Jangan Mengaku Alumni Smansa Majalengka Jika Tidak Pernah Mengalami 13 Hal Ini. Heem, Jadi Pengen SMA Lagi

gerbang smansa via @smansamjlk_hits

besoksenin.co – Kalian alumni Smansa (Sman 1) Majalengka? Apa jawaban kalian ketika ditanya, hal apa yang tidak bisa dilupakan dari Smansa Majalengka? Jawabannya  akan beragam, tergantung kalian termasuk alumni kategori mana:

Liga Ganesha – Alumni yang olahragawan banget

Festival Band – Alumni yang Suka Joged dan Ngeband

Kantin – Alumni yang sering jajan

Mantan – Alumni yang susah move on

Di atas hanya beberapa contoh, kalo kalian punya jawaban ya sendiri gak masalah. Namun, sebagai alumni Smansa Majalengka, penulis menyimpulkan kalau kalian bakal jadi alumni Smansa yang sah ketika pernah mengikuti atau merasakan langsung hal-hal berikut ini :

1. MOPD (Masa Orientasi Peserta Didik), Masa Unyu-unyu Pertama Kali Masuk SMA

kenangan MOPD, enak untuk dikenang tidak untuk diulang via @smansamjlk_hits

Pertama kali masuk SMA, niatnya cari cewek ilmu, eh malah disuruh aneh-aneh dan dibentak sama kakak kelas yang jadi panitia MOPD. Bukan hanya itu, makanan yang boleh dibawa oleh peserta MOPD itu ditentukan panitia. Paling khas sih nabotek (Nasi Abon Telor Kecap) dan air gula merah.

Berbicara tentang MOPD, tidak akan lepas dari mencari barang-barang dengan nama yang disamarkan; buah berjerami maksudnya jeruk, buah bersisik maksudnya salak, dan nama lain yang disamarkan. Mirip kayak cewek yang berharap cowoknya peka yaa, pake kode-kodean gituu.

2. Festival Band, Berjoged, Bernyanyi, Berteriak Asal Jangan Berselingkuh

festival band via @osis_sman1mjlk

Acara Festival band pergelarannya setiap tahun, biasanya dilaksanakan ketika hari guru atau penutupan Liga Ganesha. Selain menampilkan band dari siswa, panitia biasanya mengundang bintang tamu yang berbeda-beda setiap tahunnya.

Ajang ini adalah ajang yang tepat untuk meluapkan emosi, melepas penat dan lelahnya mengerjakan tugas di Smansa. Ketika acara ini, pasti ada teman kalian yang biasanya pendiam menjadi begitu beringas ketika berjoged.

3. Sweeping Oleh Anggota GDN, Berasa Razia Polisi Cuy!

Personil GDN via Gandhi Gumelar

Gerakan Disiplin Nasional disingkat menjadi GDN, merupakan sweeping atau pengecekan yang dialami oleh siswa selama bersekolah di Smansa Majalengka. Hal yang di-sweeping adalah kelengkapan atribut, kedisiplinan, dan kerapihan.

Gak beda jauh dengan razia polisi. Ketika ada siswa yang ketahuan melanggar, akan diberi hukuman. Hukumannya beragam, kalau ada siswa yang ketahuan gak pake papan nama, nanti di tempat papan namanya dikasih tanda tangan, siswa yang telat biasanya disuruh lari di lapangan basket, siswa yang rambutnya gak rapih akan dicukur di tempat, dan siswa yang ketahuan bonceng kabogoh batur saat berangkat ataupun pulang sekolah akan mendapatkan karma pada waktunya *apalah ini*.

4. Kantin Tek-tek, Makanan Paling Ngangenin Ketika Sudah Jadi Alumni

kantin lama via riksa buanadewi

Menu makan di Smansa yang paling dicari ketika sudah alumni adalah ini! Kantin Mie tek-tek. Menu utamanya udah jelas seperti namanya, mie tek tek, selain itu ada juga telor orak arik, gorengan, dan juga minuman seduh seperti jasjus rasa melon, teh sisri rasa ingin memiliki, atapun pop ice rasa pacar padahal mantan *apalah ini*.

Saat ini, kantin tek-tek dan pedagang lainnya sudah pindah ke samping lapangan basket dalam.

kantin baru via riksa buanadewi

5. Warung Pojok Ibu Edi

Pelajaran di kelas bosen? Bikin ngantuk? Maka inilah tujuan yang pas untuk menghilangkan semuanya. Selain tempat makan, kantin ini juga tempat yang pas untuk kabur dari kelas, ibu nya ramah, makanannya terhitung murah dan beragam.

Tapi, saat ini warung bu edi sudah pindah. Awalnya, warung ini berada di belakang masjid. Sekarang pindah ke samping lapangan basket dalam. Jadi, kalau ada yang mau kabur dari kelas lagi gak bisa, karena tempatnya gak mojok dan mudah dipantau oleh guru *untung udah lulus*.

kenangan warung bu edi via riksa buanadewi

6. Liga Ganesha, Liga Penuh Gengsi, Emosi. Tapi di Sisi Lain Merupakan Ajang Untuk Mempererat Tali Silaturahmi

salah satu kelas sedang menyusun strategi via dok pribadi

Liga Ganesha adalah perlombaan berbagai macam cabang olahraga yang diikuti setiap kelas. Acara ini rutin diadakan setiap tahun. Masing-masing kelas, berlomba untuk memperebutkan gengsi menjadi kelas terbaik di Smansa Majalengka.

Bukan hanya memperebutkan gelar juara. Ajang ini banyak juga digunakan untuk modus mempererat tali silaturahmi. Jadi, banyak siswa laki-laki yang memanfaatkan momentum liga ganesha ini untuk kenalan dengan cewek cantik kelas lain,

“Ini sama Bunga ya? Kenalin ini aku Erik, yang tadi main basket lawan kelas kamu masukin 14  ………. ke ring sendiri. Semuanya aku lakuin biar kamu mau kenalan sama aku loh.” Yaah, contohnya seperti itu.

 7. Festival Ulang Tahun Smansa Majalengka

tema pantomim via dok pribadi

Acara tahunan lainnya di Smansa adalah peringatan hari ulang tahun dan biasanya diadakan acara karnaval dan pawai mengelilingi daerah sekitar Majalengka, sembari menyanyikan yel yel dan memperlihatkan kostum yang sesuai dengan tema.

8. Mars Smansa, Lagu Pemersatu Siswa

suporter via @smansa.basketball

Kebangetan banget kalo kalian udah jadi alumni, hapal lagu kangen band tapi gak hapal lagu mars Smansa. Lagu yang bersemangat dan penuh makna ini digunakan sebagai pemersatu siswa. Ketika penulis sekolah dulu, saat Smansa Majalengka mengikuti sebuah turnamen olahraga, basket, voli, sepakbola, dll. Penonton akan mengumandangkan lagu ini sebagai penyemangat. Jadi rindu.

 

SMAN Majalengka 2x

Jiwa kita berseru

Bersatulah bersatu tinggi rendah jadi satu

Bertolonglah selalu

Jauhkanlah sikap kita yang mementingkan diri

Ingat SMA Negeri minta supaya dibela oleh kita semua

 

SMA ku SMA ku

Agung jaya dan mulia

Mahatama tempat kita belajar

 

SMA ku SMA ku

Kobarkan jiwa baktimu

Mahatama tempat kita berkarya …

Mahatama tempat kita berkarya ….

9. Upacara Bendera dan Misteri Hilangnya Topi ataupun Dasi

 

Masa SMA kalian kurang lengkap jika setiap hari senin gak pernah sibuk nyari topi, dasi ataupun sabuk yang ada gajahnya. Topi, dasi, dan sabuk aja ada yang nyariin, masa kamu enggak? Sedih yaa.

10. Antara Tugas dan Ingat Janji Layanan. *Lambaikan tangan ke kamera*

janji layanan yang membuat siswa lambai-lambai tangan via akbar nur syawall

Benar kata guru SMA dulu “Kalau kalian terbiasa ngerjain tugas di sekolah sendiri, kalian bakal gak kaget ngadepin tugas kuliah”. Tugas di Smansa Majalengka emang top margotop dah, apalagi ibu Dedeh Bahasa Inggris yang sekarang sudah pensiun, setiap tugas yang dia berikan harus ditulis tangan, tidak boleh diketik. Kalau selesai ngerjain tugas dari bu dedeh, tangan akan terasa seperti udah angkat barbel.

Bagi Smansa, ‘Pulang Cepat’ hanyalah mitos belaka. Ketika ada isu guru rapat, dan siswa akan dipulangkan lebih cepat, semua akan kembali kepada janji layanan ‘kondisi apapun adanya, pembelajaran akan terus berjalan’.

Kalau mengingat masa-masa ini, masa tugas banyak dan rasa sakit ketika SMA lain bisa pulang cepat karena gurunya rapat, sedangkan Smansa Majalengka terbentur dengan janji layanan, berasa pengen melambaikan tangan ke kamera. Ngasih tanda udah gak kuat.

11. Bazzar, Belajar Jadi Pedagang

bazar via dok pribadi

Acara 3 tahunan sekali ini sangat ditunggu-tunggu, baik itu alumni, siswa, ataupun warga Majalengka. Selama seminggu kegiatan belajar diganti dengan kegiatan berjualan. Masing masing kelas diberi tema yang berbeda-beda, dan menu makanan yang dijual pun beragam, namanya unik-unik dan menarik.

Bazzar ini bertujuan untuk melatih siswa pandai berdagang, seru sih. Diakhir acara juga diumumkan pemenangnya (yang paling banyak mendapat untung). Keuntungan saat bazar pun tidak sebatas ratusan ribu, tapi mencapai puluhan juta!

Di malam puncak bazzar diadakan konser musik yang sangat meriah, bazar bisa disebut sebagai acara paling meriah dan megah yang ada di Smansa Majalengka.

12. Kemana-mana Bawa Gajah

kemana-mana bawa gajah via Fakhrul Azharie

Dulu ketika masih SMA, penulis sendiri kadang suka ngedumel“kenapa sih harus pake sepatu gajah, gak gaul, beda sama sekolah lain yang pake sepatu bebas.” Tapi dibalik itu, ada kebanggaan sendiri ketika memakai atribut serba gajah, tidak sembarang orang bisa masuk ke Smansa Majalengka, tidak sembarang orang bisa memakai atribut serba gajah yang menjadi ciri khas Smansa Majalengka .

Sekarang, melihat sepatu gajah yang menganggur dirumah terkadang ingin memakainya lagi, bersekolah lagi, dan bertemu dengan teman-teman setiap hari. Bertemu dengan tugas yang datang bertubi-tubi, belajar dengan guru yang mengajar silih berganti, lelah? Memang, tapi semuanya akan terobati karena melihat dia sang pujaan hati. *FTV Banget*

13. Momen Paling Mengharukan, Perpisahan

momen mengharukan via @billyagasi

Saat paling mengharukan, hari dimana terakhir menjadi siswa Smansa Majalengka. Hari dimana bukan lagi membawa gajah di setiap atribut yang dipakai, tapi makna gajah sudah menempel di dalam hati.

Tiga tahun masa SMA terasa begitu singkat pada hari perpisahan ini, ketika berpelukan dengan guru ataupun teman seperjuangan, kelopak mata tak kuasa menahan cucuran air mata *usap air mata*.

Cukup dulu tulisannya, kalau sobat bsco mau berbagi tentang masa SMA, silakan kirim tulisan ke redaksi@besoksenin.co, atau cukup berkomentar di kolom bawah. (Riza)

 

Facebook Comments

Post Author: Riza D. Januar

Cowok yang pernah nolak cewek dengan alasan, "maaf aku terlalu ganteng buat kamu".

2 thoughts on “Jangan Mengaku Alumni Smansa Majalengka Jika Tidak Pernah Mengalami 13 Hal Ini. Heem, Jadi Pengen SMA Lagi

    sunita

    (3 Januari 2018 - 15:59)

    bagus ulasannya…jadi kangen sma

    Fakhrul Azharie

    (10 Januari 2018 - 09:14)

    hatur nuhun. ayo mampir ke kantin lagi 😀

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.