Home > opini > Kepada Bupati Majalengka Selanjutnya: Restui Hubunganku dengan Buku
Toko buku via @gramediabooks

Kepada Bupati Majalengka Selanjutnya: Restui Hubunganku dengan Buku

besoksenin.co – Namaku Bibli. Aku ini perempuan dan aku memiliki hal di luar nalar perihal mata. Mataku selalu sakit ketika aku tak menemukan papan iklan, brosur, atau tulisan yang bisa aku baca. Aku suka membaca, dan aku suka dengan buku. Bagiku, buku adalah candu. Tentang wangi lembut kertas pada buku baru, tentang cetakan judul yang timbul dari bagian sampul. Tentang aku, yang melihat dunia hanya dari segunduk huruf yang menjadi kata, lalu menjadi kalimat, hingga paragraf.

Aku dan buku

Aku dan buku tidaklah lahir bersamaan. Aku dan buku juga tidak satu rahim. Namun, aku merasa ada satu ikatan yang membuatku nyaman jika aku bersama buku. Lalu, aku akan merasa sangat cemas ketika buku tidak ada didekatku. Aku selalu ingin kembali pada buku. Aku jatuh cinta, pada buku. Bahkan sejak dalam kandungan ibuku, aku sudah jatuh cinta pada buku. Ibu adalah perpustakaan pertamaku. Setiap menjelang tidur, ibu selalu membacakan dongeng sambil mengusapku dari luar: perutnya. Aku menikmatinya. Setelah itu, ia pasti menutupnya dengan doa sebelum tidur dan harapan-harapannya akan hidupku kelak.

aku dan buku
Aku dan buku via pixabay

Kini, dunia memang sudah canggih. Semuanya ada dalam satu genggam. Namun, aku tetap mencintai buku. Aku tetap merindukan buku. Terlebih lagi, buku-buku yang baru. Ada sensasi yang tak bisa aku jelaskan ketika aku menghirup wangi kertas pada buku baru.

Namaku Bibli, dan aku selalu rindu Majalengka ketika ada di kota perantauan. Majalengka adalah tempat yang asik untuk membaca buku. Tenang, ditemani dengan angin yang lembut menyibak rambut. Namun, aku merasa gusar ketika pulang. Aku merasa tercekik di kota kelahiranku sendiri karena tidak menemukan buku yang baru diperbaharui. Kecanduanku pada buku sudah begitu berat.

https://www.instagram.com/p/BkcRZJjHydE/?taken-by=besokseninco

Di kota ini—Majalengka, aku mencari buku-buku segar untuk kulahap, tapi tidak kutemukan. Padahal, di kota perantauanku, banyak sekali toko-toko yang menjual berbagai macam buku. Dari yang paling murah—dengan tempat yang sederhana, hingga yang harganya hampir menyentuh langit tetapi dan mereka tetap memperbaharui koleksinya.

Toko buku via @gramediabooks
Toko buku via @gramediabooks

Namaku Bibli. Nama lengkapku Bibliophile. Kata Ibu, arti namaku adalah pecinta buku. Aku berhasil mewujudkan harapannya dalam namaku itu. Aku mencintai buku. Aku juga bangga menjadi bagian dari Majalengka. Selain buku, bagiku Majalengka adalah candu. Tempat yang paling kurindukan untuk pulang. Namun, akan lebih aku rindukan jika aku menemukan hal serupa di kota perantauanku.

Kami ingin kehadiran toko buku
Kami ingin kehadiran toko buku via pixabay

Kepada Bupati Majalengka Selanjutnya: Restui Hubunganku dengan Buku

Aku berharap, kota Majalengka dapat hidup lebih baik dengan buku. Sisakan sebuah bangunan untuk dijadikan toko buku yang menjual buku-buku terbaru. Mataku sudah melahap buku-buku yang ada di perpustakaan  itu. Aku bosan, dan selalu menginginkan hal-hal yang baru. Jikalau kelak, tidak ada toko buku yang menjual buku-buku lengkap dan terbaru, itu tak masalah. Aku harap perpustakaan umum di kota majalengka terus memperbaharui koleksinya demi generasi muda yang lebik baik.

Facebook Comments

About Nadila D.

Aku adalah puisi; silakan tafsirkan sendiri.

Check Also

Waspada Terhadap Permainan Momo Challenge

besoksenin.co – Momo Challenge. Seantero jaga media kemarin dihebohkan dengan beredarnya Kiki Challenge yang dimana …