Home > opini > Majalengka Bukan Kota yang Ramah untuk Anak Muda

Majalengka Bukan Kota yang Ramah untuk Anak Muda

besoksenin.co – Sejak banyak berdirinya pabrik-pabrik, mengakhiri kota pensiun–terciptanya banyak sekali lapangan kerja, sehingga para anak muda tak usah lagi pergi ke luar kota demi menyambung hidup. Tentu saja, itu adalah hal yang perlu disyukuri. Tapi, para pemimpin di kota ini jangan dulu berbesar kepala, menganggap bahwa semuanya sudah beres. Ditambah fakta bahwa Indonesia sedang mengalami bonus demografi, Majalengka masihlah bukan kota yang ramah untuk anak muda. Mengapa?

Pernah tidak, sobat mengambil sudut pandang lain, karena, kalau dipikir-pikir: bukankah pemerintah seperti sedang memaksa kita untuk menjadi buruh? Tak ada yang perlu didiskreditkan soal menjadi buruh, tapi apakah mereka tidak berpikir bahwa anak muda di Majalengka juga ada yang ingin menjadi musisi, seniman, pengarang, atau pemain bola? Mengapa terus membangun pabrik, sementara tak ada gedung teater, perpustakaan, atau stadiun sepak bola?

Berbicara ramah atau tidak, maka ini juga adalah tentang sedikitnya ruang-ruang publik di kota ini, tentang alun-alun yang dirampas begitu lama, atau tentang apa yang diklaim sebagai taman baribis tapi di mana letak tamannya?

Karena kita menjadi orang-orang yang orang-orang yang sibuk bekerja, bukankah seharusnya di sini banyak hiburan juga? Karena hiburan hanya sedikit, barangkali ini lah yang menjadi alasan mengapa kita menjadikan bandara sebagai tempat piknik, atau, saat bunderan bola dunia munjul baru dibuka. Orang-orang datang, dan juga sampah. Bukankah ini karena pemerintah terlalu fokus membuat lapangan kerja, dan lupa soal mengajari kita perihal budi pekerti. Jika bidang-bidang lain ikut diperhatikan, mereka bakal menciptakan lapangan pekerjaan baru tanpa harus membangun pabrik. 

Entah Majalengka rumah atau tidak untuk anak muda, tapi rasanya, di sini kalian tidak perlu memiliki hobi, apalagi passion, yang penting adalah bekerja di pabrik dan menghasilkan uang. PR para pemilik kewenangan tidak pernah sesederhana membujuk agar pabrik-pabrik mau menerima karyawan laki-laki, melainkan jauh lebih kompleks dari itu. 

Facebook Comments

About Tommi Pringadi

Making history

Check Also

Kita Rawat Gedung Olahraga GGM Majalengka, Yuk!

besoksenin.co – Gedung Olahraga (GOR) GGM belum selesai diperbaiki, namun foto lapangan yang sedang digarap …