Kepada Calon Ayah Mertua, dari Lelaki yang Kelak Mengambil Alih Putrimu

Bolehkah saya memanggilmu ayah? via Pixabay

Ayah~ Bolehkah saya memanggil kamu Ayah?

Pengabdian, bakti, dan rasa sayang yang dimiliki putri kamu kepadamu, membuatku ingin melakukan hal yang sama, dan saya pasti bisa, maka izinkanlah saya memanggil kamu Ayah. Hari ini, dan selama sisa hidup kamu, saya akan selalu berjuang atas sesuatu; Penerimaanmu.

Pasti terasa lebih menyenangkan, andai kita melakukan pembicaraan lelaki  ini dengan duduk bersebrangan, bermain catur, dan menyeruput kopi. Kamu pasti akan sering memeriksa mataku untuk melihat apakah ada ketulusan, dan mengetesku dengan beberapa pertanyaan sebelum mengizinkan membawa putrimu.

Ayah, jangan lupa beritahu saya rahasia membesarkan gadis biasa menjadi istimewa, tentang mengapa pribadi putri kamu amat disukai, bukan hanya saya, tetapi orang-orang di luar sana. Saya bahkan suka ketika dengan cara putrimu tersenyum, gaya bicara, dan cara pandangnya terhadap dunia. Hal pertama adalah yang paling saya sukai, maka jangan pernah khawatir, saya akan berusaha sekuat tenaga supaya senyum itu tetap ada ketika dia samping saya.

Keistimewaan yang ada pada diri putrimu, adalah indikasi bahwa kamu tak hanya sekadar berhasil, dan sudah melaksanakan tugas sebaik-baiknya.  Keberhasilan itu juga akan selalu menjadi motivasi untuk saya melakukan apa pun yang terbaik untuknya~ seperti yang selalu kamu lakukan.

Saya tahu, kamu pasti tidak kuasa ketika melihat saya memasangkan cincin di jari putrimu. Bagaimana mungkin bayi yang kamu gendong setelah selalu memegang tangan Ibu, sekarang sudah menikah. Waktu memang terlalu cepat. Di hari itu saya akan memeluk dan mencium kakimu.

Saya tahu, kamu pasti sedih ketika melihat kamar putrimu kosong, yang dahulu selalu kamu diam-diam periksa setiap tengah malam, menghampiri, mengagumi dan mencium wajahnya, lalu membetulkan selimut, sudah tak bisa kamu lakukan. Ayah tak perlu khawatir, kapan pun kamu merindukannya Ayah cukup bilang, dan tak akan lama saya akan membawakannya; untukmu. Atau jika Ayah mau datang, rumah kami adalah tempat yang bisa kamu datangi, kapanpun kamu mau.

Tentang cucu yang akan segera kami berikan, saya pasti akan menciumi perut putrimu setiap pulang dan berangkat kerja, dan membawanya jalan-jalan ringan setiap akhir pekan. Saya akan berada di sampingnya ketika ia melahirkan, tanpa peduli hari itu sesibuk apa, memegang tangannya, dan mengizinkan Ayah, Ibu, juga Ayah Ibuku menggendong, lalu kalian semua akan berdebat tentang anak kami yang lebih mirip siapa.

Terimakasih sebab kamu sudah menikahi istrimu, sehingga putrimu~ yang amat saya cintai~ bisa terlahir di dunia. Terimakasih sebab sudah menjaganya, sehingga dia bisa tumbuh baik sampai hari ini. Terimakasih karena sudah mendidiknya menjadi pribadi yang mengagumkan, sehingga saya harus berjuang teramat keras dahulu sebelum bisa berdiri di samping dan dapat terlihat olehnya.

Dari Lelaki yang Kelak Mengambil Alih Putrimu.

Facebook Comments

Post Author: Tommi Pringadi

Seorang jomblo profesional yang bercita-cita bikin sunatan massal. I am not player, i am the game. :))

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.