Kepada Bupati Majalengka Selanjutnya, Jangan Terlalu Banyak Bangun Bunderan

Kepada Bupati Majalengka Selanjutnya, Jangan Terlalu Banyak Bangun Bunderan via Tommi Pringadi

besoksenin.co – Kepada Bupati Majalengka Selanjutnya, Jangan Terlalu Banyak Bangun Bunderan – Pak, apa Anda nonton piala dunia? ada cerita tersendiri dari Jepang saat memberi Belgia perlawanan, walaupun permainan wakil Asia itu menakjubkan, tetapi kita tidak tentang bagaimana cara mereka bermain bola. Barangkali Anda mengetahui ini, fans mereka tetap melakukan ritual bersih-bersih di stadion, meskipun tim kebanggaannya kalah. Biasanya di Liga 1 Indonesia, fans tim kalah malah melempari atau bahkan merangsek ke lapangan, kan, Pak? Tak habis di sana, timnas Samurai Biru juga malah membersihkan ruang ganti sendiri, lalu menulis ucapan terima kasih dalam bahasa Rusia. Ini menunjukan kualitas mereka sebagai manusia. Bagaimana mungkin kita bisa maju? Jika kebanyakan masyarakat kita jorok?

Kalau Jepang terlalu jauh, kita bisa mencontoh kepada negara tetangga, Singapura. Dahulu Singapura hanya pelabuhan kecil di pojok Asia, apalagi jika dikomparasikan dengan Malaysia atau Indonesia, Singapura bukanlah apa-apa. Keberhasilan Lee Kuan Yaw membangun SDM unggul dan handal ini lah yang membuat mereka sekarang menjadi negara maju.

Ketika kita orang Indonesia yang terbiasa membuang sampah sembarangan, tapi ketika masuk Singapura, bakal berubah menjadi taat aturan dan buang sampah di tempatnya. Jawaban untuk itu adalah karena sistem dan kebijakan, dan di Majalengka, Anda lah yang bakal membuat ke dua hal di atas tadi.

Pembangunan fisik hanya akan mengundang orang lain datang ke Majalengka, tapi ketika Anda membangun SDM-nya terlebih dahulu, bangunan fisik akan terbangun sendiri, dan semua bisa menikmatinya. Setidaknya, itu pendapat pribadi saya, walaupun memang sebagian lainnya punya pendapat bahwa kita harus membangun infrastruktur terlebih dahulu.

Jika di Majalengka harus membangun bunderan pun, setidaknya harus saling berhubungan via Tommi pringadi


Jika bangun banyak bunderan pun, kalau saja saling sinergi. Misalnya, di Munjul, apa hubungannya pesawat tempur dengan ikan? Identitas apa yang sebenarnya mau dimunculkan di Munjul? Jika lagi kita harus berkaca ke Singapura, mereka membuat patung Merlion itu di berbagai sudut kota, beda ukuran, namun semuanya Merlion. Mungkin jika kita banyak membangun patung mangga gedong gincu, itu bisa menjadi landmark, dan orang-orang bakal segera berswafoto di sana, membantu mempromosikan.

Persetan mana yang harus didahulukan. Tetapi membangun terlalu banyak bunderan di perkotaan, sementara pembangunan di desa ditelantarkan. Menghiasi Kadipaten berlebihan, demi membuat kesan pertama keren dan maju di perbatasan, pada orang yang masuk Majalengka, sementara di dalam kotanya sendiri tidak diurus. Atau, merenovasi alun-alun Majalengka, sementara alun-alun kecamatan lain nyaris tidak disentuh. Merupakan kesia-siaan.

Facebook Comments