Home > rubrik > besokeling > Jawaban dari 10 Pertanyaan tentang Seblak Ceker Naga, yang Sering Kamu Tanyakan

Jawaban dari 10 Pertanyaan tentang Seblak Ceker Naga, yang Sering Kamu Tanyakan

besoksenin.co – Beberapa hari yang lalu kami melakukan interview dengan Ivan, owner Seblak Ceker Naga (SCN), dan membuka publik stories agar pengikut instagram ikut bertanya. Ternyata banyak sekali pertanyaannya, seperti; “Kapan SCN buka di daerah aku?” ada lagi yang nanya, “Di daerah aku, kapan SCN buka?” atau, “SCN gak berminat buat kerajaan Seblak di Majalengka, gitu?” berikut ini, kami sudah merangkum jawaban dari 10 pertanyaan yang sering kamu tanyakan. Here we go! 

1. Siapa ownernya?

Owner SCN adalah Ivan Taufik Iskandar bersama Istrinya, dan juga Yusyron (eks Waroeng Dialogue) yang bergabung sejak 2019 lalu. Ivan sendiri adalah eks PNS, yang mengabdi pada negeri selama 7 tahun (2011-2018), sebelum akhirnya resign, demi fokus mengembangkan usaha. Jabatan terakhirr Ivan adalah kasubbag di setda kab. Majalengka. “Jadi buat yang gagal tes CPNS, tidak usah patah arang. Cobalah menjadi Wirausaha,” inilah pesan pertama dari pemuda kelahiran 4 Agustus 1984 ini. 

Owner SCN (kanan-kiri) Winy Kurnia, Ivan Taufik Iskandar, dan Muhamad Yusyron (Dokumen SCN)

2. Apa sih menu favorit di Seblak Ceker Naga? 

Apa menu favorit di SCN? (Dokumen SCN)

Sebenarnya semua menu di SCN sama enaknya, tetapi kalau ditanya yang mana favoritnya maka Seblak Katumbiri dan Seblak Cenghar adalah jawabannya. Katumbiri itu seblak yang masih otentik karena prosesnya di tumis berisi kerupuk, telur, sosis dan kwetiaw. Sedangkan Cenghar merupakan seblak kreasi karena berkuah tidak lebih kering dibanding katumbiri. Isinya banyak; ada ceker, bakso, cireng, kerupuk, batagor dan siomay kering. Kalau favorit kamu yang mana, sob?

3. Bisa sampai seperti hari ini, bagaimana awal SCN tercetus?

Seblak Ceker Naga dicetuskan oleh Winy Dwi Kurnia, istri Ivan. “Sebelum SCN, Umi (Winy) adalah guru SD. Sebelum menggeluti kuliner, beliau terlebih dahulu usaha di bidang fashion,” kenang Ivan pada kami. Diketahui, Winy memang pernah berjualan sepatu hias flanel, hingga bross handmade, bahkan juga pernah menjadi reseller pakaian online. “Pelajaran dari Umi; usaha belum tentu langsung sukses di percobaan pertama, jadi jangan langsung menyerah ya kalau gagal,” ini adalah pesan dari Ivan selanjutnya. 

4. Sejak kapan Seblak Ceker Naga ada?

Sejak kapan SCN ada? (Dokumentasi Pribadi)

SCN sudah berdiri 6 tahun sejak februari 2014. “Pada awalnya hanya dijual melalui aplikasi BBM, kemudian beralih ke gerobak depan rumah, dan kini berupa kafe,” Ivan sambil menunjukan foto-foto sejarah SCN yang memang dipasang di kafe miliknya. Segala sesuatu tidak bisa langsung besar ya sob, tapi kita harus tetap menikmati proses. 

5. Apa SCN (Imam Bonjol) memang dari awal berada di sana?

SCN Imam Bonjol (Dokumentasi Pribadi)

Betul, dan kafe Jl. Imam Bonjol dulu adalah rumah tinggal owner. Rumah bergaya jadul itu, secara bertahap beralih fungsi menjadi tempat jualan. Pada awalnya, hanya teras rumah yang digunakan, lalu ruang tamu dipakai, hingga akhirnya seluruh rumah dipakai. Hal ini membuat sang empunya rumah harus pindah. 

“Barangkali, usaha memang butuh pengorbanan dan menunda kenyamanan,” pesan Ivan yang lain. 

6. SCN sudah ada berapa cabang? 

Ada 4 cabang. 1) kafe di Jl. imam bonjol Majalengka Kulon; 2) booth di Yogya Grand lt. 2; 3) booth di Surya Kadipaten; dan 4) Mini Kafe di Talaga. Di daerah lain menyusul. Bagi sobat yang pernah lihat brand serupa selain di keempat tempat ini, aku kasih tau itu SCN KW ya. 

7. Apa SCN itu brand lokal?

Meskipun terlihat keren, seolah datang dari kota, dengan segala strategi branding dan merketingnya yang mumpuni. Tapi nyatanya, Ivan dan Winy asli Majalengka. Oleh sebab itu, di tengah gencar hiruk pikuk datangnya produk-produk dari luar di kota kita, kita harus tetap mensupport brand lokal. Brand Seblak Ceker Naga sudah terdaftar di kemenkumham dan dilindungi Hak Kekayaan Intelektual (HKI) merk. Oleh sebab itu, di logonya sudah ada huruf R dilingkari. Artinya tidak boleh ada yang pakai dan logo yang sama. “Pernah terjadi soalnya dengan pedagang seblak di pondok gede. Sekarang sudah diselesaikan secara baik-baik dan akhirnya mengganti merk,” Ivan memperingatkan tentang betapa pentingnya mengurus HKI.

8. Emang Naga ada cekernya? Kok Ceker ayam dibilang naga? 

Sebenarnya, selain sebagai nama; ini juga merupakan singkatan dari selogan awal Seblak Ceker Naga, yaitu panas menggoda. Panas karena dimasak langsung dan pedas, menggoda artinya menggugah selera dan menarik untuk dibeli. Nah, hayo, baru tau sekarang kan?

9. Apa teh Winy (istri Ivan) adalah dosen Unma?

Satu-satunya kekurangan teh Winy sekaligus hal yang kasihan dari a Ivan hanyalah: ia tidak bisa menggombali istrinya dengan “Kamu punya kembaran enggak?” “Enggak punya,” “Berarti kamu adalah satu-satunya yang terindah yang ada di bumi.” karena istrinya tersebut mempunyai kembaran, namanya Wina, beliau adalah seorang Dosen di UNMA. Jadi bagi kamu yang pernah kasamaran (omat, bukan kasmaran), poin sembilan ini adalah jawabannya. 

10. Kapan SCN buka cabang di daerah aku? 

Saat ini SCN memang sedang aktif menganalisa pasar yang berpotensi untuk membuka cabang baru, tapi dalam waktu dekat Ivan mengaku bakal segera membuka 1 atau 2 outlet di Majalengka, selanjutnya SCN mempersiapkan untuk ekspansi ke Cirebon. Wah hebat juga ya ketika brand-brand asli Majalengka, ada di kota lain!

Gitu, sob, semoga tulisan ini dapat menjawab semua pertanyaan kalian tentang SCN ya. (Tommi) 

Facebook Comments

About Tommi Pringadi

Making history

Check Also

Tempat Makan Malam sampai Dini Hari di Desa Bantarjati

besoksenin.co – Warung Wa Ales bukan warung sembarang warung. Selain menyediakan kebutuhan sehari-hari, warung yang …

WhatsApp chat