Kini Aku Baru Menyadarinya, Bahwa Cinta Dapat Memengaruhi Seluruh Indra

besoksenin.co – Awal perjumpaan denganmu tidak begitu istimewa. Senja itu ketika gerbang rumahmu mulai bergeser beberapa senti, sosokmu pun muncul dengan penampilan yang sederhana. Kerudung yang bagian depannya kau ikat ke belakang, kemeja panjang polos dipadukan dengan jeans yang tidak terlalu ketat, dan riasan yang tidak berlebihan. Aku suka, tapi menurutku dari semua itu tidak ada sedikitpun yang istimewa. Aku ralat: Belum terlihat istimewa. Jantungku pun masih berdetak normal, mataku tidak membelalak, dan tubuhku tidak mematung barang sedetikpun ketika melihatmu. Mungkin saat itu kau belum membuatku benar-benar jatuh cinta.

Aku suka, tapi menurutku dari semua itu tidak ada sedikitpun yang istimewa

Doi yang mulai manja via Pexels

Hingga kemudian kau naik kuda putihku yang berwujud Vega-R berwarna perak. Seketika aku pun membawamu berkeliling hingga langit senja mulai menghitam. Sepanjang perjalanan kau bercerita tentang banyak hal mulai dari jurusan yang kau pilih sampai mantan kekasihmu yang sekarang hanya bisa kau kenang. Entah kenapa berbincang denganmu selalu mengasyikan, meski di tengah-tengahnya aku selalu mendapat satu-dua cubitan. Mengobrol denganmu tidak pernah membuatku bosan, selalu saja ada hal yang ingin kudengar dan kuceritakan. Mungkin dari situlah aku mulai menemukan kenyamanan.

Entah kenapa berbincang denganmu selalu mengasyikan, meski di tengah-tengahnya aku selalu mendapat satu-dua cubitan

Bergandengan sepanjang jalan via Pexels

Kau tahu? tidak lama setelah itu aku pun mulai jatuh dalam rasa nyaman dan jatuhku pun berubah menjadi cinta yang amat dalam. Seketika setelah jatuh cinta, semua organ dalam tubuhku memberikan respon berbeda terhadapmu. Mataku kini selalu menemukan keindahan dibalik penampilan sederhanamu. Kau pun selalu terlihat cantik dikala satu-dua jerawat tumbuh diwajahmu, rambutmu berantakan sampai helaiannya keluar dari hijabmu, kantung matamu menghitam akibat semalaman kau sibuk mengerjakan tugas, pipimu yang mulai mengembung entah isinya angin atau lemak, dan wajahmu yang kusam berkeringat setelah lelah beraktivitas. Dibalik semua itu, aku akan tetap menganggapmu cantik. Mulutku pun mulai sering merindukan obrolan denganmu. Telingaku mulai terbiasa bahkan menyukai omelan manjamu. Tanganku yang seakan tak mau melepas ketika jemarimu mulai menyelinap ke sela-sela jemariku membentuk genggaman yang erat. Kemudian hidungku yang sekarang mulai hafal aroma parfum yang kau kenakan setiap bertemu. Aku baru menyadarinya sekarang bahwa cinta dapat memengaruhi seluruh indra dan cinta itu datang darimu.

 

Editor: Kuntum Mutia Umami

Facebook Comments

Post Author: Wawan Gunawan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.