Home > rubrik > besokbaper > Majalengka, Aku Ingin Ramadhanku Bersamamu

Majalengka, Aku Ingin Ramadhanku Bersamamu

Hai, Lenka!

Bagaimana kabarmu disana?

Masih ingat kan tentang panggilan sayangku untukmu, Lenka? Ya, Lenka panggilan kesayanganku untukmu tanah kelahiranku yang senantiasa di hatiku.

Tlah lama aku tak menyapamu lewat tulisan-tulisanku. Maafkan aku yang akhir-akhir ini terlalu sibuk dengan setumpuk tugas-tugas yang dikejar deadline. Terlalu sibuk dengan kuis-kuis yang diberikan dosen-dosenku di setiap mata perkuliahannya. Maafkan aku yang terlalu fokus pada acara-acara di kampusku. Aku mengikuti berbagai kegiatan kampus bukan berarti aku so sibuk dan melupakanmu. Aku lakukan itu pun demi kamu. Karena aku ingin melukiskan senyum di wajah indahmu. Pengalaman dan pembelajaran yang ku dapatkan saat ini merupakan modal untuk aku dapat membahagiakanmu.

Majalengka, Aku tlah lama tak menyapamu, bukan berarti aku melupakanmu. Ingatanku tentangmu terlalu kuat. Takkan mungkin terhapuskan dan takkan lekang oleh waktu. Jangankan mengingatmu yang begitu berharga, mengingat mantan pun rupanya masih sering ku lakukan. Sekuat apapun tekadku untuk melupakan segala kenangan bersamamu, aku takkan mampu melupakannya. Kenangan terlalu kuat memeluk ingatanku. Satu hal yang selalu ku angankan dari setiap kenangan yang tlah terlukis adalah andai aku punya mesin waktu seperti doraemon, aku ingin kembali pada waktu yang begitu melukiskan kebahagiaan padaku. Salah satunya adalah aku ingin kembali pada Ramadhanku yang selalu indah bersamamu.

Sekalipun aku tak punya mesin waktu, aku bersyukur ramadhan selalu hadir di setiap tahunnya. Aku bahagia kala ramadhanku tiba, karena saat itu pahala dari setiap kebajikanku dilipatgandakan. Aku bahagia dengan ramadhan, karena saat itu syaiton tak berkeliaran. Akan lebih lengkap lagi kebahagiaanku, jika ramadhanku bersamamu. Bersama orang-orang tercinta di kotamu. Walau tak bersama dia si pelukis kenangan yang tak lain adalah MANusia Tak terlupakAN (re: MANTAN).

Oh iya Majalengka,

Hari ini aku rela pulang dari tanah rantauku di kota hujan demi menyambut ramadhan di kotamu dan menjalani awal ramadhanku bersamamu. Aku tak ingin melewatkan kebahagiaan yang bisa terlukiskan saat bersamamu di ramadhanku tahun ini. Aku tak ingin melewatkan obrog-obrog yang lewat di depan rumahku dan membangunkanku saat sahhr. Aku tak ingin melewatmelewatrkan serunya ngabuburit menjelajahi alammu. Selanjutnya aku pun tak ingin melewatkan santapan takjil dari kuliner di kotamu saat berbuka puasa. Dan yang terakhir aku juga tak ingin melewatkan sholat tarawih di mesjidmu yang dilanjutkan dengan bertadarus melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur’an.

Ah, sudah tak bisa ku bayangkan lagi begitu bahagianya jika ramadhanku bersamamu. Aku ingin segera bertemu denganmu Majalengka. Beberapa jam lagi aku akan menemuimu, tunggu aku yaa Majalengka ^^

Salam rindu dari gerbong kereta,

 

Fitri Kinasih Husnul Khotimah

(Lembayung Senja)

Facebook Comments

About Fitri Kinasih Husnul Khotimah

Aku adalah sepenggal diksi yang siap kau jadikan puisi.

Check Also

Kepada Bupati Majalengka Selanjutnya, Jangan Terlalu Banyak Bangun Bunderan

besoksenin.co – Kepada Bupati Majalengka Selanjutnya, Jangan Terlalu Banyak Bangun Bunderan – Pak, apa Anda …

One comment

  1. Cialis Buy Online Uk Hydrochlorothiazide Us With Free Shipping By Money Order Viagra Online Kaufen Gunstig canadian cialis Medrol Dose Pack From Canada

Tinggalkan Balasan