Home > berita > Mahasiswa Majalengka Tidak Tinggal Diam!

Mahasiswa Majalengka Tidak Tinggal Diam!

besoksenin.co – Mahasiswa Majalengka tidak tinggal diam!

Tajuk tersebut pantas disematkan ketika melihat ribuan mahasiswa yang tergabung dalam aliansi mahasiswa Majalengka dan aliansi lintas fakultas Universitas Majalengka menggelar aksi di jalan depan gedung DPRD Majalengka kemarin (30/09/2019). Aksi tersebut ditenggarai oleh keresahan mahasiswa mengenai polemik dan kekisruhan yang terjadi di negeri ini.

Sebelum berangkat mengunjungi anggota DPRD Majalengka, sekitar pukul 08.00 mereka semua terlebih dahulu berkumpul di lapangan GGM. Di depan banyak mahasiswa yang menggunakan berbagai macam atribut dan jas almamater kebanggaannya, kordinator lapangan menyampaikan tujuan dari aksi ini, yaitu menolak pasal kontroversial dalam RUU KUHP. Selain itu, diberitahukan juga bahwa aksi ini adalah aksi damai, jika nanti terjadi chaos atau hal yang tidak diinginkan, maka orang tersebut bertanggung jawab terhadap dirinya sendiri, bukan aliansi.

Berbagai macam atribut dan jas almamater memenuhi lapangan GGM

Setelah berbagai persiapan dirasa cukup, mulai dari materi hingga jalur evakuasi jika terjadi chaos, mereka berangkat dari lapangan GGM menuju gedung DPRD Majalengka. Sepanjang jalan, teriakan “Hidup Mahasiswa” dan “Hidup Rakyat Indonesia” diikuti dengan sautan “Hidup!” bergantian mengiringi perjalanan mereka. Sekali dua kali mereka berhenti untuk berorasi, menyampaikan kembali apa yang menjadi keresahan yang timbul di dalam negeri.

baca juga : Tanggapan untuk Penulis “Alasan Mahasiswa UNMA Kurang Kritis” yang Sok Tahu

Tak terasa 10 menit berlalu, akhirnya mereka sampai di depan gedung DPRD Majalengka. Semuanya berkumpul dan membentuk setengah lingkaran di jalan depan gedung DPRD Majalengka yang sudah dijaga oleh Polisi.

Awalnya, anggota DPRD Majalengka masih berada di dalam gedung, belum keluar menemui mahasiswa. Baru setelah beberapa orator menyampaikan kegelisahan mereka terhadap apa yang terjadi di negeri ini, anggota DPRD keluar dan duduk di tengah-tengah mahasiswa yang sedang duduk. Moderator, orator, dan mahasiswa menyambutnya dengan tepuk tangan dan sorakan.

Sebelum kembali melanjutkan Orasi, moment epic terjadi. Baru saja duduk, anggota DPRD Majalengka langsung diabsen oleh perwakilan Aliansi Mahasiswa dan Aliansi Lintas Fakultas Universitas Majalengka mengabsen anggota DPRD Majalengka. Satu persatu nama dipanggil, layaknya absensi dosen di kelas. Ketika ada nama yang tidak hadir, diikuti oleh suara “HUUUUU” dari mahasiswa. Ketika yang namanya dipanggil hadir, mahasiswa memberi apresiasi dengan tepuk tangan.

Anggota DPRD Majalengka diabsen oleh Mahasiswa

“Yang sudah dipanggil silakan berdiri, Bapak/Ibu yang terhormat. Bagi yang berada di tempat teduh silahkan maju, biar sama-sama kita panas-panasan.” Ujar moderator. Diikuti oleh senyum dari Polisi dan Anggota DPRD Majalengka. Sedangkan mahasiswa berteriak seperti biasa.

Tujuan mengabsen ini agar aspirasi dari masyarakat bisa didengarkan oleh seluruh wakil rakyat Majalengka, bukan hanya sebagian.

Dari 50 anggota DPR Majalengka, ada 7 orang anggota DPR yang tidak hadir. Hemm, ke mana, ya?

Pokok permasalahan yang diangkat dalam aksi hari ini adalah masalah RKUHP yang beberapa pasalnya dianggap kontroversial, masalah penembakan aparat terhadap mahasiswa di Kendari Sulawesi Tenggara, dan penangkapan/penculikan yang dilakukan terhadap mahasiswa yang melakukan demonstrasi di daerah lain.

Setelah orasi dari pihak mahasiswa selesai, waktunya pihak DPRD Majalengka yang diwakili oleh Edi Annas Djunaedi untuk menanggapi.

“Terimakasih adik-adik Mahasiswa yang sudah datang ke sini untuk mengingatkan kami semua selaku wakil rakyat. Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini.” Ujarnya dengan wajah yang terlihat memerah karena ikut “berjemur” dengan mahasiswa yang lain.

“Beberapa tahun ke depan, mungkin salah satu dari kalian yang akan menggantikan posisi kami sebagai anggota DPRD Majalengka. Semoga ketika itu terjadi, kalian tidak meninggalkan idealisme kalian seperti hari ini” Lanjutnya, diikuti teriakan “Amiin” dan tepuk tangan dari mahasiswa.

Aksi ini diakhiri dengan penandatanganan petisi yang berisi tiga tuntutan aliansi mahasiswa Majalengka, oleh perwakilan DPRD kabupaten Majalengka dan perwakilan aliansi mahasiswa Majalengka yang isinya sebagai berikut :

  1. Mendorong DPRD Kabupaten Majalengka untuk menyampaikan tuntutan Aliansi Mahasiswa Majalengka kepada DPR RI untuk merevisi pasal kontroversial RKUHP.
  2. Mendorong DPRD Kabupaten Majalengka untuk menyampaikan pada Polri agar membebaskan mahasiswa yang disandera pasca aksi di manapun itu.
  3. Mendorong DPRD Kabupaten Majalengka untuk menyampaikan kepada aparatur pemerintahan agar mengusut tuntas pelaku penembakan mahasiswa di Kendari, Sulawesi Tenggara.

Tidak lupa, sebelum pulang ada sesi foto bebas antara mahasiswa dan anggota DPRD Majalengka. Ini menandakan aksi telah usai, tuntutan tersampaikan dan didengarkan, selanjutnya tugas mahasiswa adalah mengawal agar tiga tuntutan tadi benar-benar diteruskan oleh DPRD Majalengka ke DPR RI, Polri, dan aparatur pemerintahan.

Salut untuk semua yang terlibat dalam aksi hari ini.

Aparat menenangkan.
DPR mendengarkan.
Mahasiswa memperjuangkan.
Aspirasi tersampaikan.

Editor : Riza Dwi Januar

Facebook Comments

About Elvira Mentari A

A girl who lives among the words.

Check Also

GGM

Gelanggang Olahraga kok jadi Serbaguna?

Gelanggang Olahraga kok Jadi Serbaguna? besoksenin.co – Orang Indonesia biasanya senang menyulap sesuatu menjadi hal …