Home > rubrik > besokbaper > Majalengka, Izinkan Aku Pergi Untuk Sementara
via tintahijau.com

Majalengka, Izinkan Aku Pergi Untuk Sementara

Hai Lenka,..

Ya, Lenka. Panggilan sayangku untuk Majalengka ku tercinta.Terimakasih tlah mendekap aku dalam keindahan alammu. Dengan berat hati aku harus mengucapkan ini padamu. Mengucapkan kata yang tak pernah ingin ku ucapkan padamu karena aku begitu mencintaimu. Kata yang terlalu sulit untuk ku lontarkan lewat suaraku. Kamu terlalu berharga. Kamulah saksi aku dilahirkan dan dibesarkan. Kamu mengajarkanku banyak arti kehidupan. Dalam dekap keindahan alammu, aku belajar bersyukur. Bersamamu aku tumbuh dan ku lewati satu per satu tangga usia yang menjadikanku semakin dewasa. Kamulah yang menemaniku mencari jati diriku sesungguhnya.

Jarum tak pernah sedikitpun berhenti berdetak pada dinding waktu yang terus bergulir. Takdir memaksa aku untuk pergi darimu. Mencari ilmu di luar kota menjadi satu-satunya alasan aku harus pergi. Walau tak sampai ke negeri Cina, hatiku sulit untuk menerima kenyataan bahwa aku harus pergi.

Lenka,..

Aku janji, selepas aku mendapatkan ilmu dan modalku tlah cukup, aku pasti pulang dan kembali menemuimu. Aku akan mengabdi padamu dan menjadikanmu tanah Agripolitan. Lahan pertanian di tanah kita luas, walau kini satu persatu berganti pabrik-pabrik industri yang menjadi lahan kehidupan baru untuk saudara kita. Aku senang kotamu kelak kan menjadi kota metropolitan dengan adanya Bandara yang membuat aku lebih mudah untuk menemuimu tanpa harus menghabiskan waktuku di jalanan. Namun, aku tetap ingin kota kita berbasis pertanian yang mampu mencukupi kebutuhan primer kita Lenka. Karena kata Soekarno, Soal pangan adalah soal hidup dan matinya suatu bangsa.

Itulah sebait mimpiku tentangmu Lenka. Doakan aku sukses dengan jalan yang telah aku pilih. Izinkan aku melangkah. Izinkan aku pergi darimu untuk sementara waku. Oh iya Lenka, doakan juga semoga aku bisa secepatnya mendapatkan bekal untuk membangun tanah kita. Setelah itu, aku janji aku pasti pulang. Aku tak ingin berlama-lama mengembara di tanah orang. Seindah apapun tanah orang, tetaplah tanah kita yang senantiasa ada dalam sanubariku. Tetap dirimu yang selalu menyelinap dan mengetuk pintu rinduku berkali-kali. Sekalipun aku pergi darimu, namamu tetap ada di hatiku dan selalu bersamaku kemanapun aku pergi.

Sekali lagi, Izinkan aku pergi darimu Lenka. Baik-baik kau disana walau tanpa aku. Bukannya aku tak peduli, aku pergi. Namun, karena aku peduli lah aku pergi.

Selamat tinggal, Lenka.

See you on top.

 

Salam sayang,

 

(Lembayung Senja)

Facebook Comments

About Fitri Kinasih Husnul Khotimah

Aku adalah sepenggal diksi yang siap kau jadikan puisi.

Check Also

PT Anugerah Wira Angkasa, Pintu Masuk Kerja di Bandara

besoksenin.co – “Kerja di mana?” adalah pertanyaan yang sebentar lagi kamu hadapi dari calon mertua. Mau …

One comment

  1. Achat Kamagra Bordeaux cialis canada Alli 120 Refill Pack Viagra Cialis Contraffatti

Tinggalkan Balasan