal Majalengka yang dibentuk pada tahun 2015. Grup musik ini mengusung genre orkes komedi. Layaknya grup musik orkes lainnya, Osaka identik dengan susah move on alunan tam-tam, alat musik pukul yang merupakan ciri khas dari musik orkes itu sendiri. Osaka mencoba menghidupkan kembali musik orkes yang dari tahun ke tahun mulai meredup bahkan sempat menghilang tergantikan aliran-aliran musik yang baru.

Osaka singkatan dari orkes sakahayang atau dalam bahasa Indonesia yaitu orkes suka-suka, semau aku. Grup musik ini beranggotakan tujuh orang yaitu Datuxx (vocal), Gudel (drum), Benclunk (guitar), Koyo (rhythm gitar), Cepot (bass), Goday (Backing Vocal, tamborin), Kunuz (tam tam). Mereka ingin memperkenalkan kembali musik orkes yang saat ini kurang populer.

orkes osaka 2
personil Osaka via @orkes_osaka

Mereka hadir dengan musik nyeleneh namun asik untuk didengarkan. Salah satunya adalah lagu mereka yang berjudul siduki kalimantara, singkatan dari udud beuki meuli tara (merokok mau tapi beli tidak mau), gak modal inimah.

siduki kalimantara, singkatan dari udud beuki meuli tara (merokok mau tapi beli tidak mau)

Kepada tim besoksenin, vokalis Osaka menjelaskan bahwa lagu siduki kalimantara menceritakan seseorang yang selalu ingin merokok tetapi tidak pernah mau beli sendiri rokoknya, hanya meminta dari orang lain tidak mau mengeluarkan uang sendiri. Lagu ini merupakan lagu yang diciptakan karena melihat tingkah laku dari teman-temannya sendiri. Tidak hanya itu, ada beberapa lagu Osaka lainnya seperti Crazy Song, Modes (Mojang Desa), nya sip!, Sianida (siap nikah muda), dll. Hampir semua lagu mereka berlirik humor, maka tidak salah Osaka ini beraliran orkes komedi. Musik mereka terinspirasi dari PMR, PSP, PHB, grup orkes senior yang sudah berkecimpung di dunia musik Indonesia.

Grup musik Osaka mencoba melawan arus, disaat grup musik lainnya lebih memilih genre yang saat ini laku di pasaran seperti pop atau dangdut. Meskipun demikian, penikmat musik orkes masih banyak dan tetap setia. Seperti halnya Osaka, grup musik ini mempunyai fans club yang disebut ce es Osaka, mereka selalu ada di setiap Osaka tampil dari panggung ke panggung.

ce es osaka
Keceriaan bersama ce es Osaka via @osaka_orkes

Jangan anggap remeh, meskipun Osaka beraliran musik orkes tapi mereka mampu menjadi pemenang pertama audisi hellprint kota Majalengka. Pecinta musik metal mungkin sudah tidak asing lagi dengan konser hellprint, tapi sobat bsco masih adakah yang belum tau apa itu hellprint? Mmm.. Hellprint merupakan konser musik underground terbesar di Asia, sob! Osaka mewakili Majalengka dari 23 kota di 3 provinsi (Jawa Barat, Jakarta, dan Banten), hebat ya mereka?

orkes osaka 3
Audisi live via @orkes_osaka

Osaka juga ikut berpartisipasi dalam album kompilasi hellprint monster tour 2016 dengan lagunya yang berjudul Sianida (siap nikah muda). Saat ini Osaka berada di naungan label hellprint record. Tidak hanya itu prestasi lainnya ialah Osaka tergabung di FODA (Forum Orkes Dunia Akhirat) Indonesia, sebuah asosiasi grup musik orkes moral atau komedi seluruh Indonesia yang mana di dalamnya terdapat grup-grup musik orkes legenda seperti Orkes Moral Pancaran Sinar Petromaks (PSP), Orkes Moral Pengantar Minum Racun (PMR), dll.

Musik orkes terkadang dipandang sebelah mata, banyak orang menilai orkes itu musik kampungan. Begitu pula yang dialami Osaka, musik mereka selalu dianggap rendah, banyak orang yang menyangka musik mereka itu orkes dangdut seperti orkes yang selalu manggung di hajatan. Hal ini dibantah sang vokalis, dia menuturkan bahwa musik mereka bukan pure dangdut meskipun orkes tapi musik orkes mereka dikembangkan lagi dengan memakai drum. Di sisi lain, musik orkes bisa dinikmati dari berbagai golongan, seperti anak muda, orangtua, pria atau wanita, yang miskin, yang kaya, hingga yang jomblo.

Osaka berharap genre-genre musik di Majalengka bisa bersatu dan saling mendukung satu sama lain. Harapannya agar bisa maju beriringan menjadi grup musik yang lebih terkenal di Indonesia dan membawa nama baik Majalengka. Sukses terus dunia musik orkes, semoga tidak lenyap ditelan sang waktu.

 

Editor : Riza D. Januar

Ditulis oleh Winda Nurfitriani

Jangan Klik "Lihat profil lengkap"

Lihat profil lengkap