Membongkar Kepribadian Saimaasshara, Mojang Majalengka yang Sedang Menyita Perhatian

Shara yang sedang menyita perhatian, via Saimaasshara

besoksenin.co – Banyaknya kotak masuk yang bertanya tentang profil Shara (Saimaasshara) yang mirip dengan Eva Anindita, pemeran Karin dalam sinetron SCTV Berkah Cinta, baru bisa kami jawab di besok-kenalan edisi kali ini. Well, kita akan membongkar kepribadian Shara sekarang juga!

Shara terlahir dengan nama asli Saimatusara, hanya saja teman-temannya lebih suka memanggil dengan sebutan Saimaasshara, dan itu menempel menjadi label namanya hingga sekarang. Nama panggung, juga nama username media sosial. Ia tumbuh dan besar di sebuah desa kecil di Majalengka selatan, sebuah desa bernama Banjaransari menjadi bagian dari teritori kecamatan Cikijing.

Karir Shara sebagai model dimulai sejak ia SMP, tepatnya di SMPN 2 Cikijing. “Awalnya aku gak ada ketertarikan ke dunia modeling sama sekali, aku merasa nggak ada feel ke sana. Hanya saja, ada seseorang yang memotivasi katanya look aku bagus kalau difoto, photogenic katanya, padahal aslinya (di luar foto) aku jelek,” Shara merendah seraya tertawa.

Pada besoksenin.co, Shara terus mengaku kalau passion sebenarnya bukan di model. “Lebih condong ke suka ngoceh di depan banyak audience gitu, tapi Allah mah masih kasih jalan bagaimana pun caranya yah. Aku masih tetep bersyukur (menjadi model),” kata Shara, menurut gadis kelahiran 21 Januari 1997 ini, menjadi model bisa membuat percaya diri pada seseorang yang awalnya tidak percaya diri dengan apa yang ada pada dirinya. Pada akhirnya, bisa membuat orang yakin kalau menjadi model itu tidaklah harus cantik seperti bidadari. “Shara bersyukur banget bisa menjadi bagian dari itu semua, karena bisa lebih banyak memiliki kesempatan membangun koneksi/relasi daripada yang lain.”

Ia menyampaikan keinginannya untuk mengurangi kegiatan di dunia model, dan akan lebih meng-explore bakat MC-nya. Sepertinya, Shara serius dengan apa yang ia bilang, sebab sekarang lulusan SMK Pariwisata PGRI Majalengka ini memilih bekerja di salah satu hotel di Jakarta, “Shara lagi fokus kerja dulu, yang arrange buat kuliah, cita-cita jadi pramugari, dan membanggakan orang tua, yang rasanya masih belum benar-benar membuat mereka bangga.”

Sebagai gadis muda berusia 20 tahun, Shara sudah menunjukan bakatnya di dunia entertainment dengan cukup mentereng, juga berpengalaman. Beberapa kali ikut, dan memenangi kompetesi sejak duduk di bangku SMP. Ketika ia menginjak jenjang selanjutnya, Shara juga berhasil berprestasi di kontes Mojang-Jajaka Majalengka 2013, ia menyabet wakil 2 di kategori remaja. Shara juga ikut berkontribusi pada kota tercinta dengan ikut bergabung di Paguyuban Mojang Jajaka Majalengka, terakhir pemilihan Moka 2016 yang dimenangkan Raihan dan Ainun, ia masih terlihat sebagai panitia. Shara juga sempat bergabung dengan Jebor Pose Graph, dalam jambore fotografi mahasiswa se-Indonesia, dan menjadi salah satu model paling menyita perhatian di event tersebut. Acara terakhir yang ia ikuti adalah, modeling di Bandung pada maret lalu. “Insyaallah, suatu saat nanti ya, Shara belum merasa siap segalanya, karena tanggung jawab yang diemban lebih berat,” jawabnya ketika besoksenin.co bertanya apakah mojang Cikijing ini akan ikut mojang jajaka Majalengka kategori dewasa.

Shara tak menampik kalau image negatif di luar sana masih kencang

Kendati demikian, Shara tak menampik kalau image model di luar sana sangat negatif, tapi ia justru malah mengaku bangga. “Shara bangga, karena sesuatu yang bisa diterima masyarakat, di luar image negatif model. Kita bisa menjalankannya dengan cara yang baik, dan menjadikan tolak ukur untuk kita, di mana kita harus berjuang lebih demi berdiri kokoh tanpa menghiraukan orang lain,” tukasnya. Mengenai dunia modeling di Majalengka, Shara hanya melihat kekurangannya di sisi management. Sehingga semuanya lebih terorganisir. “Masih banyak gadis muda, yang mereka itu bisa kapan saja meng-judge diri mereka model loh. Yang awam, mayoritas akan dimodusin photografer aja, entah itu pengambilan foto-foto seksi, atau lainnya. Kadang suka kasihan. Memang, financial itu penting, tapi akan jauh lebih penting jika kita hidup saling menguntungkan, jangan asal dikasih softcopy foto hasil huntingnya aja, sampai kapan pun mereka akan stuck di sana.” Shara mengajak kepada seluruh model agar lebih berhati-hati.  

Shara melihat saat ini Majalengka sedang berkembang, apalagi beberapa tahun ke depan, ia menyemogakan agar kota yang semakin berkembang bisa mengubah mindset warganya, khususnya dalam mengapresiasi para pelaku seni. “Sebelum memperbaiki (insfratruktur) kotanya, kita harus membentuk SDM-nya terlebih dahulu, karena kota yang berkembang akan menjadi kota maju, apabila orang-orang di dalamnya memiliki kualitas.” Imbuhnya.

Ketika ditanya apakah ada rencana untuk mudik dan kembali berkarir di Majalengka, Shara mengaku belum mau memikirkannya. “Lihat saja nanti, ya,” kata Shara.

Facebook Comments

Post Author: Tommi Pringadi

Seorang jomblo profesional yang bercita-cita bikin sunatan massal. I am not player, i am the game. :))

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.