Lelah Sih, Tapi Rela Pendam Sendiri?

besoksenin.co – Hallo sobat bsc, kali ini kita akan bahas tentang manusia. Soalnya kalau bahas matematika nanti otak bukannya terhibur malah jadi ngebul, apalagi kalau bahas masa lalu nanti baper *balik lagi, kudu serius*. Ini permasalahan sejuta umat yang biasanya lupa dengan identitas ke-manusia-an nya. Sebagian besar dari kita pasti udah hafal kalo manusia itu makhluk sosial. Terus kalo udah makhluk sosial kenapa? Kebanyakan dari kita mungkin masih memahaminya bahwa tidak ada manusia super yang bisa nanam padi sampai memintal benang untuk bisa makan dan berpakaian dilakukan seorang diri. Tentunya makna dari makhluk sosial lebih dari sekedar adanya simbiosis mutualisme antara petani dengan nelayan di zaman barter.

memendam masalah sendiri via bipolarcenterindonesia.blogspot.com
bipolarcenterindonesia.blogspot.co

Makhluk sosial itu bisa diartikan bahwa sudah kodratnya manusia akan berinteraksi dengan sesamanya. Bagaimana bentuk interaksinya? Beragam. Melalui berbagai kegiatan seharai-hari seperti perdagangan, pendidikan, persahabatan, dan sebagainya. Ketika situasinya ‘bahagia’, dlama artian tidak berada pada kondisi genting atau tersudut, tidak sedikit yang mengingat kodrat makhluk sosial ini.

Baca juga: Aku Belajar Dari Kartini, Bahwa Kita Harus Berhenti Saling Menyakiti Bukan Berhenti Saling Mencintai

Misal kalo lagi berbahagia karena lolos seleksi kerja, atau bisa masuk ke sekolah favorit, tidak sedikit diantara kita ikut merasa bahagia dan bahkan beberapa diantara kita mengekspresikan kebahagiaan tersebut dengan mengundang orang-orang terdekat untuk ikut berbahagia dengan traktiran makan. Tapi apa yang terjadi ketika situasi yang terjadi sebaliknya? Tidak menutup kemungkinan masih ada beberapa orang yang tetap mau berdekatan dengan seseorang yang memiliki masalah. Namun yang paling celaka adalah jika orang yang bermasalah ini terlalu menyibukkan dirinya sendiri tanpa melihat sekeliling ketika menyelesaikan masalah.

Boleh jadi ada satu atau dua orang diantara kita yang amat meyakini bahwa setiap masalah dapat terselesaikan oleh dirinya sendiri. Hal tersebut memang tidaklah salah, tetapi akan lebih baik jika kita mencoba untuk berprasangka baik bahwa orang lain bisa lebih meringankan masalah kita.

Terkadang beberapa orang lebih memilih untuk tidak menceritakan masalahnya kepada siapapun karena satu dan lain hal (mungkin salah satu alasannya merasa tidak enak untuk membebani orang lain), tapi apakah benar kamu sekuat itu untuk memendamnya seorang diri? Bukan meragukan kemampuan kita semua dalam menyelesaikan suatu maslaah. Hanya saja, bukankah kita makhluk sosial yang memang pada akhirnya akan membutuhkan orang lain? (Resy)

Facebook Comments

Post Author: Kuntum Mutia Umami

Full of dream!- Candu merasa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.