Home > rubrik > besokeling > Majalengka Bangga Punya Falma: Meski dalam Keterbatasan, Mimpi Falma Tak Terbatas!
Falma
Falma

Majalengka Bangga Punya Falma: Meski dalam Keterbatasan, Mimpi Falma Tak Terbatas!

“ … Karena hari ini, pahlawan itu bukan pahlawan perang,
tapi pahlawan prestasi termasuk di bidang olahraga … ”
— Ridwan Kamil, 2019.

 

besoksenin.co – Special Olympic World Summer Games (SOWSG) 2019 di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, beberapa waktu kemarin memang sudah berlalu. Namun, nama Falma Tifal Fikriah tetap terkenang di dalamnya. Bagaimana tidak? Anak perempuan penyandang tunagrahita asal Pasirmuncang, Majalengka, itu berhasil meraih medali emas dan perunggu pada cabang olahraga renang.

Falma dan medalinya

Tunagrahita adalah keadaan di mana IQ seseorang berada di bawah rata-rata sehingga menyebabkan fungsi kecerdasan dan intelektual mereka terganggu. Anak yang mengalami tunagrahita akan mengalami juga penghambatan tingkah laku, penyesuaian diri. Hal demikian terjadi masa perkembangannya. Meski belum bisa mengikuti kegiatan akademik dengan maksimal, anak tunagrahita bisa dibina dengan keterampilan maupun pelatihan.

Siswa kelas VIII SLB Negeri Majalengka itu dikenal oleh Ibu Teti (52) sebagai anak yang pendiam. Namun, guru yang sudah mengabdikan hidupnya untuk mengajar dan membimbing anak berkebutuhan khusus selama 27 tahun itu mengaku sangat bangga dengan pencapaian Falma. Selain guru di sekolah, Bupati Kabupaten Majalengka juga bangga dengannya. Beliau mengapresiasi kerja keras Falma untuk meraih mimpinya, sekaligus mengharumkan nama Jawa Barat dan Indonesia, khususnya Majalengka.

Dapet emas … selamat, Falma!

Sejak kecil, Falma memang sudah difokuskan dalam olahraga renang. Ia pun aktif mengikuti kejuaraan olahraga cabang renang dari tingkat Provinsi, Nasional, hingga akhirnya ia pun direkrut untuk mewakili Indonesia dikancah Internasional. Rasa bangga tidak hanya tertuju pada Falma, dan gurunya di sekolah yang telah membimbing dengan tulus. Namun juga tertuju pada orang tua Falma. Sudah seharusnya, anak berkebutuhan khusus memang tidak disembunyikan dan sadar akan petingnya pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus.

baca juga : Sosok dibalik Topeng Spiderman di acara Gowes Wisata BIJB

Hidup adalah tentang percaya. Percaya pada hati, pada tangis, pada tawa, pada keberanian yang kau lakukan untuk melangkah. Ketika kau sudah percaya dengan dirimu sendiri, dengan sendirinya, kepercayaan itu akan menjadi kisah paling indah, kisah yang terbaik di hidupmu. Seorang anak berkebutuhan khusus tunagrahita bernama Falma telah membuktikan itu. Ia percaya pada hati, pada tangis, pada tawa, pada keberanian untuk melangkah. Hingga beberapa hari yang lalu, ia berhasil membuat kisah terbaik dalam hidupnya.

 

Editor : Riza D. Januar

 

Nadila, Maret 2019.

Facebook Comments

About Nadila D.

Aku adalah puisi; silakan tafsirkan sendiri.