Home > rubrik > besokkenalan > Majalengka Reptil Mania, Menjaga Reptil sekaligus Mengudakasi Manusia

Majalengka Reptil Mania, Menjaga Reptil sekaligus Mengudakasi Manusia

marema1

Ingin Menyentuh, Mempelajari, atau Selfie dengan Ular? Tenang, ada Majalengka Reptil Mania

Belum tahu Majalengka Reptil Mania? Sekali-kali kamu harus coba jalan di Car Free Day Majalengka, karena komunitas ini selalu menjadi pusat perhatian di alun-alun Majalengka setiap minggu pagi, kamu tinggal cari kerumunan orang di pojok kanan alun, maka disitulah mereka, dan tentu saja di tengah-tengah kerumunan itu ada Ular, Biawak, Boa sampai Buaya Darat yang menjadi aktor utama keramaian tersebut. Hewan terakhir mohon diabaikan ya.

“Kita biasa kumpul hari minggu pagi, di alun-alaun. Tujuannya adalah saling mengakrabkan satu sama lain (anggota), dan sharing pengetahuan tentang Reptil sekaligus mengenalkannya kepada masyarakat.” Kata Rachmat, salah satu member Majalengka Reptil Mania atau biasa disebut Marema.

Marema yang dibentuk oleh Bayu Tunjung, Dwi Kurniawan dan Julian Rahman pada  27 Februari 2013 ini memang selain bertujuan sebagai wadah pecinta reptil di wilayah Majalengka, juga memiliki visi lain, yakni mengubah paradigma negatif, peduli dan memberikan edukasi kepada masyarakat Majalengka tentang Reptil.

“Misi kami memberikan kontribusi untuk lingkungan dan masyarakat, menjadi wadah pecinta reptil untuk menyalurkan minat, meningkatkan pengetahuan dan skill anggota,” Rachmat menghela nafas, batuk dan kemudian melanjutkan. “Membimbing masyarakat untuk peduli terhadap lingkungan, menjaga keberlangsungan hidup reptil.” Tambah Rachmat.

Wah, tuh kan, biasanya kan kita kalau bertemu ular langsung ngambil batu, dilempari atau ditojo, pas di bagian kepalanya lagi. Bukan gak mungkin loh, lama-kelamaan reptil punah dari muka bumi.

Untuk merealisasikan segala misinya komunitas yang sudah berdiri kurang lebih tiga tahun ini memiliki berbagai program kerja, mulai dari sosialisasi reptil kepada anak-anak, remaja, dan umum, sampai rescue reptil di kawasan pemukiman penduduk.

Wah, tuh kan, biasanya kan kita kalau bertemu ular langsung ngambil batu, dilempari atau ditojo, pas di bagian kepalanya lagi. Bukan gak mungkin loh, lama-kelamaan reptil punah dari muka bumi. Di sini lah peran komunitas Marema dinilai sangat berarti, untuk mengedukasi masyarakat.

Marema diketuai oleh Julian Rachman, dengan wakil Wildan Restu Aji, dan Sekretaris Riza M. Yunus ini sudah memiliki anggota lebih dari 25 orang, terdiri dari berbagai profesi: Pelajar, Mahasiswa, PNS, Pegawai Swasta, Pengusaha dan lain-lain. Koleksi Reptil Marema juga sudah cukup banyak, seperti Iguana, Biawak, Breaded Dragon, Tegu, Kura-Kura Darat (Tortoise), berbagai jenis ular dari keluarga Python seperti Sanca Kembang (Retic), Sanca Bodo (Molu), dari keluarga Boidae ada Boa Contricto Imperator, Ular lokal ada Ular Sapi, Ular Gadung, dari jenis Ular berbisa ada Cobra, Ular Gibug (Rhodostoma), Ular Bungka (Albolabria), dan Buaya Darat. Hewan terakhir mohon diabaikan.

marema3

Kalau hari minggu kamu kelabu, coba datang saja ke Car Free Day Majalengka minggu pagi ya, dan belajar dengan Marema. Mau selfie dengan ular juga boleh, asal sama si Aa-nya. (Tommi)

Facebook Comments

About Tommi Pringadi

Making history

Check Also

Kamu Udah Tahu Belum Di Majalengka Ada SUMO? Kenalan Sama SUMO Majalengka Kuy!

besoksenin.co –  Sobat bsco tahu gak? Ternyata di Majalengka banyak SUMO loh! Tapi bukan sumo …

Tinggalkan Balasan