Home > rubrik > besokbaper > Jatuhnya Hujan Ke Bumi Ternyata Memiliki Makna Yang Berbeda Bagi Aku Dan Kamu. Semoga Kamu Mengerti.
Hujan adalah teman via pexels

Jatuhnya Hujan Ke Bumi Ternyata Memiliki Makna Yang Berbeda Bagi Aku Dan Kamu. Semoga Kamu Mengerti.

besoksenin.co – Hujan hari ini turun tanpa permisi. Datang dari pagi hingga malam dengan seenaknya. Ah, aku tau dia pasti belum mendengar ceritaku, dulu.

Dulu, hujan adalah teman favoritku. Bahkan aku selalu berharap hujan selalu datang saat aku bersama denganmu agar selalu memiliki alasan untuk bersama. Kalau perlu, hujan turunlah dengan lebat dan lama agar aku bisa semakin meyakinkanmu bahwa semesta juga mendukung kita untuk bersama lebih lama lagi. Berbagi cerita dan berkeluh kesah bersama walaupun sebenarnya aku tak suka saat kau berkeluh kesah karena senyummu akan menghilang, tapi tak apa kan ada aku disampingmu sekarang, sehingga kita bisa berbagi beban.

Hujan dan kamu itu paket komplit via pexels

Dulu, kita berjanji bersama sampai waktu yang tidak ditentukan. Berkhayal membuat pesta bersama, memiliki banyak anak, dan berjalan bergandengan saat usia senja kita. Sepertinya dulu dunia adalah hanya tentang aku dan kamu. Mungkin jika orang bilang mereka ngontrak saja pada kami, kalian akan percaya. Dan setiap janji itu terjadi hujan selalu bersenandung mengiringi kisahnya. Lagi-lagi aku akan meyakinkanmu bahwa semesta juga merestui kita.

Baca juga: Memang Benar Obat Rindu Adalah Bertemu. Tidak Masalah Saat Bertemu Kamunya Lagi Makan, Tidur, ataupun Lagi Ngupil. Aku Tetap Rindu

Hari itu, hujan turun lagi. Benar-benar tepat saat aku dan kamu duduk bersama. Meminum kopi yang sama. Berhadapan. Di tempat yang sama. Sungguh sama seperti biasa, kecuali raut wajah kami. Hari itu aku sadar, lengkung bibirmu saat berkeluh kesah ternyata memang selalu tergambar saat kita bersama. Hari itu aku baru menyadari arti hujan yang selalu jatuh saat kita bersama.

Hujan via pexels

Hujan ternyata bukan jatuh untuk merestui kita bersama. Hujan turun karena bersedih. Kode alam yang sungguh aku tak mengerti, sama seperti selama ini aku yang tak mengerti akan kamu. Ternyata aku hanya bermimpi sendiri. Ternyata hatiku kebas akan cintaku saja yang padamu, tidak kamu padaku. Hujan saat itu mulai sejalan denganku, turun rintik-rintik untuk mengingatkanku agar lekas berjalan bersamanya sekarang.

Kini aku lebih memilih berjalan saat hujan ketimbang harus terjebak dalamnya, setelah kamu memilih menjadi tidak ada saat hujan turun waktu itu. Kadang aku tersenyum, bahkan sesekali tertawa. Menertawai diriku sendiri saat begitu menginginkan hujan, karena ada kamu disana.

keputusanku via pexels

Kini aku tak lagi menginginkan kamu ataupun hujan. Sesekali bertemu denganmu tak berefek apapun pada hatiku. Aku cenderung mengabaikan, mungkin tak bermaksud mengabaikan tetapi kamu memang sudah tak terlihat lagi di mataku. Aku tidak lagi didera rindu yang menggebu. Tak ada lagi senyum untukmu saat berpapasan. Entahlah, aku juga tak menuliskan skenario ini. hanya berjalan sesuai putaran bumi.

Sekarang, rasa itu sudah tak ada. samasekali. Barangkali memang beginilah hebatnya hati yang teramat kecewa hingga lukapun tak lagi terasa.

Facebook Comments

About Kuntum Mutia Umami

Full of dream!- Candu merasa

Check Also

“Hidup Lagi”, 77 Penerbangan Terbang di Kertajati

besoksenin.co – Pemindahan beberapa rute penerbangan dari Bandara Hussein Sastranegara ke Bandara Kertajati membuat bandara …

One comment

  1. Blaue Levitra buy generic cialis online Buying Discount Stendra Viagra Canada Price

Tinggalkan Balasan