Hati-hati dengan Virus Merah Jambu, jika Tak Mau Masa Mudamu Mati Kutu

Besoksenin.co – Apa itu VMJ? Mungkin sebagian dari kita ada yang sudah tahu tapi mungkin dari sebagian yang lain ada yang belum tahu. Dilansir dari bukunya Ria Fariana yang berjudul “Cewek Smart”, VMJ itu singkatan dari Virus Merah Jambu. Sederhananya, VMJ adalah virus yang menjangkit mereka yang sedang jatuh cinta. Pertanyaan selanjutnya, kenapa disebut virus? Bagaimana tidak, orang yang lagi kena VMJ biasanya suka senyum-senyum sendiri, banyak melamun, males belajar, males ibadah, lupa sama Allah, berani bohong sama orang tua, dan segudang efek-efek lainnya.

 

Aku tidak akan bisa bertahan hanya dengan perasaan nyaman, via arinamuthia.blogspot.co.id

 

VMJ erat kaitannya dengan pacaran, meski ada juga yang hanya mencintai diam-diam. Jika aku bertanya, kenapa harus pacaran? Ada banyak jawaban yang mereka lontarkan, aku kan bukan anak kecil lagi, biar dibilang laku, biar ada orang yang sayang sama kita, biar bisa kenal lebih dekat, biar ada penyemangat buat belajar, dan seterusnya. Udah bukan anak kecil lagi? Nah loh kamu kan masih pake seragam, uang jajan aja masih minta Mama-Papa. Kalo emang udah gede, mending langsung nikah aja gak usah pacaran. Belum kepikiran buat nikah kan? Yaa artinya kamu masih kecil, adik manis.

 
Biar dibilang laku? Lah emang kamu barang jualan, pengen banget dibilang laku. Justru kalau kamu single, itu menunjukkan tingginya harga diri kamu. Analoginya, kue yang dibeli di toko dengan yang dibeli di emperan. Kalo di emperan kita bisa seenaknya nyomot sana-sini pake tangan kotor. Sedangkan kue yang dijual di toko, buat ngambilnya aja mesti pake penjepit, gak asal comot apalagi dengan tangan kotor. Tuh kue aja punya harga diri, masa kamu kalah sama kue?

 
Biar ada orang yang sayang sama kita? Lah emang kamu gak punya orang tua, sodara, atau sahabat gitu? Biar bisa kenal lebih dekat? Yakin bakal kenal doi lebih dekat? Bukankah dalam pacaran kalian akan saling menutupi kekurangan? Lamanya masa pacaran tidak menentukan langgengnya suatu pernikahan. Sejujur-jujurnya orang dalam pacaran, kekurangan yang ia tunjukkan masih dalam batas kewajaran. Biar ada penyemangat buat belajar? Yakin bisa konsentrasi belajar, kalau setiap detiknya yang berkeliaran di kepala bukan rumus matematika, tapi wajah si dia?

Terimakasih sudah membuka mataku untuk berhenti, via purwoudiutomo.com

“Dan janganlah kamu mendekati zina, (zina) itu sungguh perbuatan yang keji, dan suatu jalan yang buruk” –QS. Al-Isra: 32)

 

Mengapa Allah tidak langsung melarang pada intinya saja, misal “Dan janganlah kamu melakukan zina”? Hal ini menunjukkan bahwa sesuatu yang besar berawal dari sesuatu yang kecil. Semuanya terjadi karena ada sebab-akibat. Kalo kata Ustadz Felix Siauw, pacaran memang tak selamanya berujung pada zina, namun semua zina berawal dari pacaran.

 
Cinta jangan hanya disempitkan dengan kata pacaran. Cinta memang anugerah, tapi Islam punya aturan. Kita yang harus menyesuaikan diri dengan aturan Islam, bukan aturan Islam yang harus menyesuaikan diri dengan keinginan kita. Cinta kepada makhluk Allah memang manusiawi, tapi jangan sampai itu menjadi syirik kecil. Jangan sampai kita lebih mencintai dia daripada Dia, lebih takut jika dia marah daripada Dia yang marah.

 

(Buanariksa)

Facebook Comments

Post Author: Riksa Buanadewi

2 thoughts on “Hati-hati dengan Virus Merah Jambu, jika Tak Mau Masa Mudamu Mati Kutu

    rini

    (10 Januari 2018 - 08:04)

    Boleh share buat kajian di sekolah ya? Please… 🙂

    Fakhrul Azharie

    (10 Januari 2018 - 09:12)

    Boleh banget dong 😀

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.