Kapal Laut, Pesawat Tempur, Hingga Tank Baja Memadati Jalanan Rajagaluh. Waduh, Kenapa Ya?

besoksenin.co – Ada hal tidak biasa terjadi di Rajagaluh kemarin (17/08). Jalanan yang biasanya dipadati oleh motor dan mobil, malah dipadati oleh kapal laut, pesawat tempur, tank baja, dan hal unik lainnya. Mungkinkah ini bentuk demo masyarakat Rajagaluh agar pemerintah menyejahterakan jomblo-jomblo di sana? Agar tidak salah kaprah, baca artikel ini hingga tuntas yaa.

Tahun ini, Kabupaten Majalengka tidak mengadakan pawai pembangunan seperti seperti tahun-tahun sebelumnya. Meskipun begitu, beberapa kecamatan berinisiatif untuk membuat pawai masing-masing.

Salah satunya adalah Kecamatan Rajagaluh. Meskipun tingkatnya sebatas kecamatan, kemeriahannya tidak kalah dengan pawai yang diadakan tingkat kabupaten. Acara ini diikuti oleh desa, sekolah, dan elemen masyarakat yang berada di Kecamatan Rajagaluh. Para peserta ditantang untuk menunjukan kreativitasnya masing-masing.

Desa Teja
Iring-iringan peserta pawai dari Desa Teja via Winda Nurfitriani

Pawai dimulai sekitar pukul sepuluh, selepas upacara hari kemerdekaan Republik Indonesia, bertempat di lapangan Galuh Pakuan.  Jalanan sudah mulai dipadati oleh masyarakat sejak pagi, sebelum pawai dimulai, mereka bersorak gembira dan memadati jalanan dari Galuh Pakuan hingga Terminal Rajagaluh. Beberapa kendaraan pribadi dan angkutan umum terjebak macet, di beberapa lokasi pawai yang terpantau sangat ramai.

macet di terminal rajagaluh
Kendaraan tidak dapat melewati terminal Rajagaluh hingga Galuh Pakuan via Winda nurfitriani

Tiap desa menampilkan kreasi bahkan atraksi unik dengan gaya mereka masing-masing. Seperti dari Desa Babakan Kareo yang menampilkan kapal laut lengkap dengan prajurit perangnya. Sedangkan masyarakat Desa Cipinang tidak mau kalah dengan menampilkan kreasi tank baja.

Adapun dari Desa Payung menyuguhkan mobil hias dengan aneka tanaman dan hasil bumi yang kemudian dibagikan kepada penonton. Ada juga dari Desa lainnya yang menampilkan karya-karya luar biasa seperti motor raksasa, banteng, pesawat tempur, badut, bahkan yang tidak kalah lucunya adalah bapak-bapak yang memakai kebaya lengkap dengan make up dan sanggul.

karya desa cipinang
Tank Baja dari Desa Cipinang via Winda Nurfitriani

 

pria berkebaya di pawai rajagaluh
Pria memakai kebaya lengkap dengan sanggulnya via Winda Nurfitriani

 

kapal laut karya babakan kareo
Kapal Laut dari Babakan Kareo via Winda Nurfitriani

 

pawai rajagaluh
Banteng ikut memeriahkan pawai via Winda nurfitriani

 

pawai rajagaluh hut RI 72
Inilah yang ditakuti oleh anak-anak via Winda Nurfitriani

Cuaca panas tidak menyurutkan antusias masyarakat untuk tetap menonton pawai hingga tuntas. Mereka berkumpul dari berbagai desa demi melihat pawai, tidak hanya anak-anak, orangtua pun berbaur menyatu memeriahkan HUT RI ke-72.

Bagiamana dengan perayaan HUT RI ke-72 di tempatmu sob? Yuk share di kolom komentar.

Editor : Riza D. Januar
Facebook Comments

Post Author: Winda Nurfitriani

Panggil aku Siren (Si keren)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.