Klopediakustik, Band Asal Kuningan Pertama yang Masuk Televisi

klopediakostik

Salah satu indikasi kemajuan sebuah band adalah dengan tampil di televisi. Menjadi lebih keren lagi, sebab yang melakukannya adalah sebuah band yang baru berumur 7 bulan. Ya, Klopediakustik! Band yang digawangi Gina Savitri sebagai vokal, Puja Yudhistira lead gitar, dan digitari Anto Susanto inilah yang pertengahan mei kemarin muncul dalam “Taman Buaya Beat Club” TVRI. Bagaimana sih awal mula Klopediakustik hingga bisa dinilai cukup berhasil dalam waktu yang relatif singkat?
Awalnya Klopediakustik terpisah-pisah dalam band yang berbeda, tetapi ‘putus’ dengan band lamanya, lalu karena masih ada hubungan kekerabatan dan rumah yang berdekatan di Desa Citamba, kecamatan Kuningan: Gina, Puja, Anto memutuskan untuk kembali menyusun kekuatan, karena itu pula mereka mengaku tidak pernah ada perbedaan pendapat berarti setiap berdiskusi. “Kayaknya kita memang sudah satu hati” Kata Gina sang vokalis. Akhirnya tanggal 15 Desember 2015, Klopediakustik terlahir.

“Klopediakustik diambil dari bahasa Yunani yang artinya hari ini.” Jelas Anto, gitar. Ia mengatakan filosofi dari bandnya ini karena selalu menatap hari ini. “Dalam hidup memang kerjakan dulu saja apa yang kita bisa hari ini, hari ini aja dulu, kita bukan pribadi yang ribet. Kalau kustiknya sendiri, ya karena kita main akustik.” Namun Anto juga bilang terkadang Klopediakustik bisa main full band dengan dibantu personil additional.

Sampai saat ini Gina dan kawan-kawan masih hanya memiliki dua lagu yang berjudul “Rain and Stars” dan “Hungry.” Sebenarnya masih banyak lagu mereka, namun baru dua ini yang sudah tracking. Biasanya Klopediakustik membuat lagu sambil nongkrong di Jalan Syeh Maulana Akbar atau sambil main di Palutungan. Menurut mereka Kota Kuningan yang asri sangat ramah untuk menelurkan inspirasi. Seperti kata Puja “Ya Kuningan bagi kami inspirasi.” Khusus untuk “Hungry” Gina membuatnya saat mengunjungi Yogyakarta, di sana ia bertemu, bercengkerama, dan makan bareng dengan anak jalanan yang sudah tidak punya orang tua. “Lapar bukan hanya tentang perut, bisa juga lapar kasih sayang, lapar bareng-bareng bersama keluarga.”

Perjuangan Klopediakustik yang mengambil pilihan sebagai band folk/pop/pop rock tidak seperti semudah yang kita lihat, Gina, Puja dan Anto mengaku penyuka musik di Kuningan lebih condong ke reggae dan metal karena kuatnya pengaruh komunitas di sana. Jika bermusik di Kuningan, maka melawan dua genre itu akan sangat sengit. Namun Klopediakostik yang terinspirasi kisah sukses Hanyaterra tetap keukeuh dengan pendiriannya, dan menganggap ini sebagai jalan yang bisa membuat band mereka unik dan berbeda. Hingga suatu waktu Klopediakustik diajak ikut manggung di acara metal, sebagai satu-satunya band folk. “Ya itu adalah pengalaman yang cukup berkesan dan bersejarah.” Gina, Puja dan Anto, terus berdiri di panggung demi panggung, dari Cirebon, Kuningan sampai Jakarta. Suatu waktu saat mereka tampil, tiba-tiba saja mati lampu, dan setelah lampu menyala penonton malah berteriak meminta agar Klopediakustik menambah satu lagu. Sambutan masyarakat (Kuningan) sudah lumayan untuk band yang terbilang baru ini.

Dalam bermusik Klopediakustik mengiblat Cocorosie, dan musisi-musisi Prancis lain. Sering mendengar lagunya demi menelurkan inspirasi yang lain. Belum lama ini Klopediakustik menjuarai festival musik bahasa Inggris di STIBA Cirebon, dan yang lebih membanggakan menjadi band pembuka saat Band Kanada: Chud Eastborn saat melawat ke Cirebon.

Puncaknya adalah pertengahan Mei lalu, Klopediakustik mendapat tawaran tampil di TVRI, dan tanpa ragu mereka mengambilnya. “Setahu kami, kami adalah band pertama Kuningan yang bisa masuk televisi nasional. Senang banget lah, ini bisa disebut jawaban dari semua jawaban.” Anto antusias. Meskipun terlihat perjalanannya sangat mulus, mereka mengaku masih enggan untuk terjun di arena musik mainstream. Banyak teman-teman Gina, Puja, dan Anto menceritakan banyak yang mengirim selamat karena band mereka yang padahal masih baru, tapi sudah bisa tampil di televisi. Musik Klopediakustik memang keren, kamu bisa dengar dan lihat sendiri di Soundcloud dan Youtube mereka dengan nama yang sama.

Klopediakustik memiliki pendapat atmosfer musik di Wilayah III Cirebon cukup bagus dan sangat menantang, tetapi tidak terlalu ketat, karena mereka yakin memang sudah bikin sesuatu yg berbeda. Kekhasan Klopediakustik terletak di instrumen mereka yang membawa unsur mainan anak kecil.

Saat ini Klopediakostilk sibuk manggung, belajar dan terus belajar, dan dalam waktu dekat akan mengeluarkan mini album yang berisi enam lagu. Impian mereka adalah menggelar konser tunggal.

“Semoga musik-musik Kuningan bisa lebih didengar lagi aja, di Majalengka, dan Indonesia.” Harap Klopediakustik, kompak. (Tommi)

Facebook Comments

56 tanggapan pada “Klopediakustik, Band Asal Kuningan Pertama yang Masuk Televisi

Tinggalkan Balasan