Home > rubrik > Memangnya Apa yang Spesial dari Alun-alun Majalengka?

Memangnya Apa yang Spesial dari Alun-alun Majalengka?

besoksenin.co – Entah awalnya bagaimana, tetapi nyaris seluruh kota di Indonesia memiliki lahan terbuka luas, terletak di jantung kota, dikelilingi bangunan vital seperti Masjid dan pusat pemerintahan. Biasanya, di tengah-tengahnya terdapat pohon beringin. Di skala internasional, alun-alun biasanya disebut Town Square. Contoh, New York punya Times Square, atau Moskow dengan Red Square-nya, yang dibangun dengan batu bata merah. Majalengka juga punya, lalu memangnya apa yang spesial dari alun-alun Majalengka, sebelum direvitalisasi?

Terserah saja mau menyebutnya apa, namun ini bukan kali pertama Majalengka merevitalisasi alun-alun. Pernah, kami menyaksikan alun-alun direnovasi, namun beberapa bulan kemudian sudah kembali direnovasi, untuk berganti desain. Bukankah itu hanya pemborosan anggaran saja? Selama ini, memangnya apa yang spesial dari alun-alun Majalengka? Tidak ada. Begitu ironi, sebab selama ini, dari renovasi ke renovasi, pernah diubah bagaimana pun, tetap saja alun-alun Majalengka berpenampilan seperti alun-alun kota lainnya. Maksud kami, toh tak ada keunikan yang membuat orang lain merasakan sebuah sensasi berbeda, ketika berkunjung ke alun-alun milik kota kita. Kalau sensasinya sama, maka untuk apa orang harus rela datang ke Majalengka? Jika alun-alun di kota mereka sendiri (yang lebih dekat) sudah menawarkan hal yang sama.

baca juga : Tentang Tenun di Nunuk Baru

Begitu ironi, ketika kita membicarakan di forum-forum bahwa kota ini kalah saing dengan kota tetangga, padahal kita yang punya bandara. Bukankah salah pemerintah Majalengka sendiri, yang malas menata kota? Menciptakan sesuatu yang spesial di alun-alun pun tak bisa?
Tentu saja, ada banyak pedagang yang menawarkan aneka makanan dan minuman, tetapi semua yang dijual itu sudah ada di kota pengunjung masing-masing. Jadi, biar disebutkan lagi, untuk apa datang ke Majalengka, jika di kota mereka sendiri makanan itu telah ada?

Memangnya apa yang spesial dari alun-alun Majalengka? Pemerintah tidak melulu bisa disalahkan, sebab sebagaimana Djema El-Fna di kota Marrakech, Maroko; alun-alun bisa spesial karena kegiatan warga di sana. Tempat ini selalu ramai, dan favorit dikunjungi turis, karena hadirnya para penutur cerita, peramal, dan tukang obat tradisional. Tiga hal tadi memang sangat dekat dengan citra Maroko. Lha, aktivitas kita di alun-alun Majalengka apa? Cosplay anime? Di kota lain juga banyak, bahkan mungkin jauh lebih bagus dari kita. Banyak penampilan atau pertunjukan, tetapi sebagian besar adalah hanya mengcopy apa yang sudah ada di kota lain. Apreasiasi untuk beberapa komunitas, yang telah berusaha untuk menunjukan keunikan. Barangkali, saat ini tugas kita adalah mencari cara agar bisa meningkatkan intensitasnya. Pernah juga diadakan tari tradisional massal, coba bayangkan jika ini dilakukan setiap hari, tak masalah, meski dengan peserta yang lebih sedikit.

Sebetulnya, kesulitan untuk menata alun-alun, berkaitan erat dengan Majalengkanya sendiri yang miskin identitas, bukan? Sebab, misalnya saja, kota kita dikenal sebagai kota mangga, maka tinggal menaruh segala pernak-pernik mangga saja di alun-alun, kan? Karena kebingungan dengan tema apa yang bakal diterapkan, barangkali itulah mengapa para pemilik kebijakan membuat alun-alun seperti di kota-kota lain saja. Barulah, ketika Ridwan Kamil mempublikasikan rencana pembangunan alun-alun Majalengka, kita kembali disuguhkan harapan. Semoga saja, alun-alun Majalengka yang baru nanti, bisa menawarkan keunikan, dan menjadi daya tarik baru bagi wisatawan.

Facebook Comments

About Tommi Pringadi

Making history

Check Also

Mulai Tersisihkan, Padahal 7 Keuntungan Ini Akan Kamu Dapatkan Jika Nongkrong di Alun-alun Majalengka

Waktu libur ibarat rezeki yang tidak datang setiap saat. Selain pergi jalan-jalan, pulang ke kampung …