Mengenal Zenzen, Bloger Asal Majalengka yang Sudah Diakui Kementrian Pertanian Indonesia

Zenzen Zainudhin bloger asal Majalengka ini sudah diakui oleh Kementrian Pertanian Indonesia foto Zenzen Zainudhin

besoksenin.co – Zenzen Zainudhin bloger asal Majalengka ini dipanggil oleh Kementrian Pertanian pada akhir maret lalu selama 3 hari (31 maret – 3 april 2017), pemuda yang tumbuh di desa Banjaransari Cikijing ini bahkan menjadi pembicara, padahal usianya paling muda di acara yang diadakan Departemen Pertanian yang beralamat di Jalan Harsono RM no 3 Jakarta Selatan itu. Tentu saja, Zenzen tidak serta merta diakui oleh Kementran Pertanian begitu saja, mari simak perjalanan Zenzen berikut ini.

Zenzen Zaenudhin lahir di Majalengka, pada 11 Desember. Dari kecil ia sudah memiliki ketertarikan terhadap dunia pertanian. Meskipun baru ketika ia mulai meneruskan sekolah di SMKN 1 Maja, pemuda berusia 22 tahun ini menyadarinya. “Ya, itu memang sangat mungkin,” jawab Zenzen ketika ditanya apakah pengaruh karena ia sekolah di Maja yang membuatnya kesemsem pada dunia pertanian. Di masa sekolah ini pula, Zenzen sempat menjadi bagian dari OISCA (sebuah lembaga pertanian Jepang yang bekerjasama dengan Indonesia), ia malah nyaris dikirim ke Jepang sebagai pertukaran pelajar pertanian, hanya saja orang tuaya tidak mengizinkan.

Minat terhadap dunia pertanian alumni SMPN 1 Talaga ini tidak menyerah sampai di sana. Pada 2014, Zenzen mulai kenal dengan dunia bloging. Ia pun memutuskan ingin berkarya juga, tapi sesuai topik yang ia kuasai; pertanian. Kombinasi ke dua hal itu lah, yang membuat website Agrotani lahir.” Website Agrotani hadir untuk memberikan pengatahuan untuk para petani dan para pelaku utama dunia pertanian. Memang didesain demi meningkatkan SDM Pertanian kita,” tukasnya.

Mahasiswa agrotani semester 8 UNMA ini, terus mencari referensi, membaca, hingga jumlah artikel yang ia tulis nyaris sampai di angka 500. Parahnya lagi, ia membesarkan website www.agrotani.com seorang diri. Zenzen juga menulis artikelnya jauh dari asal-asalan, ia kerap melakukan riset secara langsung, demi kontennya yang berkualitas. Maka jangan heran, kalau website miliknya ini sudah menjadi rujukan pegiat pertanian dari seluruh Indonesia, dan tentu populer di kalangan pegiat dan mahasiswa pertanian. Bisa kita lihat dari Anggita Sekar Laranti yang memilih website Zenzen sebagai judul skripsinya. “Bangga, ternyata dari tulisan saya bisa benar-benar nyata dirasakan manfaatnya untuk orang lain. Utamanya buat saya,” kata Zenzen, ketika ditanya bagaimana perasaannya ketika website miliknya menjadi bahan skripsi mahasiswi UGM.

Ternyata tidak hanya itu, Zenzen juga diundang ke Departemen Pertanian dalam acara bertajuk “Agrinext Expo,” bersama dengan AgriMax, “AgriMax lebih ke ekspo, dia mendorong petani untuk mau berkarya dan memamerkan karyanya, sedangkan Agrotani milik saya untuk memberi pengetahuan kepada para petani,” bahkan, di sana Zenzen ditetapkan sebagai salah satu pengisi seminar. Membanggakan sekali, mengetahui generasi muda Majalengka sudah mampu seperti itu. Dengan kata lain, Zenzen sudah diakui hingga tingkat nasional.

Website agrotani milik Zenzen www.agrotani.com

Kesibukan Zenzen saat ini, adalah memfokuskan diri di konten, menguji coba bikin inovasi tentang agro teknlogi, percobaan budi daya, penyuluhan, dan terus mengasah kemampuan (belajar) tentang dunia pertanian. “Saya merasa tidak ada batasnya di pertanian,” akunya. Ia ingin mengembangkan ilmu, ingin petani lebih mengetahui tentang budi daya yang baik. Impian paling besarnya, adalah membawa websitenya menjadi website pertanian terbesar di Indonesia.

Pandangan Zenzen terhadap Majalengka, ia mengakui memang kota kita calon kota yang besar, dari lahan yang sempit bisa dua kali lipat, lahan makin menyempit, karena pengalihan fungsi lahan, dari lahan yang sedikit itu bisa jadi dua kali lipat.

“Kalau Majalengka ingin produksi pangan terbesar, itu sangat memungkinkan sekali bagi Majalengka. Hanya saja SDM para petani kita itu masih kurang, mudah-mudahan saja agrotani bisa mengubah apa yang terjadi di Majalengka sekarang, sebelum kita menjadi kota besar,” ujarnya. Sebagai generasi muda Majalengka, ia juga memberi kontribusi untuk Majalengka, hanya saja ia masih mencari cara agar bisa berbuat sesuatu untuk kota tercinta.

Zenzen mengungkapan rasa terimakasih yang besar Riyad Ilyas, Ustadz Apif, dan Fitria Hasani dari Bp3k Cikijing yang mengajarkan banyak sekali informasi pertanian kepadanya, dan tak henti memotivasi. Ia ingin terus berkaraya dan tidak akan puas di sini saja. “Hidup saya seperti sudah dirancang untuk pertanian, “ tutup Zenzen. (Tommi Pringadi)

Facebook Comments

Post Author: Tommi Pringadi

Seorang jomblo profesional yang bercita-cita bikin sunatan massal. I am not player, i am the game. :))

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.